Home » Gresik » Ekonomi Gresik » Demo Karyawan PT Jindal Gresik Lumpuhkan Aktifitas Perusahaan
demo jindal

Demo Karyawan PT Jindal Gresik Lumpuhkan Aktifitas Perusahaan

Demo Karyawan PT Jindal Gresik Lumpuhkan Aktifitas Perusahaan. Ratusan karyawan PT Jindal Stainless Indonesia (JSI) melakukan mogok kerja di halaman pabrik yang terletak di Kawasan Industri Masipon (KIM), Senin (28/1).  Mereka menuntut agar perusahaan menjalankan upah minimum kabupaten (UMK) Tahun 2013 sebesar Rp1.740.000 perbulan sesuai ketetapan dari Gubernur Jawa Timur.

Mereka mulai melakukan aksi sejak pukul 06.30 WIB. Karyawan yang masuk langsung dihadang pengurus PUK SP LEM SPSI di perusahaan tersebut. Karyawan diminta tidak kerja, tetapi mendukung aksi menuntut manajemen yang menolak menaikan gaji sesuai dengan UMK. “Aksi ini untuk kawan-kawan semua. Gaji kita harus disesuaikan dengan kenaikan UMK,”ujar Sekretaris PUK SP LEM SPSI Jindal, Suryadi. Akibat dari mogok kerja tersebut, kerugian yang dialami pabrik produksi stainless tersebut mencapai milyaran rupiah karena perusahaan tidak beroperasi.

Baca:  Syahbandar Gresik Dimutasi, Kadin Jatim Kecam Menteri Jonan

Sementara itu, Ketua PUK SP LEM SPSI PT Jindal, Bambang kepada wartawan mengatakan, bahwa. gaji karyawan disitu rata-rata Rp1.450.000 perbulan. Padahal UMK Gresik sudah tembus angka Rp1.740.000 perbulan.  “Kami meminta disesuaikan,” katanya.

Permintaan karyawan, gajinya dinaikkan dengan prosentase 38,42 persen dari gaji pokok. Usulan kenaikan itu, berlaku bagi semua bagian. Sehingga semua bagian mendapat kenaikan gaji sesuai dengan besaran UMK.  Akhirnya, pihak manejemen meminta perwakilan bertemu untuk melakukan perundingan.

Selain melibatkan perwakilan karyawan, juga meminta mediator Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Gresik. Namun, berkali-kali perundingan deadlock, karena pihak manajemen meminta kenaikan tidak sebesar yang diusulkan karyawan. HRD Personalia PT Jindal Stainless Indonesia, Gik Oi Ching kepada wartawan mengatakan, pihaknya masih melakukan perundingan dengan karyawan.  “Ini masih perundingan,” tukasnya.

“Pada dasarnya manajemen berkomitmen membayar upah minimum kota (UMK) Rp 1740.000, tapi dari nilai upah tersebut para pekerja masih meminta kenaikan sebesar 38,42 persen dari gaji pokok masing-masing pekerja,” kata Wiji Setiyo, perwakilan staf managemenPT Jindal Stainless Indonesia.Dari permintaan ratusan pekerja tetap yang berjumlah 250 orang tersebut, manajemen belum sepakati. “Maunya manajemen mencari jalan tengah, tapi angkanya belum di sepakati,” imbuhnya.  Akibat unjuk rasa tersebut, 300 tenaga outsourcing tidak bisa masuk kerja dan aktivitas pabrik juga berhenti total.

Untuk diketahui, ratusan karyawan PT Jindal Stainless Indonesia, unjuk rasa dengan mogok kerja menuntut kenaikan upah minimum sektoral kota di atas gaji pokok sebesar 38,42 persen di masing-masing bagian. (gresiksatu/surya, edtr:anang)

Baca:  Petrokimia Gresik Sebar 1,35 Juta Ton Pupuk Subsidi

Kata Pencarian:

serikat pekerja di pt jindal (1)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *