Uncategorized

Dolly Tutup Akhir Tahun 2013, Surabaya Bersih dari Prostitusi

Dolly Tutup Akhir Tahun 2013, Surabaya Bersih dari Prostitusi. Untuk mewujudkan Kota Surabaya bebas dari prostitusi, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini secara resmi menutup lokalisasi Kremil, kemarin (28/4) malam.

Lokalisasi di RW 6 Tambak Asri, Kelurahan Morokrembangan, Krembangan ini dihuni 354 pekerja seks komersial dan 95 mucikari. Bahkan, wali kota menargetkan akhir tahun ini, lokalisasi terbesar di Asia Tenggara, Dolly Tutup.

“Saya melihat dampak adanya prostitusi memang sangat merugikan masyarakat. Selain berdampak pada bidang sosial, dikhawatirkan anakanak juga akan terpengaruh dengan adanya lokalisasi. Makanya saya ingin Surabaya bebas prostitusi dan menjadi contoh daerahdaerah lainnya,” terang Risma Dikatakannya target penutupan Kremil sesuai harapannya, bersama warga Tambakasri.

Baca:  Mucikari Kelabakan, Jelang Ramadhan PSK Gang Dolly Tinggal 4 Orang

Risma optimistis melalui deklarasi ini, aktivitas prostitusi bakal berhenti. “Alhamdulilah kali ini kita bisa melakukan deklarasi penutupan lokalisasi Kremil,” katanya. Penutupan ini diawali dengan pengajian yang diikuti seluruh PSK dan mucikari bersama warga sekitarnya.

Para PSK dan mucikari mengenakan busana muslimah. Hiburan musik hadrah pun ikut menyemarakkan suasana penutupan lokalisasi yang telah beroperasi selama 59 tahun lebih itu. Dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh wali kota. Untuk menandai penutupan lokalisasi Kremil itu, Wali Kota membuka tirai papan bertuliskan Kampung Tambak Asri Bebas Prostitusi.

Pada prosesi tersebut wali kota didampingi Ketua MUI Surabaya KH Muchid Murtadlo, Kapolres Tanjung Perak AKBP Anom Wibowo, Kepala satpol PP Irfan Widyanto, dan Dandim 0830 Letkol Dedy Agus P. ”Kami telah bekerjasama dengan warga sekitar dan satpol PP untuk menjaga Tambak Asri dari praktik prostitusi.

Nanti juga ada sanksinya bagi yang tetap beroperasi,”tegas Risma. Meskipun demikian, Risma memaklumi bagi warga yang belum pulang ke daerah masing-masing dikarenakan masih menunggu pesangon sebesar Rp 3 juta yang diberikan langsung oleh pemerintah pusat. “Nanti tanggal 10 Mei Mensos (Menteri Sosial) juga akan datang ke sini untuk segera memulangkan mereka ke daerahnya,” tambahnya.

Baca:  UKM Jatim Perlu Sosialisasi Jaminan Mutu Produk

Risma juga optimis Surabaya dapat bersih dari praktik prostitusi.Di antaranya dengan segera merencanakan penutupan lokalisasi Dolly. “Kita targetkan akhir tahun Dolly akan kami tutup juga,” imbuhnya sesaat sebelum beranjak pulang.

Dalam kesempatan itu, Ketua RW 06 kelurahan morokrembangan, Subandi mengaku senang dengan deklarasi ini. Pihaknya juga akan terus konsisten dengan rutin melakukan pendekatan kepada warga. “Nantinya setelah 10 Mei akan dipulangkan semua, kalau mereka ingin pulang saat ini juga tidak apa-apa kami beri toleransi. Selain itu, kami akan membantu bagi para mantan PSK yang hendak pulang nantinya,” bebernya. (vit/no/radarsby.com/jpnn.com)

Baca:  Remaja Pesta Seks Digerebek Warga

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

2 Comments

  1. Duh, ini judul berita bombastis dan sensasional tapi tdk realistis. Yg bersih adalah lokasi pelacuran terbuka, sedangkan paktek pelacuran akan terjadi di sembarang tempat dan sembarang waktu ….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman