Home » Gresik » Pendidikan Gresik » Daftar Ulang PSB di Gresik, Waspadai Pungutan Liar
pungli gresik

Daftar Ulang PSB di Gresik, Waspadai Pungutan Liar

Daftar ulan psb di Gresik, waspadai pungutan liar. Kalangan DPRD Gresik mengingatkan Dinas Pendidikan (Dindik) agar tidak terjadi pungutan liar (pungli) saat daftar ulang penerimaan siswa baru (PSB).

Wakil rakyat itu mengancam memanggil paksa SKPD pimpinan Mahin itu jika masih terjadi pungli PSB. Anggota Fraksi Demokrat DPRD Gresik Syaiful Fuad mengatakan, pungli yang terjadi melemahkan sistem pendidikan di Gresik.

Karena itu, pihaknya memperingatkan Dindik agar masa daftar ulang dan PSB tahun ini tidak ada laporan pungli. “Masih banyak pungli di sekolah-sekolah dengan berbagai macam kedok dan modus. Karena itu, ke depan jangan sampai ada pungli lagi dengan berbagai macam kedok, cara, dan modus,” kata Syaiful Fuad, kemarin.

Baca:  Bupati Gresik Diminta Mencopot Kepala Sekolah Nakal

Hal sama juga disampaikan Anggota Fraksi PDIP DPRD Gresik Jumanto. Pihaknya mewanti-wanti jangan sampai ada pungli di dunia pendidikan. Bahkan, politikus asal Kecamatan Dukun itu minta pungli tidak dilakukan saat ini namun sampai lima tahun mendatang pemerintahan kedua Sambari-Qosim.

“Kami meminta tidak ada pungutan-pungutan liar (pungli) di dunia pendidikan selama lima tahun ke depan. Biaya personal, LKS (lembar kerja siswa) dan buku pelajaran semuanya bisa dianggarkan di dalam APBD Kabupaten Gresik, termasuk siswa penyandang disabilitas,” katanya.

Apalagi, kata Jumanto, larangan pungli di sekolah dengan kedok apa pun tertuang dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah).

Karena itu, bila dalam perjalanannya lima tahun ke depan terdapat laporan pungli di sekolah, hal itu akan menggerus kepercayaan publik terhadap pemerintahan SQ. Menurut Jumanto, anggaran pendidikan dalam satu periode masa jabatan bupati dan wakil bupati dinilai minim.

Baca:  Siswa SMA NU 1 Gresik Menggelar Acara Doa Untuk Korban Sukhoi

Karena itu, persoalan ini harus diperhatikan demi kemajuan pendidikan di Gresik. Caranya dengan menambah anggaran sektor pendidikan. “Komposisi anggaran pendidikan selama lima tahun sangat kurang. Dari total belanja langsung daerah sebesar 62 persen untuk pendidikan hanya 7 persen. (Koran sindo| ishadi Ik)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *