Politik Gresik

DPRD Gresik Ogah Kembalikan Tunjangan Perumahan

dprd gresik malas sidang
foto:Radar Gresik

Sikap keengganan anggota DPRD Gresik mengembalikan kelebihan Tunjangan Perumahan (TP) yang diterima menuai kritik. Pengamat hukum dari Universitas Airlangga I Wayan Titib Sulaksana menilai sikap tersebut sebagai cerminan keserakahan. “Seharusnya disadari mereka tidak selamanya menjadi anggota DPRD,” kata Wayan.

Selian itu, anggota dewan seharusnya memiliki perasaan peka terhadap kondisi masyarakat saat ini. Setidaknya ditengah- tengah persoalan bencana alam yang menimpa masyaralat seperti kekeringan sikap untuk menang sendiri tidak perlu ditonjolkan. “Ingat masa jabatan akan berakhir, tidak satupun yang akan kebal hukum,” kata Wayan.

Selanjutnya Wayan menilai sikap mencak-mencak yang ditunjukkan oleh dewan semakin menegaskan jika keinginan untuk menaikkan tunjangan perumahan bersal dari kalangan dewan sendiri. Setelah kelebihan uang itu dinikmati malah tak ingin mengembalikannya. “Jika tidak mengembalikan itu sama artinya korupsi uang negara,” katanya.

Baca:  Anggota DPRD Gresik Saling Pukul Saat Rapat di Hotel

Sebelumnya sejumlah anggota DPRD Gresik emosi gara-gara gajinya dipotong untuk membayar pengembalian kelebihan tunjangan yang diterima. Mereka protes, cara Sekretariat DPRD Gresik yang memotong gaji tanpa pemberitahuan. Pendapatan dari gaji dan tunjangan para legislator untuk bulan Oktober ini, dipotong sepihak oleh Sekwan melalui Bendahara DPRD Gresik untuk cicilan pengembalian kelebihan tunjangan perumahan bagi anggota dewan.

“Tidak pernah ada rapat pimpinan yang membahas itu. Tiba-tiba ada potongan untuk pengembalian. Teman-teman ada yang merasa keberatan,” protes Ketua F-PAN, Mustajab. Namun demikian Mustajab keesokan harinya menganulir sikap yang pernah ditunjukkannya itu.

Namun yang jelas Sekretaris DPRD (Sekwan) Harry Soerjono SE, MM ketika diklarifikasi oleh anggota Banmus terkait potongan tersebut, mengaku tidak pernah mengeluarkan kebijakan ataupun perintah pada anak buahnya untu melakukan potongan. Alasannya terlalu berat bagi anggota dewan kalau gaji dan tunjangannya langsung dipotong.

Baca:  Tes Urine, 4 Anggota DPRD Gresik dinyatakan Positif

“Saya memerintahkan anak-anak supaya disiapkan surat pernyataan kesanggupan mengembalikan kelebihan tunjangan (perumahan) itu. Yang penting, bulan Desember nanti sudah beres,”ujarnya dengan ekspresi serius, kemarin. Diakui mantan Staf Ahli Bupati ini, jumlah uang yang wajib dikembalikan dari kelebihan tunjangan perumahan yang diterima anggota DPRD Gresik, lumayan besar.

Setiap anggota dewan mengembalikan sekitar Rp 20.900.000 dalam waktu maksimal 3 bulan. Kalau anggota menganggsur melalui potongan gaji dan tunjangan, maka mereka harus mengembalikan sekitar Rp 7.000.000 setiap bulannya. sebesar Rp 10,5 juta dari tahun sebelumnya sebesar Rp 7,5 juta menjadi polemik. Pasalnya, Bupati enggan teken Perbup yang menggantikan Perbup Nomer 7 tahun 2011
tentang tunjangan kesejahteraan yang didalamnya mengatur tunjangan perumahan anggota DPRD Gresik.

Baca:  DPRD Gresik Berhasil Gertak Sambari Teken Perbup

Alasannya, menunggu hasil kajian tim appraisal meskipun telah ditetapkan dalam APBD Gresik 2012. Bahkan,tunjangan sudah dicairkan dengan pedoman dokumen pengajuan anggaran (DPA) selama 6 bulan. Akhirnya, berbagai elemen ikut melakukan aksi penolakan kenaikan tunjangan tersebut. Alhasil,dewan menyerah dengan bersedia besaran tunjangan perumahan tetap Rp 7,5 juta. Sehingga, Bupati tidak perlu menerbitkan Perbup baru. Sebab, tidak ada klausul yang perlu diperbarui.(rtn/ris/RadarGresik/JPNN)

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman