Home » Gresik » Ekonomi Gresik » Direktur Puspetindo Disandera Karyawan di Gedung DPRD Gresik
direktur puspetindo

Direktur Puspetindo Disandera Karyawan di Gedung DPRD Gresik

direktur puspetindo
YUDI/RADAR GRESIK

Direktur Puspetindo Disandera Karyawan di Gedung DPRD Gresik. Ratusan buruh PT Puspetindo nyaris mengeroyok Direktur Utama Puspetindo Rijaludin Tamar saat keluar dari gedung DPRD Gresik, kemarin. Namun pengeroyokan itu digagalkan sejumlah anggota Polres Gresik. Dalam kejadian itu, putra Rijaludin Tamar mengalami luka karena menangkis serangan helm dari salahsatu buruh.

Kericuhan di halaman gedung DPRD Gresik itu dipicu kegagalan pertemuan mediasi antara buruh dengan direksi yang difasilitasi Komisi D DPRD Gresik. Karena gagal, buruh kecewa dan menahan direksi mereka di dalam gedung dewan hingga tuntutan pembayaran pesangon dikabulkan.

Tanda-tanda kericuhan terlihat sejak pukul 17.30. Saat itu puluhan mantan buruh Puspetindo mengerumuni lobi dan halaman gedung dewan. Mereka berteriak meminta Rijaludin Tamar segera membayar pesangon serta gaji yang belum dibayarkan selama ini. Sementara Riajludin didampingi putranya memilih bertahan di ruang rapat pimpinan dewan.

Baca:  Buruh Tuntut UMK Gresik 2016 Rp. 4 Juta Perbulan

Di ruangan tersebut sejumlah anggota Polres Gresik berjaga menghindari serbuan buruh. Saat buruh duduk-duduk di lobi, Rijaludin meninggalkan gedung dewan, melewati lorong ruang paripurna. Begitu masuk ke mobilnya, puluhan buruh langsung bergerak menghadang. Mobil bos Puspetindo digedor-gedor dan dihalangi ketika hendak keluar.

Saat itu, salahsatu buruh melayang helm ke arah Rijal namun meleset dan mengenai putranya. Karena situasi tidak kondusif, polisi membawa Rijal masuk kembali ke ruang pimpinan dewan. Sebelumnya, Komisi D bersama pemegang saham yakni PT Petrokimia Gresik (PKG), PT Pupuk Sriwijaya (Pusri), PT Trans Central Indonesia dan PT Rekayasa Industri serta Dirut PT Puspetindo, Rijaludin Tamar menggelar rapat.

Ikut hadir Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik Siswadi Aprilianto untuk memastikan pembayaran pesangon tersebut. Dalam rapat tertutup yang berjalan alot, Dirut PT Puspetindo, Rizal minta waktu selama 3 bulan lagi untuk menjual aset yang digunakan membayar pesangon.

Namun, karyawan hanya bersedia memberi toleransi selama 15 hari. Alhasil, rapat deadlock dan Rizal tak bersedia membubuhkan tanda tangan kesanggupan. “Sangat sulit karena hasil penaksiran dari KAP Hudori nilainya sekitar Rp 12 milyar. Sedangkan kalkulasi pesangon yang harus dibayar sebesar Rp. 21 milyar,”ujar anggota Komisi D, Mussyafa seusai rapat tertutup. (sumber:Radar Gresik)

Baca:  Semen Gresik Tingkatkan Skill Pemuda

Kata Pencarian:

ridjaludin tamar (1)

Suarakan Pendapatmu

comments

One comment

  1. KLARIFIKASI: gak ada buruh yg “LEMPAR HELM”wartawan hrs tanggung jawab atas berita ini..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *