Ekonomi Gresik

Buruh Gresik Segel Rumah Bos PT Puspetindo

buruh pt puspetindo
Foto:Radar Gresik

Ratusan buruh PT Puspetindo menyegel rumah Direktur Operasional PT Puspetindo, Kresno Dwipoyono di Jl Sumatera, Perumahan Gresik Kota Baru, kemarin. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes dan kejengkelan para buruh karena uang pesangon mereka belum dibayarkan oleh pabrik yang tutup sejakl setahun terakhir.

Massa buruh mengenakan seragam PT Puspetindo mendatangi rumah Kresno Dwipoyono, sekitar pukul 09.00. Aksi ini sempat mengagetkan pengguna jalan lainnya, yang ada di sekitar lokasi. Untuk mengantisipasi aksi anarkis, aksi tersebut dijaga puluhan petugas Polres Gresik dan Polsek Kebomas. Begitu tiba di rumah mantan bos mereka, buruh kemudian memasang garis kuning dipadu hitam mirip police line.

Mereka kemudian menggelar orasi sambil mengecam sikap manajemen produsen cerobong dan tungku bejana tersebut yang dianggap melanggar UU Ketenagakerjaan. Saiful, salahsatu buruh mengatakan, penyegelan dilakukan karena perusahaannya tidak membayar pesangon mereka. “Kompensasi pesangon oleh perusahaan belum dibayarkan hingga hari ini.

Baca:  Warga Tuntut Revisi Nama Bendung Gerak Sembayat

Padahal kami telah di PHK oleh PT Puspetindo Desember tahun lalu,” katanya pada Radar Gresik. Buruh bagian produksi yang sudah 15 tahun bekerja ini merasa kecewa. “Kami diombangambingkan terus oleh perusahaan. Jadi kami para karyawan setiap harinya hanya datang ke pabrik hanya ceklok dan dudukduduk saja tanpa bekerja,”ujarnya.

Menurut Saiful, memang dirinya dan karyawan kantor lainnya mendapatkan gaji selama PHK belum terbayar. “Digaji sampai sekarang setiap bulannya Rp 2 juta. Tetapi kompensasi pesangon belum dibayar pesangon. Padahal aturan Depnaker adalah dua kali keputusan Menteri dikali masa kerja,” jelasnya.

Andi Yusuf, buruh lainnya berjanji akan terus memperjuangkan nasibnya. “Rencananya Kamis pagi kami akan mendirikan tenda keprihatinan di depan rumah Direktur Operasional Kresno Dwipoyono ini,” katanya menjelaskan rencana aksi yang akan dilanjutkan.
Andi mengakui bahwa Kresno memang menemui para pendemo lainnya. Tetapi tidak bisa ada keputusannya. “Tidak ada hasil hari ini. Keputusan masih ngambang. Kamis kami akan buat tenda sampai ada keputusan dari top management,” sahutnya.

Baca:  Pengangguran Usia Produktif di Gresik Bertambah 50 Ribu Tiap Tahun

Dikatakan Andi, bahwa semua karyawan pekerja selama ini menjual scrub sisa besi produksi untuk gajian. “Kalau tidak begitu kami tidak dapat makan sedangkan Rizaludin Tamar selaku pemegang saham tertinggi dan dirut tidak punya itikad baik untuk menyelesaikan,” tukasnya.

Sebagai catatan, PT Puspetindo merupakan pabrik yang memproduksi cerobong dan tungku bejana. Perusahaan patungan dengan PT Petrokimia Gresik ini menutup usahanya setelah kontrak kerja sama dengan PT Petrokimia Gresik berakhir.Pasca berakhirnya kontrak itu, BUMN pupuk menutup paksa pabrik dengan menempatkan barikade beton cor di depan gerbang pabrik. (san/ris/radargresik/jpnn)

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman