Home » Pilkada Gresik 2015 » Debat Pilkada Gresik, Berkah Kritik SQ Terkait APBD

Debat Pilkada Gresik, Berkah Kritik SQ Terkait APBD

Debat Pilkada Gresik, Berkah Kritik SQ Terkait APBD. Para pasangan calon (paslon) pemilihan kepala daerah (Pilkada) Gresik langsung terlibat saling serang saat debat pertama kali yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik, di Wahana Ekspresi Pusponegoro (WEP), Rabu (28/10/2015).

Debat yang berlangsung 90 menit itu juga digunakan masing-masing paslon mengumbar janji dan jargon dengan visi dan misinya dihadapan moderator dan para pendukungnya serta tamu undangan. Dari ketiga paslon yang tampil, baik itu Sambari Halim Radianto-M.Qosim (SQ), Husnul Khuluq-Achmad Rubaie (Berkah), dan Ahmad Nurhamim-Junaidi (Arjuna). Yang menjadi perhatian adalah paslon SQ dengan Berkah.

Dalam debat secara terbuka, kedua paslon itu saling sindir mengenai soal anggaran pendapatan belanja daerah (APBD). Pada saat moderator memberikan kesempatan pertanyaan ke masing-masing paslon.

Baca:  Libatkan Anak-anak dalam Kampanye, Berkah Disemprit Panwas

Cabup incumbent Sambari Halim Radianto langsung bertanya ke Cabup Husnul Khuluq terkait APBD.

“Selama saya memimpin bersama Pak Qosim APBD Gresik yang dulunya cuma di angka Rp 900 miliar. Namun, kini telah meningkat tajam menjadi Rp 2,7 triliun. Jika nanti kami terpilih kembali menargetkan peningkatan APBD Gresik menjadi Rp 8 triliun,” janji Sambari dihadapan Husnul Khuluq dan pendukungnya.

Menanggapi pertanyaan itu, Cabup Husnul Khuluq langsung meng-counter pertanyaan Cabup incumbent Sambari Halim Radianto. Terkait dengan itu, dirinya malah mengkritik kepemimpinan SQ.

Pasalnya, selama 5 tahun kenaikan APBD Gresik lebih disebabkan adanya kebijakan baru pengalihan PBB yang semula ditangani provinsi dan pemerintah pusat. Kini ditangani pemerintah daerah masing-masing.

Baca:  Nurhamim - Junaedi Lengkapi Berkas Maju Pilkada Gresik 2015

“Seharusnya APBD Gresik 2015 tidak cuma Rp 2,7 triliun, tapi lebih dari itu. Jika nanti diberi amanah memimpin Gresik lima tahun kedepan akan menambah cluster-cluster pajak yang hasilnya nanti diberikan untuk kesejahteraan masyarakat Gresik,” tutur Husnul Khuluq.

Sebelumnya, di segmen pertama ketiga paslon tersebut lebih banyak berbicara normatif terkait persoalan pendidikan, keagamaan, sosial, investasi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gresik. [dny/ted/BeritaJatim]

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *