Home » Teknik Budidaya » Budidaya Pertanian » Cara Menanam Pisang, Budidaya Pisang Cara Modern
Teknik budidaya pisang
Teknik budidaya pisang

Cara Menanam Pisang, Budidaya Pisang Cara Modern

Cara Menanam Pisang, Budidaya Pisang Cara Modern. Salah satu buah yang digemari oleh sebagian besar penduduk dunia adalah pisang (Musa Paradisiaca L). Buah ini digemari karena memiliki rasa yang enak, kandungan gizinya tinggi, mudah didapat, dan harganya relatif murah.

Indonesia mempunyai prospek yang baik untuk pengembangan komoditas pisang kaena iklimnya cocok untuk tanaman pisang, ketersediaan lahan, dan tenaga kerja yang melimpah.

Pisang dimanfaatkan baik dalam keadaan mentah, maupun dimasak, atau diolah menurut cara-cara tertentu. Pisang dapat diproses menjadi tepung, kripik, ‘puree’, bir (Afrika), cuka, atau didehidrasi. Daun pisang digunakan untuk menggosok lantai, sebagai alas ‘kastrol’ tempat membuat nasi ‘liwet’, dan sebagai pembungkus berbagai makanan.

 

Cara Menanam Pisang: Syarat Tumbuh

Dengan pertumbuhannya yang sangat cepat dan terus-menerus, yang akan mengakibatkan hasil yang tinggi, pisang memerlukan tempat tumbuh di iklim tropik yang hangat dan lembap.

Walaupun begitu, pisang ini sangat menarik sehingga orang menanamnya juga persis di batas daerah ekologinya, yang di tempat itu kecepatan tumbuh rata-ratanya hanya dapat mendukung hasil yang minim saja.

Suhu merupakan faktor utama untuk pertumbuhan. Di sentra-sentra produksi utamanya suhu udara tidak pernah turun sampai di bawah 15°C dengan jangka – waktu yang cukup lama; suhu optimum untuk pertumbuhannya adalah sekitar 27°C, dan suhu maksimumnya 38°C.

Kebanyakan pisang tumbuh baik di lahan terbuka, tetapi kelebihan penyinaran akan menyebabkan terbakar-matahati (sunburn). Dalam keadaan cuaca berawan atau di bawah naungan ringan, daur pertumbuhannya sedikit panjang dan tandannya lebih kecil.

Pisang sangat sensitif terhadap angin kencang, yang akan merobek-robek daunnya, menyebabkan distorsi tajuk dan dapat merobohkan pohonnya. Diperlukan pasokan air yang ajek untuk pertumbuhan optimalnya. curah hujan hendaknya 200-220 mm, dan kelembapan tanahnya jangan kurang dari 60-70% dari kapasitas lapangan, jadi sebagian besar lahan memerlukan pengairan tambahan.

Tanah yang paling baik untuk pertumbuhan pisang adalah tanah liat yang dalam dan gembur, yang memiliki pengeringan dan aerasi yang baik. Kesuburan yang tinggi akan sangat menguntungkan dan kandungan bahan organiknya hendaknya 3% atau lebih. Tanaman pisang toleran terhadap pH 4,5-7,5.

 

Cara Menanam Pisang: Pembibitan

Pisang umumnya diperbanyak dengan anakan. Anakan yang berdaun pedang-lah yang lebih disenangi petani, sebab pohon pisang yang berasal dari anakan demikian akan menghasilkan tandan yang lebih besar pada panen pertamanya (tanaman induk).

Bonggol atau potongan bonggol juga digunakan sebagai bahan perbanyakan. Bonggol ini biasanya dibelah dua dan direndam dalam air panas (52°C) atau dalam larutan pestisida untuk membunuh nematoda dan penggerek sebelum ditanamkan.

Kini telah dikembangkan kultur jaringan untuk perbanyakan secara cepat, melalui ujung pucuk yang bebas-penyakit. Cara ini telah dilaksanakan dalam skala komersial, tetapi adanya mutasi yang tidak dikehendaki menimbulkan kekhawatiran.

Rekayasa bioteknologi pisang dengan kultur jaringan mempunyai keunggulan sebagai berikut:

  • Bibit pisang bebas dari infeksi penyakit seperti virus dan nematoda sehingga secara ekonomi lebih menguntungkan
  • Persentase hidup tanaman relatif tinggi (95%).
  • Umur berbuah lebih cepat 3-4 bulan dibandingkan dengan cara lain
  • Tanaman lebih seragam dan sesuai dengan sifat induknya
  • Waktu panen serentak sehingga memudahkan pemasaran

 

Cara Menanam Pisang: Penyiapan lahan

Lahan untuk tanaman pisang harus disiapkan dengan baik agar dapat menjadi media pertumbuhan yang subur. Pekerjaan pengolahan lahan untuk tanaman pisang tersebut antara lain:

  • Pembajakan tanah, untuk membongkar tanah dengan kedalaman kurang lebih 7cm agar menjadi media yang baik untuk perakaran tanaman.
  • Penggaruan, yakni penghancuran bongkahan-bongkahan tanah dan meratakan tanah. Penggaruan dilakukan setelah pemotongan dan pembalikan tanah.
  • Penggalian lubang tanam, umumnya lubang tanam pisang berukuran 60cm X 60cm X 60cm.

 

Cara Menanam Pisang: Penanaman

Penanaman pada umumnya dilakukan pada awal musim hujan. Kebutuhan bibit pisang untuk luas penanaman satu hektar tergantung pada jarak tanamnya. Untuk jarak tanam 6mX6m dibutuhkan 1.700 bibit, jika jarak tanam 5m x 5m dibutuhkan 2.000 bibit, sedangkan jarak tanam 4m x 4m dibutuhkan 2.500 bibit.

Bahan perbanyakan biasanya ditanamkan sedalam 30 cm. Pisang dapat dijadikan tanaman utama atau tanaman pencampur pada sistem tumpang sari.

Pisang biasanya ditanam sebagai tanaman perawat (nurse drop) untuk tanaman muda coklat, kopi, lada, dan sebagainya. Juga dapat digunakan sebagai tanaman sela pada perkebunan karet atau kelapa sawit yang baru dibangun, atau ditanam di bawah pohon-pohon kelapa yang telah dewasa.
Jika ditanam sebagai tanaman utama, pisang biasanya ditumpangsarikan dengan tanaman semusim.

 

Cara Menanam Pisang: Pemeliharaan

Penyiangan berulang-uiang diperlukan sampai pahon-pohon pisang dapat menaungi dan menekan gulma. Gulma diberantas dengan caracara mekanik (dibabat, dibajak, – dan sebagainya) atau dengan tangan: Herbisida pratumbuh cukup efektif, dan jika tanaman telah mencapai tinggi 1,5 m atau lebih, dapat digunakan herbisida kontak.

Pisang memerlukan sejumlah besar hara. Di pekarangan pemakaian pupuk kandang dan kompos dianjurkan, yang dikombinasikan dengan 0,25 kg urea dan kalium nitrat (muriate of potash) setiap tiga bulan untuk masing-masing rumpun.

Pengairan diperlukan di areal yang memiliki musim kemarau panjang, tetapi juga jika curah hujannya kurang dari 200-220 mm bulan. Air dapat dialirkan melalui parit atau disemprotkan; kini pengairan-tetesan (drip irrigation) telah banyak diterima.

Selama putaran pemangkasan ringan, daun-daun yang layu dipotong agar diperoleh mulsa dan untuk menghindari sumber infeksi melalui penyakit-penyakit daun.

 

Cara Menanam Pisang: Pengurangan anakan

DI perkebunan skala komersial beberapa tindakan lain dilakukan untuk mempertahankan produktivitas yang tinggi dan untuk menjamin buah berkualitas baik untuk pasaran (ekspor). Tindakan-tindakan itu mencakup pembuangan anakan, pembuangan tunggui-tunggul, pemotongan jantung pisang, dan pengurangan tandan buah.

Setiap 6-12 minggu tanaman pisang dibuangi anakannya, hanya ditinggalkan satu tanaman induk (yang sedang berbuah), satu batang anakan (yang
tertua), dan dalam hal tanamansirung (ratoons), satu tanaman cucu.

Pada kepadatan yang rendah, setiap rumpun dapat berisi 2 batang induk berikut 2 anakannya. Jadi, untuk menghindari berjejalnya batang, dan untuk
mengatur panen yang berurutan dalam setiap rumpun, satu anakan disisakan pada satu pohon induk setiap 6-10 bulan (atau lebih untuk daerah beriklim sejuk) untuk menghasilkan tandan berikutnya.  Hanya anakan yang sehat dan tertancap dalam yang boleh disisakan.

Penyangga atau tali dapat memberikan dukungan tambahan bagi tanaman yang berisi tandan buah; topangan ini akan menghindarkan tanaman dari patahnya batang karena keberatan oleh tandan. Jantung pisang hendaknya segera dibuang setelah 2 sisir terakhir dari tandan itu muncul.

Pada waktu yang bersamaan, satu atau dua sisir terakhir mungkin perlu dibuang untuk meningkatkan panjangnya masing-masing buah pisang yang tersisa, dan tandan itu mungkin perlu dikarungi. Karung itu dapat berupa kantung plastik yang telah diberi insektisida, maksudnya untuk menghindari kerusakan oleh serangga, burung, debu, dan sebagainya, dan untuk menaikkan suhu tandan, memajukan pertumbuhan buah, terutama untuk daerah beriklim dingin.

 

Cara Menanam Pisang: Penyakit dan Hama

  • Sigatoka kuning atau bercak daun merupakan salah satu penyakit yang paling berbahaya. Penyakit ini disebabkan oleh Mycosphaerella musicola (tahap konidiumnya disebut Cercospora musae) yang endemik untuk Asia Tenggara, dan hanya dijumpai pada pisang. Bercak daun ini menyebabkankematian dini sejumlah besar daun pisang, menyebabkan tandan buah mengecil dengan sedikit sisiran, dan individu buah
    pisang yang kurang penuh.
  • Penyakit layu Fusarium atau penyakit Panama disebabkan, oleh Fusarium oxysporum f. cubense. Penyakit ini berupa jamur tanah yang meriyerang akar kultivar kultivar pisang yang rentan, dan menyumbat sistem pembuluh, sehingga tanaman akan layu. Satu-satunya cara
    pemberantasan ialah penghancuran fisik atau kimiawi (herbisida) pada tanaman yang terserang dan tetanggatetangganya; lahan hendaknya
    dikosongkan dan dipagari, serta dikucilkan dari penanaman dan aliran pengairan.

 

Serangga hama yang paling berbahaya adalah kumbang penggerek pisang (Cosmopolitis sordidus). Hama ini berasal dari Asia Tenggara, tetapi telah tersebar ke semua areal penanaman pisang. Yang paling merusak adalah Iarvanya: larva-larva itu menggerek bonggol dan menjadi pupa di lorong-lorong yang dibuatnya. Sebagian besar jaringan bonggol akan rusak, akibatnya akan menurunkan kemampuan pengambilan air dan hara, juga kemampuan tertancapnya tanaman.

Serangga dewasanya meletakkan telur pada jaringanjaringan bonggol atau di sekitarnya. Langkah pemberantasannya mencakup pencacahan bonggol
dan batang semu agar pembusukan berlangsung lebih cepat, menjerat dan menangkap serangga-serangga dewasa, menggunakan bahan perbanyakan yang tidak terserang, merusak tempat berlindung dan tempat makan serangga dewasa dengan cara menjaga kebersihan lahan di sekitar tanaman, dan
menggunakan insektisida.

 

Cara Menanam Pisang: Pemanenan

Buah pisang dipanen ketika masih mentah. Pemetikan yang dilakukan pada tingkat kematangan yang tepat akan menghasilkan buah pisang yang
prima. Tanda-tanda buah pisang yang mempunyai tingkat kematangan cukup antara lain:

  • Buah tampak berisi dan bagian tepi buah sudah tidak ada lagi
  • Pada sisir buah bagian atas sudah ada yang matang sekitar 2-3buah
  • Tangkai pada putik telah gugur

Tingkat kematangan diperkirakan dari adanya sikusiku pada individu buah; buah yang penampang melintangnya lebih bulat berarti lebih matang. Sewaktu berat buah meningkat dengan cepat sejalan dengan menghilangnya siku-siku pada buah, buah pisang juga menjadi lebih rentan terhadap kerusakan selama pengangkutan, dan buah itu tidak dapat bertahan lama, karenanya harus dipetik lebih awal.

Untuk memanen pisang diperlukan 2 orang, si pemanen dan si pengumpul. Si pengumpul menyandang bantalan bahu untuk menahan jatuhnya tandan setelah si pemanen menusuk batang pisang dengan parang, sehingga bagian atas pohon beserta tandannya merunduk.

Diperlukan satu galah bambu untuk menopang tandan sampai menyentuh bantalan di bahu: Setelah tandan itu merendah dengan cara begitu, si pemanen memotong gagang tandan dengan menyisakan sebagian gagang yang masih berada pada tandan, yang digunakan sebagai pegangan.

Tandan-tandan itu kemudian diangkut dengan hati-hati ke ruangan pengepakan melalui sistem kabel atau dengan gerobak yang ditarik oleh traktor.

Kata Pencarian:

budidaya pisang digresik (1),budidaya pisang modern (1),cara berkebung pisang modern (1),cara budidaya pisang secara modereng (1),cara unik pemupukan pohon pisang (1),pisang modern (1)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *