Home » Gresik » Instansi & Dinas » Dirut PDAM Gresik Bantah Korupsi

Dirut PDAM Gresik Bantah Korupsi

Dirut PDAM Gresik Bantah Korupsi. Dirut PDAM Gresik Muhammad mencoba menjawab dugaan korupsi seperti yang dituduhkan Chris Hadi Susanto. Muhammad mengatakan bahwa kapasitas produksi PDAM Gresik pada tahun 2011 adalah 762 liter per detik.

Padahal pada tahun 2015, diperkirakan kapasitas tersebut bertambah menjadi 1.132 liter per detik. Karena itu PDAM Gresik mengadakan kerjasama dengan swasta.

Dua perusahaan swasta yang diajak kerjasama adalah PT Dewata Bangun Tirta (DBT) dan PT Drupadi Agung Lestari (DAL). Kerjasama dengan PT DBT ditandatangani pada 25 Mei 2012 dengan kapasitas 200 liter per detik. Sementara kerjasama dengan PT DAL dilakukan pada 1 Oktober 2012 dengan kapasitas 400 liter per detik.

Baca:  Pasukan Amerika dan TNI AL Akan Renovasi Sekolah di Gresik

“Kerjasama ini murni dibiayai oleh swasta, tidak ada dana APBD yang dikucurkan,” ujar Muhammad.

Hal itulah yang akhirnya membuat PDAM membeli air dari PT DBT senilai Rp 2.400 per meter kubik. Harga itu memang jauh lebih mahal dari air yang diproduksi PDAM sendiri yang senilai Rp 1.257 per meter kubik. Untuk harga yang lebih mahal, Muhammad punya alasannya.

“Harga air yang diproduksi PDAM lebih murah karena kami membayar hanya untuk biaya operasionalnya saja seperti biaya tawas, kaporit, listrik, pegawai, dan lain-lain,” terang Muhammad.

Sementara jika membeli di PT DBT, selain membayar untuk biaya operasional, juga membayar untuk biaya investasi yang dikucurkan PT DBT untuk proyek instalasi pengolahan air tersebut. Muhammad membenarkan jika PT DBT menginvestasikan Rp 46 miliar untuk proyek tersebut.

Baca:  Oknum PDAM Gresik Terlibat Pidana Sambungan Ilegal

PT DBT dan PDAM Gresik juga mempunyai perjanjian konsensi selama 25 tahun. Jika sudah mencapai 25 tahun, maka proyek tersebut diserahkan ke Pemkab Gresik dalam hal ini adalah PDAM Gresik. Harga pembelian air ke PT DBT tidak fixed, melainkan ada kenaikan mengikuti inflasi.

“Kenaikannya ikut inflasi. Naik sekali, asalnya Rp 2.400, sekarang jadi Rp 2.500,” jelas Muhammad.

Mengenai pematian air produksi PDAM sebesar 100 liter per detik, Muhammad mengatakan bahwa PDAM mempunyai rencana jangka panjang. Kapasitas yang dimatikan tersebut rencananya akan disalurkan ke lokasi-lokasi yang belum terjamah PDAM Gresik. Akan dibangun jaringan perpipaan yang menuju ke arah lokasi itu dengan menunggu dana dari pemerintah pusat.

Baca:  Pemkab Gresik Gandeng Perusahaan Korea Sediakan Air Bersih

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *