Uncategorized

Caleg Gagal Otak Pembacok Cabup Lamongan?

Caleg Gagal Otak Pembacok Cabup Lamongan?. Rojim, 50 tahun, yang ditangkap polisi atas sangkaan penyandang dana kasus pembacokan bakal calon Bupati Lamongan, Mujianto, 45 tahun, ternyata calon legislatif gagal.

Data di Komisi Pemilihan Umum Lamongan menyebutkan Rojim pernah mengikuti pemilihan calon legislatif DPRD tahun 2014. Ia masuk di daerah pemilihan III, meliputi Kecamatan Sugio, Babat, Kedungpring, dan Pucuk, Kabupaten Lamongan, dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Menurut Ketua KPU Lamongan Imam Ghazali, Rojim memang pernah menjadi caleg tahun 2014, tapi dia kalah bersaing dengan calon lain. ”Jadi dia memang pernah mencalonkan diri sebagai anggota DPRD,” ujarnya kepada Tempo, Minggu, 16 Agustus 2015.

Baca:  PKB Jatim Ajukan Abdul Halim Maju Pilgub Jatim 2013

Hal sama juga dikatakan Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Lamongan, Saim. Menurut dia, meski pernah mencalonkan diri menjadi anggota DPRD, Rojim tidak pernah masuk struktur PDIP Lamongan. ”Ya, dia nyaleg, tapi tidak pernah masuk struktur PDIP,” katanya, Minggu.

Rojim ditangkap tim gabungan Kepolisian Daerah Jawa Timur dan Kepolisian Resor Lamongan di Perumahan Bumi Bunder Indah, Gresik, Sabtu, 15 Agustus 2015. Polisi memeriksa Rojim atas dugaan sebagai penyandang dana pembacokan atas korban Mujianto, 45 tahun, bakal calon Bupati Lamongan, pada Senin, 10, Agustus 2015.

Penangkapan langsung dipimpin Kepala Sub-Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Unit IV Kepolisian Daerah Jawa Timur Ajun Komisaris Besar Hani Hidayat dengan beberapa personel dari Lamongan dan Surabaya.

Baca:  Tiga Gerai BlackBerry Expert Center (BEC) Hadir di Surabaya

Menurut polisi, status Rojim saat ini sudah mengarah pada tersangka. Kini, penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif di Kepolisian Resor Lamongan. “Ya, mengarah ke tersangka,” tutur Kepala Kepolisian Resor Lamongan Ajun Komisaris Besar Trisno Rahmadi kepada Tempo, Sabtu, 15 Agustus 2015.

Penangkapan atas Rojim ini bagian dari pengembangan tertangkapnya Saiful Arifin, 33 tahun, dan Edy Kamsu, 30 tahun, di Surabaya dan Lamongan pada Selasa malam, 11 Agustus 2015. Dari hasil pemeriksaan kedua tersangka, polisi melakukan pengembangan penyidikan. Lalu muncullah nama Rojim, yang diduga kuat sebagai penyandang dana kasus penganiayaan tersebut.

“Ya, dia langsung kita bawa ke Lamongan,” ucap Kepala Satuan Reserse Kepolisian Resor Lamongan Ajun Komisaris Bambang Wijaya.

Baca:  Foto Hot Mirip Polwan Briptu Rani Menyebar Lagi

Kasus pembacokan terhadap korban Mujianto terjadi di depan rumahnya di Dusun Bulak, Desa Semberaji, Kecamatan Sukodadi, Lamongan, pada Senin malam, 10 Agustus 2015. Korban mengalami luka serius pada kepala, leher, dan tangan kanan akibat dibacok pedang yang diduga dilakukan Saiful Arifin.

TEMPO

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman