Home » Teknik Budidaya » Peternakan » Budidaya Kroto, Prospek Bisnis dan Metode Ternak Kroto
ternak kroto

Budidaya Kroto, Prospek Bisnis dan Metode Ternak Kroto

Kroto adalah nama yang diberikan orang Jawa untuk campuran larva dan pupa semut penganyam Asia (terutama Oecophylla smaragdina). Campuran ini terkenal di kalangan pencinta burung dan nelayan di Indonesia, karena larva semut populer sebagai umpan ikan, dan juga sebagai makanan tambahan untuk meningkatkan ketrampilan burung-burung pedendang. Para penggemar burung memberi kroto yang kaya protein dan vitamin untuk burung peliharaannya, demi kepuasan mereka mendengarkan kicauan burung yang merdu, atau waktu mereka menyiapkan burung-burungnya untuk mengikuti lomba burung pedendang.

Untuk memulai budidaya kroto atau ternak semut rangrang ini ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, namun sebelum memulai pada tahapan-tahapan tersebut  sebaiknya kita mempersiapkan peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk memperlancar  budidaya kroto ini. Untuk langkah pertama yaitu kita siapkan terlebih dahulu  peralatan yang dibutuhkan diantaranya : rak susun, toples atau pipa, dan wadah untuk pakan dan minum.

Budidaya kroto, Cara Budidaya Kroto, ternak kroto, Budidaya Semut  Rangrang, cara ternak kroto, budi daya kroto, ternak semut rangrang, budidaya kroto rumahan

Pembuatan Rak Untuk Budidaya Kroto

Rak yang dipakai bisa dari bahan besi, kayu atau pipa yang disambung. Rak besi ini bertujuan untuk koloni semut rangrang agar mereka dapat hidup di sekitar rak itu saja tidak keluar dari area rak tersebut, selain itu dengan  adanya rak tersebut kita dapat memonitor perkembangan  semut rangrang yang ada didalamnya.

Ukuran rak yang standar yaitu memiliki tinggi 1,5 m panjang 2m dan lebarnya 0,5m. Kemudian buatlah tahapan-tahapan pada rak tersebut dengan  ketinggian 30-40 cm dengan alas triplek, dan untuk ketinggian kaki dari batasan lantai ke rak yang paling bawah ukurannya sama yaitu 30 cm, hal ini menjaga semut supaya tidak keluar dari rak. Rak untuk budidaya kroto atau semut rangrang pun bagian kaki rak harus memakai wadah yang berisikan air atau oili, hal ini bertujuan untuk menjaga semut keluar dari rak atau kabur.

Baca:  Budidaya Madu Itema, Laba Cerah Bisnis Lebah

Sarang Budidaya Kroto

Media yang biasa digunakan untuk tempat sarang semut rangrang yang sering di pakai oleh para peternak semut rangrang yaitu toples plastik dan pipa.  Apabila kita menggunakan toples maka buatkan lubang pada toples tersebut dengan  diameter 1 cm dibagian samping atas toples, hal ini penting karena lubang kecil ini nantinya akan dijadikan jalur  untuk keluar masuk semut rangrang tersebut pada saat mengambil pakan yang berada diluar toples.

Setelah toples dilubangi maka semut rangrang siap untuk dimasukan, setelah semut masuk pada toples maka toples yang sudah dilubangi tersebut, tutup lubangnya sekitar 2-3 jam hal ini dilakukan supaya semut yang baru mendiami toples tersebut dapat beradaptasi  di dalam toples tersebut.

Sedangkan apabila anda ingin menggunakan pipa pvc atau paralon maka yang harus diperhatikan ukuran pipa tersebut, ukuran pipa yang akan digunakan yang memiliki ukuran 1,5 atau 2 inci, dan perlu diperhatikan bahwa ukuran ini sangat berpengaruh terhadap produktifitas semut tersebut ketika menghasilkan kroto. Setelah anda mendapatkan pipa yang sesuai, potonglah pipa tersebut dengan ukuran panjang 20 cm, ukuran ini untuk memudahkan penyimpanan pipa tersebut di atas rak.

Tempat Pakan Indukan Kroto

Seperti yang telah ditulis pada postingan sebelumnya bahwa jenis pakan untuk semut rangrang ada beberapa macam, jenis-jenis pakan ini sangat berpengaruh pada perkembangan semut rangrang dan secara otomatis juga akan berpengaruh terhadap kuantitas dan kualitas kroto yang dihasilkan.

Setelah kita mengetahui jenis pakan untuk budidaya kroto ini, selanjutnya yang tidak kalah pentingnya yaitu tempat pakannya. Untuk tempat atau wadah pakan ini kita  bisa menggunakan baki atau nampan plastic, jumlah yang disediakan minimal 2.

Baca:  Potensi Bisnis dan Teknik Budidaya Penggemukan Sapi Potong

Dan yang harus diperhatikan pada tempat pakan ini yaitu harus selalu terisi makanan jangan sampai kosong, biasanya kalau tidak tersedia makanan semut rangrang akan berusaha keluar dari rak tersebut untuk mencari makan. Kemudian satu hal lagi yang perlu diperhatikan yaitu tempat pakan harus selalu bersih.

Cara Menyimpan Bibit Kroto

Budidaya kroto toples, Budidaya kroto, Cara Budidaya Kroto, ternak kroto, Budidaya Semut  Rangrang, cara ternak kroto, budi daya kroto, ternak semut rangrang, budidaya kroto rumahan

Bagi anda yang mendapatkan bibit semut dari alam, maka anda tinggal meletakkan sarang semut tersebut di atas pipa (paralon) yang sudah dipersiapkan sebelumnya, dan biarkan sampai daun sarangnya mengering. Biarkan koloni semut rangrang tersebut berpindah secara sendirinya, setelah meninggalkan sarang daun tersebut maka kita ambil dan buang daun bekas sarang tersebut supaya tidak mengotori rak tersebut.

Dan apabila anda mendapatkan atau membeli bibit dari tempat pembibitan, maka anda harus menyebarkan bibit tersebut ke susunan selongsong pipa paralon pada rak. Kemudian anda selipkan 1-2 selongsong paralon yang berisi koloni diantara 10-25 selongsong paralon  yang sudah disusun, dengan cara tersebut semut rangrang akan membentuk sarang baru secara alami dengan merajut jaring-jaring dari telur semut, dan secara alami semut-semut tersebut akan menghasilkan kroto-kroto pada tempat tersebut.

Pakan Semut Rangrang Induk Kroto

Semut rangrang yang mendapatkan pakan yang baik akan memproduksi kroto yang maksimal, karena secara tidak langsung asupan pakan yang berkualitas akan mendorong semut rangrang memproduksi kroto yang banyak dan berkualitas.

Tahukaha anda? Ternyata semut juga sangat membutuhkan asupan makanan yang bergizi seperti protein dan karbohidrat. Dua factor inilah yang sangat menentukan kestabilan tubuh semut rangrang supaya optimal dalam menghasilkan kroto. Untuk memenuhi itu semua maka berikanlah semut rangrang dengan makanan seperti ulat hongkong, jangkrik dan gula pasir sebagai sumber karbohidrat.

Baca:  Ternak Kambing Intensif, Modern dan Bebas Bau

Ulat Hongkong mengandung protein yang cukup tinggi, maka apabila semut rangrang diberi pakan dengan ulat hongkong ini sangat baik untuk memenuhi proteinnya. Kandungan nutrisi pada ulat hongkong diantaranya, protein kasar mencapai 48%, lemak kasar 40%, abu hingga 3%, kadar air mencapai 57%, serta kandungan bahan ekstra non nitrogen (BETN) sebesar 8%.

Gula Pasir dapat memenuhi kebutuhan karbohidrat yang dibutuhkan semut rangrang, cara pemeberian gula ini terlebih dahulu dilarutkan dalam air, 1 sendok makan gula pasir dapat dilarutkan dalam 200 ml air, air gula ini akan habis dalam waktu 2-3 hari (tergantung banyaknya koloni).

Jangkrik, pakan selanjutnya yaitu jangkrik, jangkrik bisa menjadi sumber protein alternatif disamping ulat hongkong. Biasanya jangkrik akan dihisap oleh semut hanya bagian dalamnya saja, dan setelah habis bagian dalamnya semut rangrang akan membiarkan cangkang jangkrik bagian luaranya.

Bisnis budidaya kroto ini sangat menjanjikan dari segi ekonomi, seperti yang pernah saya bahas sebelumnya bahwa konsumen kroto tidak hanya di Indonesia saja bahkan sampai juga ke Malaysia. Maka bagi anda yang ingin mencoba atau baru memulai bisnis kroto ini saya sarankan harus memahami terlebih dahulu kehidupan tentang semut rangrang ini, supaya pada saat kita membudidayakan semut rangrang ini kita dapat meminimalisir kegagalan-kegagalan (kerugian). Sumber: Buku Budidaya Kroto/Penebar Swadaya

 

Kata Pencarian:

Ternak kro (2),ukuran tempat penangkaran kroto (1)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *