Peristiwa

Buronan Perampok Diringkus Tim Buser Polres Gresik

polres gresikBuronan Perampok Diringkus Tim Buser Polres Gresik. Satu lagi DPO kasus perampokan perhiasan emas di Desa Tumapel, Kecamatan Duduksampeyan pada 2010 silam berhasil diringkus tim buru sergap (buser) Satreskrim Polres Gresik. Tersangka adalah Mohammad Ali (37), warga Desa Glanggang, Kecamatan Duduksampeyan.

Kasatreskrim AKP Moh. Nur Hidayat melalui Kanit Pidum Iptu I Made Yogi Purusa Utama, mengungkapkan, tersangka Ali dibekuk saat mengunjungi adiknya yang tinggal di Desa Glanggang. “Ketika kami tangkap, dia sedang tidur-tiduran sehingga dia tidak sempat melakukan perlawanan atau melarikan diri,” ucap Yogi.

Pelaku yang tertangkap ini adalah anggota dari enam komplotan perampok yang sempat menggegerkan Gresik dua tahun silam. Saat itu, tepatnya pada 3 Mei 2010 sekitar pukul 11.00, komplotan ini berhasil menggasak puluhan gram perhiasan emas milik Hj. Siti Maimunah (50), warga Desa Tumapel. Perhiasan itu mereka preteli satu persatu saat dipakai korban, anak dan cucunya.

Baca:  Polres Gresik Dipaksa Bebaskan Tahanan, Wibawa Hukum Terpuruk

Ketiga korban pasrah karena para pelaku mengancam akan membunuh mereka bila tidak menuruti kemauannya. Ketika itu para pelaku mengacungkan sebilah celurit, pisau penghabisan dan pistol mainan untuk menakuti korbannya. Usai mengumpulkan perhiasan yang ditaksir senilai Rp 30 juta, para pelaku kemudian membawa ketiga korban ke bagian dapur sambil mengikat kedua tangan para korban. Mereka lalu kabur menggunakan mobil jenis Daihatsu Xenia ke arah Gresik.

Komplotan ini nyaris tertangkap saat itu, namun mereka nekat menabrak petugas Polsek Duduksampeyan yang berusaha mencegat mobil pelaku kriminal tersebut saat melintas depan mapolsek. Karena kabur, petugas lalu melesatkan tembakan ke arah mobil tersebut. Untungnya peluru hanya mengenai kaca jendela mobil.

Baca:  PT Barata Indonesia Diadili DPRD Gresik Terkait Gaji Karyawan

Karena tak berhasil menghentikan laju mobil pelaku, polisi lalu mengejar mereka ke arah Manyar. Sesampai di Desa Peganden, tiba-tiba mobil pelaku kejahatan itu berhenti dan ingin berputar arah. Melihat polisi sudah terlihat di belakang, mereka lalu turun dari mobil dan melarikan diri masuk ke semak-semak belukar. Mulai saat itulah keenam pelaku menjadi buronan polisi (DPO). Sementara mobil yang mereka pakai segera diamankan ke mapolres saat itu.

Namun seiring perjalanan waktu, satu demi satu dari mereka berhasil diringkus aparat kepolisian. Terakhir adalah tersangka M. Ali yang diringkus petugas pada Rabu (22/8) di desa kelahirannya. Tiga anggota komplotan lainnya, yakni Machfud, Jumari dan Asyari bahkan sudah menjalani hukuman di Rutan Banjarsari Cerme.

Baca:  Warga Cerme Gresik Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil

Sementara tersangka Hartono alias Rudi, yang diduga pemimpin komplotan ini tertangkap petugas Polres Tulungagung dalam kasus berbeda. Menurut rencana, tersangka asal Probolinggo itu bakal dikeler ke Gresik. Sedang satu pelaku lainnya yang biasa dipanggil Tosan, hingga kini masih buron (DPO).  Dalam proses hukum, para pelaku disangkakan melanggar Pasal 365 KUHP, yakni mengambil barang orang lain dengan menggunakan kekerasan atau dengan ancaman kekerasan. Dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun 6 bulan (did/SP)

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman