Buku

Buku Pengakuan Eks Parasit Lajang Otobiografi Pengakuan Ayu Utami

Buku Pengakuan Eks Parasit Lajang Otobiografi Pengakuan Ayu Utami. Ayu Utami pernah mengeluarkan pernyataan mengagetkan bahwa dia tidak akan menikah. Alasannya, menikah atau tidak adalah pilihan, bukankewajiban, dan dia memilih untuk tidak menikah. Pernyataan itu tertuang dalam buku Si Parasit Lajang (2003). Selain itu, keputusan tersebut dia maksudkan untuk menemani perempuan-perempuan yang tidak –dengan alasan apa pun– atau belum menikah. Sikap tersebut membantu banyak perempuan berhadapan dengan lingkungannya.

pengakuan eks parasit lajangPada 2011 Ayu menikah dengan Erik Prasetya, seorang fotografer. Walau pernikahan ini hanya secara gereja, tidak dicatatkan ke negara, tetap saja peristiwa itu mengundang kegemparan baru. Apa yang terjadi pada Ayu? Dan setahun setelah menikah, dia meluncurkan Cerita Cinta Enrico yang menjelaskan mengapa dia menikah.

Sepuluh tahun sesudah Si Parasit Lajang, Ayu Utami melanjutkan autobiografinya. Pengakuan Eks Parasit Lajang judulnya. Selain bentuk  pertanggungjawaban karena “melanggar” komitmennya untuk tidak menikah, lebih dalam daripada itu, Ayu bertanya dan mencari sendiri jawaban atas sekian banyak ketidakkonsistenan yang dia temui. Di Buku Pengakuan Eks Parasit Lajang Dia bertanya secara jujur, dan dari jawaban yang paling jujur dia melangkah.

Baca:  6 Karya Novel Pramudya Ananta Toer yang Paling Banyak Diulas Dunia

Proses itu juga yang dia tempuh hingga akhirnya memutuskan menikah. Pengakuan Eks Parasit Lajang dibagi dalam tiga bab besar, yakni Seorang Gadis yang Melepas Keperawanannya dan Menjadi Peselingkuh, Bocah yang Kehilangan Imannya, serta Seorang Wanita di Jalan Pulang. Masing-masing bab itu terbagi dalam subbab yang masing-masingnya diberi judul.

Ambil contoh, Pengakuan Eks Parasit Lajang dalam bab Seorang Gadis yang Melepas Keperawanannya terdapat 17 subbab, dua di antaranya Segel dan Selingkuh. Dibuka ketika A, sang tokoh utama, berumur 20 tahun, masa terseringnya bercermin. Dia mengagumi rambutnya yang melebihi bahu, lekuk pinggangnya yang mirip gitar, dan buah dadanya yang padat sambil berharap keduanya bisa tumbuh lebih besar. Dia pun tahu lekuk tubuhnya itu bisa membangkitkan hasrat lelaki.

Baca:  Novel Burung-burung Manyar Kejernihan Romo Mangun Membidik Konflik Batin Revolusi

Pada usia ini dia memutuskan menutup masa perawan. Dia melakukan persetubuhan pertama kali dengan Nik, pacarnya satu kampus. Peristiwa itu yang pertama juga bagi Nik. Nik adalah atlet pencak silat berbadan tegap, tinggi, dan berkumis halus. Dia juga seorang muslim yang rajin sembahyang. Peristiwa itu selesai. Persetubuhan yang pertama. Sama sekali tidak menakjubkan. Setidaknya bagiku. Tidak ada rasa sakit. Tidak ada darah. Tidak ada apa-apa… Nik menangis menyadari bahwa ia akhirnya berbuat itu…Bagaimana mungkin dia, yang lelaki dan tidak kehilangan selaput dara, menangis, sementara aku, yang perempuan dan kehilangan keperawanan tanpa jejak, berwajah lurus? Lalu, aku pun pura-pura menangis…

Setelah itu, A “melanggar” rambu berikutnya. A yang kemudian jadi wartawan, berpacaran dengan redakturnya, Dan. Suami orang. Tapi dia tahu, tidak mau mengambil milik orang lain, milik perempuan lain. Dia ingin hubungan gelap itu tetap dalam kegelapan, tanpa mencari-cari celah sebuah pembenaran, yakni poligami. Karena perkawinan ganda adalah mengambil sebagian hak perempuan lain dan menabrak nilai keadilan. Ibarat berada di jurang hitam tapi menyebut tempat itu luhur dan terang.

Baca:  Pasangan dengan 11 Anak ini Travelling 100 Negara

Demikian A menempuh satu fase ke fase berikut hidupnya dengan alasan jelas. Berpindah dari satu pria ke pria yang lain, ada yang lama, ada pula yang sebentar. Hingga pada akhirnya A memutuskan menikah, tentu dengan penuh kesadaran, serta melalui pertimbangan demikian panjang yang dia ibaratkan game yang punya banyak tingkatan.

Ayu Utami melawan nilai-nilai adat, agama, dan hukum negara yang patriarkat bukan lagi dengan ledakan emosi. Dia memegang filosofi yang jelas (clear) yang dasarnya keadilan. Kejujurannya di awal, di Si Parasit Lajang, hanya membawanya ke jalan jujur selanjutnya. Dengan siapa A akhirnya menikah tidak penting lagi, toh kita tahu Ayu Utami akhirnya berjalan ke altar dengan siapa. Tidak bermaksud jadi spoiler, tapi kalimat indah berikut sayang kalau tidak dikutipkan di sini sebagai penutup Pengakuan Eks Parasit Lajang: Rik mau menikah sebab ia mau menemani A menjalani entah apa yang perempuan itu mau jalani. (SIL /YO G/detik.com/Silvia Galikano)

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman