Home » Uncategorized » Demo Petani di Jember Berujung Bentrok

Demo Petani di Jember Berujung Bentrok

bentrok petani jember
ilustrasi: polisi mengamankan demonstrasi

Demonstrasi ribuan petani yang tergabung dalam Gerakan Petani Indonesia (Gertani) diwarnai bentrok di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Jember, Jawa Timur, Sabtu. “Kami memprotes penangkapan dua petani asal Dusun Mandigu, Desa Sidodadi, Kecamatan Tempurejo, karena mereka tidak bersalah dan harus dikeluarkan,” kata salah seorang warga, Karyadi.

Ribuan petani menuju ke Mapolres Jember dengan menggunakan 14 truk, namun belum sempat para petani turun dari kendaraannya, sejumlah polisi berpakaian sipil menaiki truk untuk melakukan “sweeping” karena mereka menemukan sejumlah batu dan pentungan di dalam truk.

Tindakan razia tersebut menyebabkan kericuhan hingga terjadi saling pukul karena warga menolak, bahkan polisi membawa turun sejumlah orang yang dinilai tidak kooperatif. Sekitar 20 orang diamankan di Mapolres Jember dan sebagian mereka terluka. “Beberapa warga terluka yakni Saimin mengalami luka di hidung, Matsari terluka di bagian mata dan bibirnya bengkak, serta sejumlah warga lain mengalami luka lebam karena pukulan aparat kepolisian,” tuturnya.

Baca:  Kampanye Khofifah Soroti Akses Pendidikan di Jatim yang Tidak Merata

Pantauan di lapangan, aksi tersebut juga menyebabkan sebagian polisi terluka dan seragam mereka juga terkoyak. Ketua Gertani Jember Sutrisno menyayangkan tindakan aparat kepolisian terhadap para petani hingga menyebabkan sejumlah warga terluka.

“Tindakan polisi melawan petani, padahal seharusnya mereka bertindak persuasif dan memberikan perlindungan kepada warga,” katanya. Petani yang tergabung dalam Gertani tersebut berdemonstrasi untuk menuntut agar dua orang petani Dusun Mandigu, Desa Sidodadi, Kecamatan Tempurejo yang ditangkap dilepaskan yakni Katabil dan Sudirman.

Sementara Kapolres Jember AKBP Joko Awang Rumitro membantah adanya kekerasan dalam penanganan aksi demonstrasi para petani di Mapolres Jember. “Mana, tidak ada kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian,” tuturnya saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.

Saat ditanya tentang penangkapan Katabil dan Sudirman, Awang menegaskan bahwa penangkapan tersebut sudah sesuai dengan prosedur. “Itu sudah prosedural, ada surat penangkapan,” ujarnya. Ia juga menolak tuntutan warga untuk melepaskan dua orang petani itu karena pemeriksaan terhadap keduanya belum selesai.

Baca:  Jember Fashion Ekspresikan Nusantara dan Internasional

Kapolres Jember Bantah adanya Bentrok

Sementara itu, menurut berita yang dilasir Surya, Kapolres Jember AKBP Awang Joko Rumitro membantah adanya kekerasan dalam penangananan aksi demo petani di Polres Jember, Sabtu (19/10/2013). “Mana (bentrok), tidak ada,” ujar Awang ketika ditanya oleh sejumlah media.

Saat ditanya tentang penangkapan dua orang petani Dusun Mandigu Desa Sidodadi Kecamatan Tempurejo, Awang menegaskan kalau penangkapan itu sudah prosedural. “Itu sudah prosedural, ada surat penangkapan,” tegas Awang.

Selain sudah prosedural, pihaknya melakukan penangkapan juga sudah sesuai standar kerja di kepolisian. Jadi tentang keluhan warga tentang senjata laras panjang, Awang mengatakan kalau itu juga sesuai dengan prosedur. “Karena kami melihat situasi dan kondisi. Jadi semua yang kami lakukan dalam proses penangkapan itu sudah prosedural,” imbuh Awang.

Baca:  IAIN jember membuka tiga program studi baru

Sementara tentang tuntutan warga untuk melepaskan dua orang petani itu, Awang menolak tuntutan itu. Ia beralasan pemeriksaan terhadap keduanya belum selesai. “Tidak bisa saya penuhi karena pemeriksaan belum selesai,” ujarnya.

Sikap Awang itu pada akhirnya bisa diterima oleh pendemo. Ketika para pendemo pulang, dua orang yang ditangkap masih berada di Mapolres Jember. Katibil dan Sudirman, warga Mandigu Desa Sidodadi Kecamatan Tempurejo ditangkap di rumahnya, Sabtu (19/10/2013) dini hari. Polisi mendapatkan bukti awal kalau keduanya diduga menjadi penganiaya anggota LMDH Mandigu, Kosim,  5 Juni 2013.

Penangkapan keduanya memicu ribuan petani ngluruk Mapolres Jember. Aksi itu diwarnai aksi saling pukul antara polisi dan petani ketika polisi melakukan sweeping ke truk yang dinaiki petani. (antara/surya)

Kata Pencarian:

fpi bentrok (1)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *