Media Watch

Dedikasi Wartawan Tempo Diganjar Penghargaan AFP Kate Webb Prize

Dedikasi Wartawan Tempo Diganjar Penghargaan AFP Kate Webb Prize. Wartawan Tempo Stefanus Teguh Edi Pramono diganjar penghargaan AFP Kate Webb Prize. Penghargaan itu diberikan Agence France-Presse Foundation atas liputan jurnalistik Pramono tentang konflik Suriah dan perdagangan narkoba di Jakarta.

“Saya bukan pemberani, seringkali saya keringat dingin ketika berada di Suriah dan saat liputan tentang narkoba di Jakarta. Tapi itu hal yang harus saya lakukan,” kata Pramono mengomentari penghargaan yang diraihnya, Rabu, 5 Juni 2013.

Meskipun tidak memiliki pengetahuan tentang bahasa Arab, Pramono telah melahirkan foto dan artikel jurnalistik yang luar biasa selama liputannya di Suriah pada 2012 lalu. Saat berada di negara konflik itu, dia mengaku selalu diselimuti rasa takut. Tapi liputan ini memperkaya pengalamannya sebagai wartawan. Di Suriah-lah, Pram pertama kali melihat langsung kejadian baku tembak, orang terbunuh, dan para anak kecil yang menjadi korban perang.

Baca:  Ini Cara Wartawan Abal-abal Memeras Pejabat Hingga Kepala Desa

wartawan tempoSecara jujur dia mengungkapkan, hal yang paling sulit ia taklukan ketika berada di wilayah konflik adalah rasa takutnya sendiri. Menurutnya, ketika berinteraksi dengan berbagai narasumbernya, ia harus memposisikan diri setenang mungkin dan banyak tersenyum agar bisa menggali cerita. “Saya selalu mengucapkan salam,” ujar Pram.

Di tahun yang sama, lelaki gondrong ini juga melakukan tugas jurnalistiknya ke Kampung Ambon, sebuah daerah di Jakarta yang dikenal sebagai kampung narkoba. “Ketika memasuki perkampungan, tangan saya mendadak menjadi dingin. Ketika itu saya sadar resikonya adalah nyawa, karena berhadapan dengan mafia,” katanya. Dari liputan di Kampung Ambon, Pram berhasil mengungkap seluk-beluk perdagangan narkoba di Kampung Ambon.

Baca:  Kisah Kusrin Pembuat TV Kini Jadi Incaran Jokowi Dan Iklan

“Dia salah satu jurnalis terbaik kami. Dia orang yang tenang dan pengamat yang hebat. Dia pantas meraih penghargaan itu,” kata Hermien Y. Kleden, editor eksekutif Tempo. Direktur AFP untuk Asia Pasifik, Gilles Campion, memuji keberanian Pramono. “Pram adalah jurnalis muda yang punya determinasi untuk mengungkap cerita-cerita yang penting, meskipun itu berarti harus menempatkannya pada risiko terluka atau terkena serangan,” kata Campion.

AFP Kate Web Prize adalah penghargaan yang diberikan untuk wartawan atas kerja jurnalistik yang dianggap luar biasa di wilayah yang berbahaya maupun kejadian yang sulit. Penghargaan ini diambil dari nama Kate Webb, seorang koresponden AFP yang meninggal pada 2007 pada usia 64 tahun. Atas prestasinya, Pram berhak meraih hadiah 3 ribu euro atau sekitar US$ 3.900. (Tempo.co/FANNY FEBIANA I AMIRULLAH)

Baca:  Banyak Wartawan yang Masih Digaji dibawah Upah Buruh

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman