Peristiwa

Desa Sumurber Kembali Bergolak Terjadi Bentrok Terkait Pilkades

Desa Sumurber Kembali Bergolak Terjadi Bentrok Terkait Pilkades. Enam warga Sumurber, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, diduga diserang salah satu pendukung calon Kepala Desa, sehingga mengalami luka dan dilaporkan di Polres Gresik, Jumat (15/3/2013).

Mereka pun melaporkan kasus tersebut ke Polres dengan LP/54/III/2013/Polres, 14 Maret 2013. Enam orang tersebut, Idham Cholid (31), Machfud Djamil (28), M Kharim (29), Toha (51), Sukaeri (40), dan Nur Sholeh (28). Seorang korban luka akibat dimasa salah satu pendukung calon Kades, Idham Cholid, dirawat RSUD Ibnu Sina.

Aksi premanisme Desa Sumurber tersebut dilapor ke Pokres Gresik. Laporan tersebut ditandatangani Kanit SPK Polres Gresik IPTU Sapto Widodo. Mereka yang dilaporkan adalah Thoyyib dan warga lainnya diantaranya sekdes M Hanan.

Baca:  Konflik Desa Sumur Ber Kecamatan Panceng Memanas

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Muhammad Nur Hidayat SIK, M.Si kepada wartawan mengatakan, bahwa, bentrokan terjadi karena pendemo menduduki balai desa hingga pelayanan terhenti. Sehingga pihak terlapor minta kantor balai desa dibuka, tetapi tidak diindahkan. Sehingga terjadil bentrokan antar warga.

“Sudah kami mintakan visum ke RSUD Ibnu Sina. Kami juga memeriksa pelapor dan terlapor. Sedangkan kondisi keamanan di Desa Sumurber, kami limpahkan ke Polsek Panceng,” tukasnya.

Kejadian tersebut berawal saat puluhan warga Sumurber, menduduki balai Desa mulai Senin (11/3/2013), agar Kepala Desa segera lengser jabatan karena diduga melakukan tindakan asusila. “Yang lainnya luka lebam di wajah dan anggota badan lainya,” kata Idham.

Setelah beberapa hari, Kamis (14/3/2013), pendukung salah satu calon Kades Sumurber bersama Sekdes, meminta warga yang menduduki balai Desa Sumurber mencopot atribut aksi, poster, dan spanduk dan menyuruh mereka meninggalkan balai Desa. Warga tidak menghiraukan permintaan salah satu calon Kades, atribut di balai Desa akhirnya dicopoti secara paksa oleh salah satu pendukung calon Kades.

Baca:  Pelaku Curanmor di Gresik Spesialis Kekerasan di Bekuk Polisi

Peristiwa itu memicu terjadinya perang mulut dan pemukulan terhadap pengunjuk rasa yang menduduki balai Desa Sumurber. “Saya dipukuli oleh salah satu pendukung Kades dan saat teman-teman melerai, juga ikut dihajar,” imbuh Idham Cholid. Atas kejadian tersebut para korban penganiayaan melaporkan peristiwa itu ke Polres Gresik.

“Kami melaporkan kekerasan warga yang mengakibatkan luka pada beberapa teman,” jelasnya. Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Gresik, AKP Muhamad Nur Hidayat, mengatakan, pengunjuk rasa menduduki kantor balai Desa, mengakibatkan pelayanan terganggu.

“Terlapor menginginkan balai┬áDesa Sumurber dibuka, tetapi tidak dihirauka, akhirnya terjadi bentrok. Pelapor dan terlapor masih dimintai keterangan. Untuk pengamanan balai besa Polsek yang mengamankan,” kata Hidayat. (surya)

Baca:  Kasus Meninggalnya 3 Karyawan Wilmar, Disnaker Gresik Dilarang masuk

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

One Comment

  1. salam sejaterah untuk pemirsa semua.kejadian didesa sumurber sebenarnya adalah masyarakat desa sumurber menuntut agar paklurah mau menjelaskan kejadian yang terkait didesa banyutengah serta masyarakat menuntut agar paklurah segera mengundurkan diri dari jabatanya dan itu adalah keinginan dari masyarakat termasuk pemudah jadi jangan salah artikan maksud kami.KAMI MENGADAKAN DEMO dengan cara aman dan tidak ada motif lain,kami menunggu jawaban paklurah,temui kami jangan sembunyi apalagi menyewa atau membayar preman -preman untuk mengusir kami temui kami dengan baik karena anda adalah lurah kami dan kami adalah masyarakat anda,kalau masyarakat dan lurah tidak mau bekerja sama ya begini akhirnya,kami tidak ada motif lain selain semua tuntutan yang ada dalam spanduk demo kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman