Nasional

Daftar Nama Pejabat Penerima Duit Korupsi E-KTP

Daftar Pejabat Penerima Dana Korupsi E-KTP. Aliran dana suap proyek e-KTP mengalir deras ke sejumlah anggota DPR, birokrat, dan pengusaha, tapi Ketua DPR RI Setya Novanto yang saat itu menjabat sebagai sebagai ketua Fraksi Golkar mendapatkan jatah terbanyak yakni Rp 574 miliar.

Membacakan dakwaan untuk Irman dan Sugiharto, mantan dua pejabat Kemendagri untuk perkara dugaan kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, hari ini, jaksa penuntut umum KPK, Irene Putri menyebut nama puluhan orang penerima suap kasus tersebut.

Berikut nama-nama 10 besar penerima dana proyek e-KTP dalam surat dakwaan Irman dan Sugiharto:

1. Setya Novanto Rp 574 miliar

2. Anas Urbaningrum US$ 5,5 juta

3. Gamawan Fauzi US$ 4,5 juta dan Rp 50 juta

4. Chaeruman Harahap US$ 584 ribu dan Rp 26 miliar

Baca:  Deklarasi Partai Syariah 212, Kamu Minat Gabung Ndak?

5. Diah Anggraini US$ 2,7 juta dan Rp 22,5 juta

6. Melcias Marchus Mekeng US$ 1,4 juta

7. Olly Dondokambey US$ 1,2 juta

8. Mirwan Amir US$ 1,2 juta

9. Agun Gunandjar Sudarsa selaku anggota Komisi II dan Banggar DPR US$ 1,047 juta

10. Tamsil Lindrung US$ 700 ribu.

 

Peran Besar Setya Novanto di Korupsi E-KTP

Nilai proyek e- KTP sebesar Rp 5,84 triliun‎ merupakan usulan dari mantan ketua umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, bendahara umum Demokrat, Nazarudin, mantan ketua Fraksi Golkar Setya Novanto (saat ini Ketua DPR) dan pengusaha (spesialis proyek di Kemendagri) Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Baca:  Menteri Perdagangan Era SBY Kaget dengan Strategi Cerdas Jokowi

Jaksa penuntut dari KPK, Irene Putri mengungkapkan hal itu, saat membacakan dakwaan untuk Irman dan Sugiharto, dua pejabat Kemendagri di persidangan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP di Pengadilan Tipikor, Jakarta, hari ini.

“Guna merealisasikan pemberian fee tersebut, Andi Narogong membuat kesepakatan dengan Setya Novanto, Anas Urbaningrum, Muhammad Nazaruddin tentang rencana penggunaaan anggaran e-KTP senilai Rp 5,84 triliun setelah dipotong pajak sebesar 11,5%,” kata Irene.

Irman adalah mantan dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Sugiharto adalah mantan direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Dukcapil Kemendagri. Keduanya didakwa melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dalam proyek pengadaan e-KTP tahun anggaran 2011-2012 sehingga negara dirugikan Rp2,3 triliun.

Baca:  Beda Kunjungan Jokowi VS Fadli Zon yang Bikin Ngakak

Menurut Irene, setelah penetapan angka tersebut, Andi mendapatkan restu untuk mengendalikan proyek e- KTP dengan syarat memberikan fee kepada beberapa anggota DPR dan pejabat Kemendagri.

Dia juga berperan menjadi penghubung antara Kemendagri, Komisi II dan perusahaan penggarap proyek e-KTP.

Selanjutnya mantan  menteri dalam negeri, Gamawan Fauzi menunjuk konsorsium Perum Percetakan Negara Republik Indonesia atau PNRI sebagai pemenang untuk mengerjakan proyek tersebut. Konsorsium PNRI memberikan penawaran harga Rp 5.841.896.144.993.

Tapi pada kenyataannya, pengerjaan proyek e-KTP tak sepenuhnya dikerjakaan konsorsium PNRI, melainkan disubkontrakkan ke perusahaan lain.

“Dalam pelaksanaannya konsorsium PNRI juga tidak dapat memenuhi target minimal pekerjaan sebagaimana yang ditetapkan dalam kontrak,” kata Irene.

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman