Home » Gresik » Ekonomi Gresik » Demo Buruh Gresik Tuntut Hak-hak Normatif dan Upah layak
demo buruh gresik

Demo Buruh Gresik Tuntut Hak-hak Normatif dan Upah layak

demo buruh gresikDemo Buruh Gresik Tuntut Hak-hak Normatif dan Upah layak. Ratusan buruh yang tergabung dalam Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia-Konggres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (SPBI- KASBI) Gresik, melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Gresik, Jl Dr Wahidin Sudirohusodo, Rabu (20/2/2013).

Ratusan Buruh Gresik menuntut upah pokok (normatif) diberikan kepada pekerja outsourcing. “Banyak perusahaan yang membayar upah kepada pekerja di bawah Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK), tapi kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi sebagai pengawas tidak tegas,” kata Mad Kholil, koordinator lapangan aksi dan sebagai Devisi Advokasi SPBI-KASBI.

Massa Buruh Gresik terus berorasi di depan Kantor Pemkab Gresik menunggu Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mempersilahkan masuk ke dalam Kantor Pemkab Gresik untuk melakukan mediasi.

Baca:  UMK Gresik 2014 Lebih Tinggi dari Surabaya

Mereka juga membawa poster yang berisi hujatan karena menganggap pemerintah lamban dalam menangani kasus pelanggaran pengusaha terhadap kaum buruh.  “Saya minta Bupati menindak tegas dan mempidanakan pengusaha yang melanggar hukum perburuhan, jika tidak berani berarti pemerintah takut pada pengusaha, ” teriak Koordinator aksi, Abdul Hakam.

Pelanggaran dilakukan oleh Perusahaan penyedia Jasa Pekerja atau PPJP di PT Petro Kimia Gresik, PT Karunia alam Segar, CV Husein and Son , PT Kawung dan beberapa Perusahaan lainya.  “Mereka belum sepenuhnya memenuhi hak-hak normatif perburuhan. Kami meminta pemerintah melakukan tindakan tegas terhadap pengusaha untuk menegakkanhukum perburuhan” ungkapnya.

Baca:  Petrokimia Gresik Mempercepat Pembangunan Pabrik Fosfat

Sementara itu, Bupati k Sambari Halim Radianto langsung menemui massa. Namun, massa tidak memberikan kesempatan berbicara untuk Bupati sehingga sempat marah dan meninggalkan para pengunjukrasa.   Tak lama berselang, Bupati kembali menemui pengunjukrasa menyampaikan tanggapanya terhadap tuntutan buruh yang emosinya semakin tinggi.

“Pemerintah tetap berupaya mencari solusi yang tebaik untuk warga Gresik, Jika para pengusaha tetap  melanggar hukum perburuhan  semuanya kami serahkan kepada yang berwenang,” tandasnya. Akhirnya, Buruh Gresik meninggalkan kantor Bupati Gresik dan menuju ke Kantor Dinas Tenaga Kerja untuk membuat kesepakatan. (surya/gresiksatu)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *