Uncategorized

Data Intelijen Jokowi Tumpul, Pilih Calon Kapolri Bermasalah

Data Intelijen Jokowi Tumpul, Analisis Informasi Lemah. Penetapan status tersangka Calon Kapolri Budi Gunawan oleh KPK, memerlihatkan lemahnya sistem pengelolaan dan analisis informasi di lingkungan Presiden. Seorang Presiden seharusnya memeroleh informasi dan analisis yang lengkap dan valid tentang berbagai hal yang akan digunakannya untuk mengambil suatu keputusan.

“Di sini saya melihat para pembantu dan bawahan Presiden yang bertanggung jawab menyuplai informasi track record calon Kapolri dan yang bertanggung jawab menganalisis kemungkinan apabila Budi Gunawan diangkat menjadi Kapolri, ternyata tidak bekerja dengan baik. Sistem pengelolaan dan analisis informasi di lingkungan Presiden mandul,” ujar Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahudin sebagaimana dilansir oleh JPNN Selasa (13/1).

Penetapan BG sebagai tersangka menurut Said, juga memerlihatkan insting politik Jokowi sebagai seorang Presiden, lemah. Karena tidak memiliki naluri meramalkan suatu keadaan yang akan terjadi. “Saya tidak mengatakan Jokowi harus punya kemampuan meramal seperti seorang dukun, tetapi seorang pemimpin negara sudah semestinya punya kemampuan membuat kalkulasi-kalkulasi. Karena dia-lah pengambil keputusan dan kebijakan negara,” ujarnya.

Baca:  Calon Kapolri Ditetapkan Jadi Tersangka KPK

Kompolnas sebagai pihak yang mengusulkan nama Budi Gunawan kepada Presiden, kata Said, juga patut dicurigai tidak bekerja secara profesional. Seharusnya mereka terlebih dahulu melakukan kajian yang mendalam untuk mengetahui detail sosok BG, sehingga sampai pada kesimpulan bahwa orang tersebut tidak layak diusulkan menjadi calon Kapolri.

“Intelejen kita tumpul. Benar bahwa kerja KPK itu sangat rahasia, tetapi intelejen seharusnya sudah bisa mendeteksi serta memrediksi kemungkinan BG akan ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Salah satu fungsi intelejen kan menghimpun data dan informasi, menganalisisnya, lalu kemudian melaporkan hasil kerjanya kepada Presiden,” katanya.

Sementara itu, Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) menganggap bila penetapan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai tersangka korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah berdasarkan data yang akurat.

“Saya kira KPK tentu memiliki data yang sudah ditindaklanjuti sehingga bisa menetapkan apa yang sudah dirilis tadi siang,” ungkap Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Ronny Franky Sompie di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (13/1/2015).

Baca:  Apindo Minta Perusahaan Penyedia Jasa Outsourcing Diatur

Dikatakannya isu rekening gendut yang ramai dibicarakan sejak 2010 berdasarkan Laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Keuangan (PPATK) lalu dianggap Polri sudah selesai karena sudah ditindaklanjuti. Bahkan pada masa Kapolri Bambang Hendarso Danuri, hasilnya sudah diserahkan kembali kepada PPATK. “Hasilnya sudah diserahkan ke PPATK, tidak ada hal yang perlu ditindaklanjuti,” ucapnya.

Selama melakukan analisis terkait rekening gendut orang yang kini menjabat sebagai Kepala Lembaga Pendidikan Polri (Kalemdikpol) tidak ada pidana yang diproses di Bareskrim. Tetapi bila memang ditemukan indikasi pidan oleh KPK, Mabes Polri menyerahkan sepenuhnya kepada lembaga yang kini dipimpin Abraham Samad tersebut.

“Kalau memang ada indikasi pidana yang sedang dilakukan dalam proses penyelidikan dan ada bukti permulaan penetapan tersangka itu kita serahkan ke KPK,” ujarnya. (JPNN/Tribunnews)

Baca:  Kenal di Facebook, Gadis ABG 15 tahun "Dinodai" 6 Kali

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman