Home » Jawa Timur » BUMD Jatim yang Merugi Direkomendasikan Dilikuidasi

BUMD Jatim yang Merugi Direkomendasikan Dilikuidasi

bumd jatimBUMD Jatim yang Merugi Direkomendasikan untuk dilikuidasi karenaianggap tidak memberikan kontribusi kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jatim. Ketiga BUMD Jatim itu adalah PT JIM (Jatim Investment Management), PT JKU (Jatim Krida Utama), dan PT JMU (Jatim Marga Utama).
Ketua Komisi C DPRD Jatim, Thoriqul Haq menegaskan, untuk PT JIM, sejak tahun 2011, posisi keuangannya dalam keadaan merugi.

Sehingga, keuntungan yang ada digunakan untuk membayar utangutang lama. Akibatnya, pada 2012, PT JIM tidak memberikan sepeser pun kontribusi pada PAD (Pendapatan Asli Daerah) Jatim. Demikian pula, kata dia, dengan PT JKU, yang juga terus merugi sehingga tidak mampu menyumbangkan PAD. Sementara, PT JMU masih dalam tahap pengembangan usaha, sehingga dalam APBD 2012, belum bisa memberikan  kontribusi.

Baca:  Ratusan PSK Jatim Sudah Dipulangkan Sepanjang 2012

‘’Untuk itu, kami mendesak Pemprov Jatim agar segera melikuidasi ketiga BUMD Jatim tersebut daripada terus membebani APBD Jatim,’’ tegas politisi asal PKB Jatim tersebut, usai rapat paripurna tentang PAPBD 2012, Kamis (9/8). Ditambahkan dia, tujuan pembentukan BUMD yaitu memunyai fungsi yang strategis untuk menjadi pendorong bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan PAD.

Karena itu, Biro Administrasi Perekonomian punya peran dan fungsi strategis untuk menjadikan BUMD Jatim sebagai pilar perekonomian Jatim. “Untuk itu, kami mendorong Biro Perekonomian memerankan itu dengan memberikan tambahan dana Rp 1 miliar dalam P-APBD 2012,’’ tutur dia. Selain merekomendasikan melikuidasi tiga BUMD Jatim, Komisi C juga memberikan apresiasi pada sembilan BUMD Jatim yang berhasil memberikan kontribusi pada PAD hingga mencapai Rp 352,883 miliar.

Baca:  Pengguna Speedy Instan Jatim Melesat

Kesembilan BUMD Jatim tersebut adalah Bank Jatim yang memberi kontribusi Rp 330,8 miliar, PT BPR Jatim sekitar Rp 6,1 miliar, PT PWU Jatim sebesar Rp 3,2 miliar, PT JGU Rp 1,9 miliar, PT PJU Rp 4,2 miliar, PT Jamkrida Jatim Rp 375 juta, PDAB Jatim Rp 1,5 miliar, PT SIER Rp 2,7 miliar, serta PT Askrida Rp1,85 miliar. “Yang pasti, selain kami memberikan punishment kepada BUMD Jatim yang tidak memberikan kontribusi, dewan juga memberikan reward kepada sembilan BUMD Jatim yang mampu meningkatkan kinerjanya sehingga memberikan kontribusi ke PAD Jatim secara signifikan,’’ tegasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD Jatim, Badrut Tamam mengatakan, memang sudah saatnya dewan tegas terhadap BUMD Jatim yang telah  membebani APBD Jatim namun tidak memberikan kontribusi. Salah satunya dengan melakukan likuidasi. ‘’Karenanya, kami di Komisi C tetap sepakat memberikan rekomendasi ini kepada gubernur untuk segera ditindaklanjuti,’’ paparnya.

Berbeda dengan Thoriq dan Badrut, anggota Komisi C Basuki Babussalam mengatakan bahwa komisi C belum sampai pada merekom likuidasi. Yang
direkom komisi C adalah mendukung manajemen baru, khususunya PT JIM. Bahkan, pihaknya juga merekom agar ada tambahan dana Rp 25 miliar pada PT JIM untuk mendukung usahausahanya yang telah dirintis.

Baca:  Pilgub Jatim 2013 Bambang DH Bakal Hadapi Soekarwo

Gubernur Jatim Soekarwo, dalam beberapa kesempatan, sepertinya masih keberatan untuk melikuidasi tiga BUMD Jatim tersebut. Alasannya, untuk membubarkan BUMD Jatim, tidak semudah membalikkan tangan. Sebaliknya, perlu progress report dan laporan keuangan untuk dilakukan evaluasi sebelum diambil sebuah keputusan. (rou/rie/het/jpnn)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *