Home » Griya » property » Cara Menabung DP Rumah Tanpa Riba

Cara Menabung DP Rumah Tanpa Riba

Cara Menabung DP Rumah Tanpa Riba. Nabung, nabung, dan menabung, adalah langkah lumrah yang dilakukan setiap orang ketika berencana membeli rumah. Tabungan biasanya ditujukan untuk melewati tahap pertama yakni pelunasan DP rumah yang besarannya sekitar 20%.

Bentuk menabung bisa dipraktikkan beragam oleh sebagian orang. Ada yang memilih menabung lewat deposito di bank, ada yang cenderung menyukai simpan uang di rumah, ada pula yang mengalihkannya ke bentuk reksadana saham pasar uang.

Jika target beli rumah direncanakan kurang dari tiga tahun, reksadana pasar uang diyakini mampu memberikan imbal hasil lebih tinggi dari tabungan yaitu sekitar 4%-6% per tahun.

Kelebihan reksadana pasar uang di antaranya terjangkau, sehingga dengan dana ratusan ribu Rupiah nasabah sudah dapat berinvestasi.

Di samping itu, reksadana ini dinilai paling aman dibanding jenis reksadana lainnya, namun keuntungannya juga paling kecil dibanding produk investasi lain seperti deposito.

Secara umum, deposito menduduki rata-rata keuntungan nomor dua terbesar setelah saham dengan persentase mencapai 7,21% dalam satu tahun. Artinya, peluang berinvestasi lewat deposito masih memiliki prospek menggiurkan tiap tahunnya.

Dibanding menabung sendiri, deposito dan reksadana memang menjanjikan kelipatan uang yang ‘wah’ bagi nasabah yang ingin segera membayar DP. Ini tentu karena adanya persentase bunga yang kadang meningkat dari waktu ke waktu.

Baca:  Cara Menjual Rumah yang Masih Belum Lunas KPR

Sayangnya, sebagian besar orang terutama yang beragama Islam sudah menghindari adanya praktik riba alias bunga bank. Mereka pun lebih memilih cara lain yang dianggap bersih tanpa riba.

Lantas selain menabung sendiri, adakah langkah mengumpulkan DP rumah secara tepat, cerdas, dan bisa berlipat ganda meski tanpa bunga? Kepada Rumah.com, Yasmeen Danu, perencana keuangan dari QM Planner memaparkan dua triknya.

 

Pertama, Jual Aset

“Seperti iklan salah satu toko online yang Saya lihat beberapa waktu lalu, apakah di sekitar Anda ada banyak barang elektronik yang tidak dimanfaatkan? Atau Anda memiliki aset lain yang dapat dijual? Luangkan waktu untuk duduk beberapa saat dan lihat sekeliling Anda,” tanya Yasmeen.

Baca:  Surabaya Bagian Timur Jadi Incaran Investor Properti

“Buatlah daftar barang atau aset apa saja yang bisa Anda jual agar pengumpulan DP rumah lebih cepat tercapai. Tidak masalah jika nilainya tidak terlalu besar, karena setiap rupiah berharga dan dapat menambah dana DP rumah incaran,” sambungnya.

Jika Anda masih punya tanggungan cicilan lain, evaluasi lagi apakah barang tersebut benar-benar Anda butuhkan.

Jika tidak, Anda bisa memasukkan barang tersebut ke dalam daftar barang yang ingin dijual. Uang penjualan bisa digunakan untuk melunasi sisa pinjaman tersebut dan menggunakan sisanya menambah pundi-pundi uang DP rumah.

Senada dengan Yasmeen, perencana keuangan Kaukabus Syarqiyah pun mengungkap alangkah lebih bijak bila Anda merelakan barang yang jarang terpakai dan punya nilai cukup tinggi.

“Seperti kamera SLR yang harganya lumayan mahal. Uang hasil penjualannya bisa dialokasikan untuk menambal kekurangan DP rumah,” tambahnya.

 

Baca:  Cara Mengubah Hak Pakai Properti Menjadi Hak Milik

Kedua, Program BPJS Ketenagakerjaan

Cara selanjutnya, menurut Yasmeen, adalah memanfaatkan Program Uang Muka Perumahan (PUMP) yang diadakan BPJS Ketenagakerjaan.

“Program ini bertujuan membantu nasabah mendapatkan uang muka untuk DP rumah, dengan total pinjaman mencapai Rp50 Juta plus suku bunga cicilan yang ringan,” tukas Yasmeen.

Program ini merupakan program bantuan dari Pemerintah untuk membantu masyarakat membeli properti, sehingga ada syarat dan ketentuan mengenai siapa saja yang berhak mendapat bantuan ini, antara lain:

  • Belum memiliki rumah sendiri
  • Telah terdaftar sebagai peserta BPJS minimal 1 tahun
  • Berusia diatas 21 tahun atau sudah menikah
  • Mendapat rekomendasi perusahaan dan bersedia dipotong gaji untuk membayar angsuran

Selain itu, program ini menerapkan batasan maksimal tipe rumah yang dapat nasabah beli adalah tipe 36

“Jika rumah yang Anda incar memenuhi syarat, pertimbangkan untuk mengikuti program ini untuk membantu Anda meraih uang DP lebih cepat,” ia mengakhiri. (Fathia Azkia/liputan6)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *