Home » Teknik Budidaya » Budidaya Pertanian » Cara Menanam dan Budidaya Pepaya yang Tepat dan Menguntungkan
Cara Menanam Buah Pepaya
Budidaya Pepaya

Cara Menanam dan Budidaya Pepaya yang Tepat dan Menguntungkan

Cara Menanam dan Budidaya Pepaya yang Tepat dan Menguntungkan. Selain untuk konsumsi buah segar, buah pepaya matang dapat diolah menjadi saus pepaya. Buah yang setengah matang biasanya dibuat manisan, sedangkan buah muda disayur.

Daunnya yang masih muda serta bunganya dibuat urap (lalap masak) dan buntil. Tanaman yang masih berdaun 3-5 helai dan buah muda dapat
diambil getahnya untuk papain. Papain digunakan untuk penyamak kulit serta melunakkan daging dan bahan kosmetik.

 

Budidaya Pepaya: Syarat Tumbuh

Tanaman pepaya dapat tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian 1.000 m dpl. Tanaman ini lebih senang tumbuh di lokasi yang banyak hujan (cukup tersedia air), curah hujan 1000-2000 mm per tahun dan merata sepanjang tahun.

Tanaman ini lebih senang tumbuh di lokasi yang banyak hujan (cukup tersedia air), curah hujan 1000-2000 mm per tahun dan merata sepanjang tahun. Di daerah yang beriklim kering, musim hujannya 2-5 bulan, dan musim kemaraunya 6-8 bulan, tanaman pepaya masih mampu berbuah, asalkan kedalaman air tanahnya 50-150 cm.

Tanah yang subur dengan porositas baik, mengandung kapur, dan ber-pH 6-7 paling disenangi oleh tanaman pepaya. Tanaman pepaya lebih menyukai daerah terbuka (tidak ternaungi) dan tidak tergenang air. Tanah yang berdrainase tidak baik menyebabkan tanaman mudah terserang penyakit akar.

 

Baca:  Cara Budidaya Kentang yang Tepat dan Menguntungkan

Budidaya Pepaya: Persemaian

Biji disemaikan dulu atau ditanam langsung. Budi daya tanaman Pepaya ditanam dari biji terpilih. Biji disemai di polibag kecil dan ditanam di kebun setelah berumur tiga bulan.

Seleksi dilakukan saat tanaman mulai berbunga. Dalam seleksi ini dipilih tanaman yang hanya berbunga sempurna. Seleksi ini dapat dilakukan di kebun atau saat di pot.

 

Budidaya Pepaya: Penanaman

Lubang tanam dibuat berukuran 60 cm x 60 cm x 40 cm, kemudian diisi pupuk kandang yang telah matang sebanyak 20 kg/lubang. Jarak tanam dibuat 3 m x 3 m atau 13,5 m x 2 m.

Umumnya, tanaman mulai berbunga setelah berumur tiga bulan. Bunga sempurna muncul setelah bunga ke-4. Cara penanaman lain yang biasa
dilakukan petani adalah menanam biji pepaya langsung ke dalam lubang tanam, tiap lubang ditanam 3-5 biji. Setelah bibit berumur sekitar tiga bulan, biasanya bunga jantan mulai tumbuh.

Baca:  Berkebun Hidroponik, Trend Agro di Perkotaan

Setelah itu, dilakukan seleksi, yaitu membuang tanaman berbunga jantan. Tiap lubang disisakan satu bibit yang tumbuh kekar, sehat, dan berbunga
sempurna. Bunga sempurna (dalam satu bunga ada putik dan benang sari fertill) -biasanya baru muncul setelah bunga ke-4.

Bibit yang tidak terpilih dibuang atau dipindahkan untuk sulaman pada lubang lain yang bijinya tidak tumbuh. Pemindahan bibit harus hati hati, disertai tanah yang membungkus akar bibit. Kerusakan akar bibit mengakibatkan tanaman layu/mati.

 

Budidaya Pepaya: Pemupukan

Pupuk buatan yang diberikan berupa NPK sebanyak 25—-200 g per tanaman, tergantung umurnya: Dosis pemupukan mulai dari 25 g, kemudian
meningkat dengan interval 25 g per tanaman.

Pupuk diberikan 3-4 bulan sekali. Tanaman mulai berbunga terus-menerus (tidak musiman), tetapi perlu pemberian air sekurang-kurangnya seminggu sekali bila kekeringan (musim kemarau).

 

Budidaya Pepaya: Hama dan Penyakit

Perawatan selanjutnya, membersihkan gulma/alangalang. Pembersihan kebun dengan cangkul atau traktor harus hatihati, jangan sampai merusak
akar.

Hama yang sering menyerang tanaman pepaya pada musim kemarau adalah tungau merah Tetranychus kansawai dan kutu daun yang berwarna kuning Myzus persicae. Kutu daun inilah yang menjadi vektor dan penyebar virus keriting (mosaik) yang ditakuti petani pepaya karena sukar diberantas.

Baca:  Potensi Bisnis Budidaya Jahe Gajah Menggiurkan

Penyakit yang biasa menyerang tanaman pada kondisi lembap dan suhu malam dingin adalah bercak buah Colletotrichum gloeosporioides dan penyakit busuk akar Phytophthora palmivora.

Selain itu, penyakit lain yang sering menyerang tanaman pepaya adalah layu bakteri Bacterium papayae. Tanaman yang terserang bakteri layu akan menunjukkan gejala layu mendadak, tanpa ditandai dengan menguningnya daun.

Buah yang masih muda tampak pucat dan getahnya encer sekaii. Biasanya, buah yang masih muda berguguran. Penyakit busuk akar dan layu dapat dicegah dengan drainase kebun yang baik. Hama tungau merah dan kutu daun dapat diatasi dengan menyemprotkan Kelthane 0,2%.

 

Demikian panduan memananam dan budidaya pepaya, Sebagai tanaman buah pepaya mempunyai prospek bisnis yang sangat bagus. Ketelitian dalam budidaya dan kecermatan dalam pemasaran menjadi kunci keberhasilan budidaya pepaya.

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *