Home » Ilmu Bisnis » Cara dan Prosedur Ekspor Impor Terbaru 2013
cara ekspor impor
cara ekspor impor

Cara dan Prosedur Ekspor Impor Terbaru 2013

cara ekspor impor
cara ekspor impor

Cara dan Prosedur Ekspor Impor Terbaru 2013. Ekspor dan impor saat ini sudah menjadi bagian dari sistem perekonomian di seluruh dunia. Tidak hanya negara-negara maju yang melakukan perdagangan internasional ini, bangsa Indonesia juga ikut serta dalam meramaikan perdagangan internasional tersebut.

Secara umum, ekspor dan impor saat ini diartikan sebagai suatu proses atau transaksi perdagangan dunia yang dilakukan dalam skala wilayah yang besar. Transaksi perdagangan ini meliputi barang-barang yang sangat bervariatif, mulai dari barang elektronik, kecantikan, barang setengah jadi, barang material, hingga penjualan pada hasil bumi.

Ekspor dan impor merupakan kegiatan yang mampu mendatangkan devisa negara karena adanya bea cukai yang menjadi suatu proses yang harus dilalui dalam perdagangan berskala internasional tersebut. Bea cukai ini bertugas untuk melayani masyarakat dalam hal kepabeanan dan cukai dalam perdagangan luar negeri.
Pengertian Ekspor dan Impor

Secara umum, ekspor dan impor diartikan sebagai proses perdagangan atau transaksi yang dilakukan oleh berbagai macam negara. Hal ini bisa bermanfaat bagi negara untuk meningkatkan devisa dan juga dapat memberikan keuntungan lahan usaha untuk beberapa pihak yang berkecimpung di dalamnya.

Lebih jelasnya, ekspor diartikan sebagai proses transportasi barang atau komoditas dari sebuah negara keluar dari negara lain secara legal. Umumnya, proses transportasi ini masuk ke dalam proses perdagangan.

Pada proses ekspor, suatu negara melakukan kegiatan mengeluarkan barang atau komoditas dari dalam negerinya dan mengirimnya ke negara lain. Ekspor barang yang dilakukan dalam skala atau jumlah yang besar umumnya membutuhkan campur tangan dari pemerintah yaitu bea cukai dari negara pengirim mau pun negara penerima.

Kegiatan ekspor ini merupakan bagian penting dari perdagangan internasional, karena tanpa adanya ekspor, negara tersebut hanya bisa mendapatkan barang dari luar negeri.

Sementara itu, pengertian impor merupakan proses transportasi barang atau komoditi dari negara lain yang masuk ke suatu negara secara legal. Pengertian ini sama dengan pengertian dari ekpor, namun terdapat perbedaan dalam kegiatan pelaksanaan pada impor tersebut.

Sama halnya dengan ekspor, impor juga termasuk ke dalam proses perdagangan yang meliputi berbagai macam negara yang ada di dunia. Proses impor pada umumnya adalah tindakan memasukkan barang atau komoditas dari negara lain ke dalam negaranya sendiri.

Dalam pelaksanaannya, impor barang dalam skala internasional memerlukan campur tangan bea cukai untuk melegalkan barang yang dijual. Namun, hal tersebut hanya berlaku untuk impor barang dalam skala yang tinggi atau besar.

Dari pengertian ekspor dan impor di atas, dapat disimpulkan bahwa ekspor dan impor memiliki pengertian secara umum yang sama. Kedua kegiatan tersebut sama-sama termasuk ke dalam proses perdagangan yang melibatkan seluruh negara yang ada di dunia.

Cara dan Prosedur Ekspor Impor: Definisi

Komoditas atau barang dagangan utama yang diterima dan dijual ke negara lain di Indonesia sangat lah beragam. Mulai dari bahan baku untuk industri, produk-produk di berbagai macam bidang, hingga hasil bumi yang melimpah menjadi bagian dari komoditas ekspor dan impor di Indonesia.

Baca:  Peluang Bisnis di Bulan Ramadhan 2016

Pada dasarnya komoditas atau barang jual yang diterima Indonesia merupakan barang-barang yang dibutuhkan oleh masyarakat secara luas. Selain memberikan manfaat bagi para penggunannya, komoditas ini juga dapat mendatangkan manfaat bagi para pelaku ekspor dan impor Indonesia.

Cara dan Prosedur Ekspor Impor: Komoditas Indonesia

Komoditas ekspor Indonesia merupakan barang-barang yang berasal dari dalam negeri kemudian dikirim ke negara lain untuk diperdagangakan secara legal. Komoditas ekspor yang ada di Indonesia ini beragam dan banyak, sehingga kegiatan ekspor Indonesia ini sangat menguntungkan bagi beberapa kalangan.

Berikut adalah beberapa komoditas ekspor Indonesia;

  • Hasil pertanian Indonesia, seperti kelapa sawit, cokelat, teh, kina, kopi, karet, cengkeh, dan lada.
  • Perikanan seperti ikan-ikan laut, ikan tuna, udang, bandeng, dan ikan cakalang.
  • Hasil hutan seperti rotan dan kayu. Dalam pengeksporan hasil hutan ini, barang ekspor tidak boleh dalam bentuk bahan mentahan atau bentuk kayu atau rotannya saja. Barang yang diekspor harus dalam bentuk barang setengah jadi atau bahkan barang langsung jadi.
  • Industri dan perdagangan, seperti industri tekstil dan pakaian jadi, pupuk, dan semen.
  • Hasil tambang, seperti tembaga, emas, batu bara, timah, dan alumunium.
  • Ekspor jasa, seperti pengiriman tenaga kerja Indonesia ke luar negeri. Pengiriman tenaga kerja Indonesia ini di antaranya ke Negara Hongkong, Timur Tengah, dan Malaysia. Tenaga kerja Indonesia ini disebut sebagai pahlawan devisa karena mampu mendatangkan pendapatan bagi negara yang cukup banyak dalam setiap pengiriman tenaga kerja tersebut. Tidak hanya sebagai pekerja buruh yang dikirim Indonesia ke negara lain, di era 80 hingga 90-an, Indonesia pernah mengirim tenaga pengajar ke Malaysia.

Komoditas ekspor Indonesia ke beberapa negara lain sebenarnya masih banyak lagi. Dalam segala bidang, Indonesia mampu mengirimkan barang-barang atau jasa ke berbagai negara yang membutuhkan barang-barang dari Indonesia. Maka dari itu, sudah seharusnya kita bangga terhadap bangsa Indonesia.

Cara dan Prosedur Ekspor Impor: Komoditas Impor Indonesia

Setelah melihat banyaknya barang dan jasa yang diekspor ke luar negeri, maka tidak ada salahnya jika kita melihat barang-barang impor yang dijual dari luar negeri ke Indonesia.

Masyarakat Indonesia saat ini masih belum bisa memenuhi kebutuhannya secara umumnya. Beberapa barang tidak dapat diproduksi di Negara Indonesia yang dilatarbelakangi oleh adanya keterbatasan mau pun kualitas yang kurang baik. Oleh karena itu, impor merupakan kegiatan yang juga tak kalah penting dari kegiatan ekspor di Indonesia.

Berikut adalah produk-produk yang diimpor dari beberapa negara lain ke Indonesia;

  • Pelengkap modal usaha, seperti suku cadang kendaraan bermotor, mesin-mesin dan alat berat, komputer, dan alat-alat transportasi, seperti pesawat terbang, kereta api, mobil, motor, dan lain sebagainya.
  • Dalam bidang peternakan, seperti susu dan daging. Walaupun di Indonesia sendiri banyak usaha yang bergerak di bidang peternakan, namun Indonesia masih mengandalkan barang-barang impor dalam bidang peternakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya.
  • Produk pertanian, seperti beras, kacang kedelai, buah-buahan, dan terigu. Barang-barang impor ini seringkali menjadi barang utama untuk digunakan kembali oleh masyarakat Indonesia.
  • Barang tambang, seperti minyak bumi dan gas.
  • Barang industri, seperti otomotif, barang-barang elektronik, dan bahan-bahan kimia.
  • Jasa, dalam perdagangan kali ini Indonesia banyak meminta tenaga ahli dari luar negeri dan tenaga pengajar untuk membantu beberapa bidang di Indonesia yang dirasa kurang bisa ditangani oleh masyarakat Indonesia sendiri.
Baca:  Tips Jitu Nego Bisnis Ala Ibu-ibu di Pasar yang Efektif

Dari beberapa barang dan jasa yang diimpor oleh negara lain ke Indonesia, tentu hal tersebut menjadi suatu pertanyaan. Di saat banyak kekayaan alam yang dimiliki oleh Indonesia, Indonesia malah meminta barang-barang kepada negara lain yang sebenarnya bisa dioptimalkan di Indonesia daripada negara lain. Hal inilah yang harus menjadi sebuah perhatian penting dalam ekspor dan impor di Indonesia.

Cara dan Prosedur Ekspor Impor: Manfaat Bagi Indonesia

Manfaat kegiatan ekspor dan impor bagi negara Indonesia sangatlah banyak. Ekspor dan impor di Indonesia mampu mendatangakan devisa negara yang akan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat Indonesia.

Dalam bidang industri, industri dengan dukungan perdagangan internasional atau ekspor dan impor dapat terus dikembangkan karena mendatangkan keuntungan di antara negara-negara yang melakukan kerjasama dalam bidang ekonomi. Selain itu, industri perdagangan ini juga mampu menyokong perekonomian negara yang menjadi asal-mula munculnya kegiatan ekspor impor tersebut.

Manfaat yang bisa diambil dari adanya ekspor dan impor lainnya adalah sebagai berikut;

  • Memperluas pasar bagi produk asli Indonesia
  • Memperluas lapangan pekerjaan
  • Memperoleh barang dan jasa yang tidak bisa diproduksi oleh Negara Indonesia
  • Memperoleh teknologi modern dari negara lain
  • Memperoleh bahan baku dan tenaga ahli yang bisa meningkatkan mutu negara

Manfaat dari ekspor dan impor ini bisa dirasakan oleh berbagai pihak yang bergerak dalam kegiatan ekspor impor tersebut, sehingga ada baiknya jika kegiatan ekspor dan impor ini dilakukan dengan bijaksana dan berjalan secara legal.

Kegiatan Ekspor Impor merupakan faktor penentu dalam menentukan roda perekonomian di negara kita. Seperti yang kita ketahui, Indonesia sebagai negara yang sangat kaya raya dengan hasil bumi dan migas, selalu aktif terlibat dalam perdagangan internasional.

Dalam era perdagangan global sekarang ini, arus barang masuk dan keluar sangatlah cepat.

Untuk memperlancar urusan bisnisnya, para pengusaha dituntut untuk memiliki pengetahuan yang cukup mengenai prosedur ekspor impor, baik dari segi peraturan yang selalu diperbarui terutama yang berhubungan dengan perdagangan internasional, kepabeanan, shipping maupun perbankan, yang semuanya ini saling berkaitan dan selama ini sering terjadi permasalahan di lapangan.

Baca:  Apa Itu Bill Of Lading (B/L), Mengenal BL dalam Sistem Ekspor - Impor

Sebelum membahas lebih lanjut, ada baiknya kita memahami pengertian ekspor impor.

  • Pengertian impor menurut UU Kepabeanan adalah kegiatan memasukkan barang ke dalam daerah pabean. Semua barang yang dimaksudkan adalah semua atau seluruh barang dalam bentuk dan jenis apa saja yang masuk ke dalam daerah pabean.
  • Pengertian ekspor menurut UU Kepabeanan adalah kegiatan mengeluarkan barang dari daerah pabean, dimana barang yang dimaksud terdiri dari barang dari dalam negeri (daerah pabean), barang dari luar negeri (luar daerah pabean), barang bekas atau baru.

Di dalam kegiatan ekspor impor, maka diperlukan perijinan sebagai berikut :

Persyaratan impor:

    1. Mengajukan dan mengisi formulir dengan melampirkan :
        • Copy Akte Pendirian Perusahaan yang te-legalisir.
        • SIUP
        • Domisili Perusahaan
        • NPWP
        • Neraca Awal
        • Referensi bank yang bersangkutan
        • Bukti adanya hubungan atau kontak dengan luar negeri, atau penunjukan agen (yang terdaftar di Deperindag)
        • Tanda Daftar Perusahaan

  1. Setelah data diperiksa dengan benar dan lengkap, Kanwil Deperindag menerbitkan API (Angka Pengenal Impor).

Persyaratan ekspor:

  1. Surat Ijin Usaha (SIUP) yang dikeluarkan oleh Kantor Wilayah Departemen Perindustrian dan Perdagangan Propinsi (Kanwil Deperindag), atau ;
  2. Surat Ijin Usaha (SIU) oleh Departemen Tehnis atau Lembaga Pemerintah
  3. Non Teknis lainnya berdasarkan perundang-undangan yang berlaku, dan ;
  4. Anda Daftar Perusahaan yang dikeluarkan oleh Kanwil Deperindag tingkat Propinsi.

Anda juga perlu memahami dokumen yang dibutuhkan dalam kegiatan ekspor impor, yaitu :

Dokumen impor :

  • RKSP (Rencana Kedatangan Sarana Pengangkut)
  • PIB (Pemberitahuan Impor Barang)
  • Manifest
  • Invoice
  • COO (Certificat of Origin)
  • D/0 {Delivery Order)

Dokumen ekspor :

  1. Dokumen Utama :
      • PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang)
      • B/L (Bill of Lading) untuk angkutan laut
      • Invoice
      • Packing List
  2. Dokumen Pelengkap :
    • SKA (Surat Keterangan Asal) / COO (Certificateof Origin)
    • – SM (Sertifikat Mutu)
    • – LPS- E (Laporan Pemeriksaan Surveyor – Ekspor)

Ketika membahas Ekspor Impor, maka yang terlintas adalah Proses Kepabeanan serta Bea dan Cukai sebagai badan yang bertanggung jawab sebagai pengawas dan pelaksana di lapangan.

Bea dan Cukai jelas mempunyai peran dalam melancarkan arus barang, dokuman dan orang, tetapi disadari pula bahwa hal ini tidak hanya tanggung jawab Bea dan Cukai saja, melainkan juga seluruh pihak yang terlibat seperti PPJK (Pengusaha Jasa Kepabeanan), Exportir maupun Importir.

Kata Pencarian:

prosedur ekspor impor (5),prosedur perdagangan internasional (2),cara ekspor kacang (2),prosedur ekspor barang secara legal (1),prosedur eksp (1),proseddur ekspor impor perdagangan internasional (1),prodedur ekpor impor di (1),prisedur umum transaksi impor expor (1),Pembahasan proses buku ekspor dan impor (1),gambar transaksi perdagangan internasional ekspor impor (1),gambar ekspor dan impor (1),gambar bentuk kerja sama expor (1),cara membendung impor produk pertanian (1),cara export barang ternak (1),tata cara eksport dan import barang (1)

Suarakan Pendapatmu

comments

One comment

  1. Pingin export mangga harumanis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *