Home » Gresik » Ekonomi Gresik » Dari 24 Ribu Nelayan Gresik yang Dapat Asuransi Cuma 10 Ribu Orang
nelayan gresik

Dari 24 Ribu Nelayan Gresik yang Dapat Asuransi Cuma 10 Ribu Orang

Dari 24 Ribu Nelayan Gresik yang Dapat Asuransi Cuma 10 Ribu Orang. Cuaca yang berubah-ubah membuat nelayan di wilayah Gresik sulit mendapatkan tangkapan ikan. Tiba-tiba hujan deras disertai angin kencang dan gelombang tinggi. Belum lagi jika jaring ditabrak kapal barang yang melintas di jalur pelayaran barat Surabaya.

Tapi, belum semua nelayan di Gresik mendapatkan asuransi. Seperti kegiatan para nelayan di Kelurahan Lumpur, Gresik selama musim cuaca buruk hanya memperbaiki perlengkapan nelayan.

Seperti, membersihkan yang ada di dalam perahu, memperbaiki jaring dan memperbaiki mesin. Jika nelayan nekat melaut harus berhitung tentang biaya dan kesehatan.

nelayan gresik

Untuk berangkat melaut diperlukan modal yang jumlahnya mencapai Rp 500.000 lebih.

Baca:  UMK Gresik 2013 Digedok Rp 1.740.000

Untuk membeli bahan bakar dan kebutuhan makan. “Tabgkapan sepi, angin kencang dan hujan lebat. Terkadang saat hujan juga tidak melaut sebab gelombang tinggi,” kata Salim, warga Lumpur, saat membersihkan perahu nelayannya, Minggu (25/9/2016).

Jumlah nelayan di Kabupaten Gresik mencapai 24 ribu lebih. Kehidupan mereka hanya menggantungkan hasil tangkapan di laut.

Sehingga diharapkan ada bantuan dari pemerintah untuk membantu nelayan yang setiap tahun pasti terkena bencana alam.

“Anggota nelayan kami mencapai 24.000 orang lebih. Satu perahu ada yang dimiliki lebih dari dua orang. Dari 24.000 ini yang mendapatkan asuransi dari pemerintah pusat bari 10.000 orang. Berkasnya sudah saya kirimkan ke Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Gresik,” kata Ketua Himpunan Nelayan Kabupaten Gresik Suma’un.

Baca:  Ke Gresik, Gus Ipul Audiensi dengan Nelayan Desa Kroman

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik, Abu Hassan, mengatakan bahwa untuk bencana alam gelombang tinggi belum ada bantuan sebab, para nelayan bisa beralih pekerjaan yang lainnya.

“Kalo gelombang tinggi belum ada sumbangan, sebab nelayan ada yang beralih pekerjaan waktu musim laut tidak menguntungkan. Semisal usaha sampingan membuka industri rumah tangga. Sedangkan untuk bencana alam angin puting beliung dan kebakaran sudah beberapa kali kita berikan,” kata Abu Hassan. (surya Online | Tribunnews.com)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *