Jawa Timur

Diklat Keselamatan Nelayan Gresik, Sidoarjo, & Surabaya

diklat keselamatan nelayan jatimDiklat Keselamatan Nelayan Gresik, Sidoarjo, & Surabaya. Jawa Timur yang memiliki jumlah nelayan cukup besar membutuhkan keahlian untuk mampu menjaga keselamatannya saat bekerja. Sebab profesi sebagai nelayan mempunyai tingkat resiko yang cukup besar. Lautan dengan ombak dan angin yang keras membuat diklat keselamatan nelayan dan awak kapal menjadi hal yang vital.

Puluhan nelayan yang biasa beroperasi di wilayah pantai Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo mengikuti program pendidikan kilat (diklat) keselamatan dasar Basic Safety Training (BST) secara gratis, Sabtu (22/9/2012). BST adalah program diklat yang harus dimiliki oleh semua tenaga kerja di atas kapal, tanpa mengenal posisi dan jabatan.

Diklat gratis yang digelar dalam rangka memperingati HUT Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Surabaya itu merupakan bentuk keprihatinan masih banyaknya tenaga kerja nelayan yang belum memiliki sertifikat BST. ”Padahal diklat keselamatan dasar ini sangat penting bagi nelayan untuk mengurangi resiko kerja di laut,” kata Kepala BP2IP Surabaya, Tata Sukapradja.

Baca:  Bank JATIM Raup Laba Bersih Rp 368,7 M

Sertifikat BST, kata dia, sebenarnya wajib dimiliki oleh semua pekerja kapal dari nahkoda, kelasi, bahkan bagi yang bekerja pada bidang nonoperasional sekalipun. Hal itu sesuai dengan aturan internasional yang dikeluarkan International Maritime Organization (IMO). Dalam diklat selama sepekan itu, nelayan memperoleh pelatihan materi maupun teknis seperti pemadaman kebakaran, penggunaan peralatan keselamatan, pelampung, penurunan sekoci, manajemen, dan pertolongan pertama saat kecelakaan. ”Di BP2IP, diklat BST dilakukan rutin dengan biaya Rp 1,1 juta/orang,” terangnya.

diklat keselamatan nelayan gratis BST itu diselenggarakan dalam dua tahap bagi 120 masyarakat nelayan yang kurang mampu di sekitar pesisir Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Tahap pertama pada 17-27 September, sementara tahap kedua dari 24 September hingga 4 Oktober 2012. ”Peserta hanya cukup menunjukkan surat keterangan tidak mampu dari kelurahan atau desa setempat,” jelasnya. Selain diklat BST gratis, juga digelar pengobatan gratis bagi warga kurang mampu, penyuluhan mulut dan gigi, donor darah bagi pegawai dan taruna BP2IP serta jalan sehat. (Farid Assifa/kompas/ed:gresik.co)

Baca:  Anggota DPRD Jatim Minta Jatah Kursi Haji

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

One Comment

  1. Semoga diklat ini semakin sering diadakan di berbagai kota lainnya, keselamatan dan kesehatan para pekerja sangat penting dan paling utama.. UTAMAKAN KESELAMATAN KERJA, salam safety.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman