Uncategorized

Demam Berdarah Mengintai, Dua pasien di Gresik Meninggal

Demam berdarah masih mengintai dan korban meninggal yang diakibatnya meningkat. Bahkan kapasitas rawat inap di RS Ibnu Sina tak bisa menampung pasien demam berdarah. Akibatnya sebagian harus dirawat di lorong-lorong rumah sakit. “Tahun ini jumlahnya meningkat dari tahun sebelumnya, tapi belum tergolong kejadian yang luar biasa,” ucap Kepala Dinas kesehatan Gresik, dr.Sugeng Widodo, saat dihubungi Radar Gresik Selasa (2/3).

Berdasarkan data dinas kesehatan jumlah penderita BD sepanjang Januari hingga Maret 2013 meningkat dibanding bulan yang sama tahun 2012. Hingga Maret 2013 sudah tercatat ada 252 orang terserang BD. Dua orang diantaranya meninggal. Sedangkan Januari hingga Maret tahun 2012 lalu tercatat 115 orang terkena DB dengan korban meninggal 2 orang.

Baca:  4 Gejala Khas Pembeda Virus Zika dan DBD

Menurut Sugeng, Dinkes dalam waktu dekat ini akan melakukan foging massal di beberapa kecamatan yang termasuk endemis. Tercatat, ada tiga kecamatan yang masuk kategori endemis diantaranya Kecamatan Gresik, Kecamatan Kebomas, Kecamatan Manyar. “Rencana melakukan foging saya harapkan bisa dilakukan lebih cepat. Sehingga, bisa menjadi upaya pencegahan lebih dini agar DB tidak menjangkiti warga yang lain,” ungkapnya.

Ditambahkan Sugeng, fakta meningkatnya jumlah penderita tahun ini, membuat pihak Dinkes dan masyarakat patut waspada. “Kita semua patut waspada, dan harus mulai melakukan berbagai upaya pencegahan terhadap berkembangnya nyamuk Aedes Aegypti dengan cara memperhatikan lingkungan sekitar kita,” Katanya.

Terkait dengan daya tampung kamar perawatan RS Ibu Sina, pihak managemen rumah sakit Ibnu Sina belum bisa dikonfirmasi. Baik Direktur RS Ibnu Sina dr Endang Puspitowati maupun humas dr Sandra tak bersedia dikonfirmasi. Sementara Ketua Komisi D DPRD Gresik Chumaidi Maun, persoalan perluasan kapasitas rawat inap khususnya kelas tiga untuk tahun 2013 telah dianggarkan Rp 10 miliar.

Baca:  Menguak Fakta Trend Batu Akik yang Anjlok dan Menurun

Namun perluasan ini tidak akan banyak berpengaruh jika pemkab tidak segera melakukan kerjasama dengan pihak rumah sakit swasta. “Kami telah mendesak agar ada kerjasama dengan rumah sakit swasta agar pasien tak mampu bisa dilayani juga di rumah sakit swasta,” kata Chumaidi. (dikutip dari Koran Radar Gresik 03/04/2013)

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman