Budidaya Pertanian

Budidaya Pohon Balsa dan Prospek Pasar yang Menggiurkan

Budidaya Pohon Balsa dan Prospek Pasar yang Menggiurkan. Kebutuhan akan kayu telah menjadi hal yang pokok bagi industri manufaktur dan pembangunan, khususnya sektor properti. Semakin berkurangnya jumlah kayu di Indonesia telah membuat berbagai pihak membuat trobosan penanaman kayu yang cepat tumbuh.

Salah satunya adalah budidaya pohon Balsa yang terkenal ringan halus dan multi guna. Umurnya baru 4 tahun. Namun, tingginya mencapai 20 meter. Itulah balsa Ochroma pyramidale yang kini jadi idola pekebun.

Meski berumur muda, tapi diameter batang pohon balsa sudah mencapai 30 cm. Artinya, pekebun sudah dapat memanennya. Tergiur dengan kecepatan tumbuh balsa, Wage Sugiarto, pekebun di Desa Kertosuko, Krucil, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pun tertarik menanamnya pada 2007. Ia menanam 300 bibit setinggi 40—50 cm pada lahan 1,5 ha.

Semestinya Sugiarto bisa memanen dua atau tiga tahun lalu ketika pohon berumur 3—4 tahun. Namun, ia berencana memanen pohon anggota famili Malvaceae itu pada umur 7 tahun atau pada 2014. Tujuannya agar diameter batang lebih besar sehingga nilai jual lebih tinggi. Sebenarnya ia telah panen sekali, saat melakukan penjarangan ketika tanaman berumur 3 tahun. Pada penjarangan itu ia menebang 320 pohon dan memperoleh 40 m3 kayu.

Baca:  Panduan Budidaya Jagung Metode Tanpa Olah Tanah (TOT)

Pekebun lain yang lebih dulu menanam Pohon balsa adalah Abdul Manap, tetangga Sugiarto. Ia menanam 3.000 balsa di lahan 5 ha pada 2006. Empat tahun kemudian tinggi pohon telah mencapai  12—20 m dengan diameter batang 30 cm. Ia memanen 1.400 batang yang menghasilkan volume 400 m3. Manap menjual balsa langsung ke PT Kutai Timber Indonesia dalam bentuk kayu gelondongan. Sisa pohon sebanyak 1.600 pohon akan dipanen saat berumur 7 tahun atau pada 2013.

Pohon Balsa Tumbuh cepat

Kecepatan tumbuh pohon balsa mencapai 7,5 cm per tahun. Itu jauh lebih cepat ketimbang sengon Paraserianthes falcataria maupun jabon Anthocephalus cadamba, yang masing-masing tumbuh 4,2 cm dan 4,1 cm per tahun. Kedua pohon itu perlu 5 tahun untuk mencapai ukuran sama. “Kecepatan pertumbuhannya (balsa, red) hampir 2 kali sengon,” ujar kepala bagian penanaman dan lingkungan PT Kutai Timber Indonesia, Agus Setiawan SHut.

kayu balsaPohon Balsa asal Brasil dan Meksiko itu terbukti tumbuh baik di iklim tropis bersuhu 22—27ºC dengan kelembapan relatif 75%. Selain itu balsa toleran kekeringan hingga 4 bulan. Pohon kerabat bunga sepatu itu memiliki kerapatan massa 0,15—0,30 gram per cm3. Itu berarti balsa jauh lebih ringan ketimbang sengon dengan kerapatan massa 0,20—0,52 gram per cm3 maupun jabon 0,29—0,46 gram per cm3.  Dengan karakteristik itu balsa tepat untuk membuat papan selancar, pesawat aeromodeling, mainan anak, sampai penyekat panas dalam lemari pendingin.

Baca:  Cara Budidaya Kentang yang Tepat dan Menguntungkan

Karena begitu banyak faedah kayu balsa, PT Kutai Timber Indonesia mulai menanam balsa pada 2003. Perusahaan itu menggunakan bibit dari Bogor, Provinsi Jawa Barat, dan Bondowoso, Jawa Timur. Pada tahun keempat pascatanam, pohon-pohon itu berbuah. Bijinya itu kemudian ditanam sebagai bibit. Sekilo biji bisa menghasilkan 112.000—150.000 bibit.

Aspek Pemasaran Pohon Balsa

Selain membudidayakan sendiri di lahan total 300 ha, Kutai Timber juga bermitra dengan 10.527 pekebun di Probolinggo, Lumajang, dan Jember, semua di Provinsi Jawa Timur. Total luas lahan pekebun mitra mencapai 15.000 ha terdiri atas 3,925-juta tanaman. Sebagian pekebun mitra telah panen dan menjual kayu-kayu itu ke PT Kutai Timber Indonesia. Perusahaan ini  menampung 2.500 m3 kayu balsa dalam bentuk gelondongan per bulan. Para pekebun mitra memperoleh harga Rp400.000 per m3.

Sebatang balsa berumur 5 tahun berdiameter 40 cm menghasilkan kayu 1,07 m3. Jika pekebun menanam 850 pohon di lahan 1 ha, potensi produksi saat panen mencapai 850 m3. Menurut Sugiarto biaya produksi mengebunkan balsa di lahan 1 ha terdiri atas 800 bibit mencapai Rp10-juta, tanpa memperhitungkan sewa lahan.

Baca:  Cara Mudah Membuat Pupuk Organik Cair

Pasokan dari pekebun mitra itu dimanfaatkan sebagai bahan baku kayu lapis. Saat ini PT Kutai Timber Indonesia mengekspor 500 m3 kayu lapis balsa per bulan ke Jepang dan Inggris. Di pasar internasional, 80—90% pasokan balsa dunia berasal dari Ekuador, sisanya dari Bolivia, Brasil, dan negara-negara Asia tropis, termasuk Indonesia.

Kayu balsa kedepannya akan semakin banyak diminati oleh para konsumen baik lokal maupun internasional. Sebab kayu balsa sangat mudah diolah dan mempunyai kegunaan yang beragam. Indonesia sendiri mempunyai tingkat kesuburan dan cuaca yang potensial untuk pengembangan pohon Balsa.

Kata Pencarian:

bibit balsa (5),pohon balsa (5),kayu balsa (4),kayu balsa adalah (3),bibit kayu balsa (3),cara nyemai biji kayu balsa (2),budidaya pohon balsa (2),pabrik kayu balsa di indonesia (2),pohon kayu balsa (2),harga bibit kayu balsa (1)

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman