Uncategorized

Dua Kepala Desa ditangkap Polres Bojonegoro Terkait kasus BBM Subsidi

Dua Kepala Desa (Kades) diamankan Satuan Satreskrim Polres Bojonegoro terkait penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi di beberapa tempat yang berbeda.

Kedua tersangka yang merupakan Kades tersebut adalah Pujianto Kepala Desa Ngampel Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro dan Mukti Ali Kepala Desa (Kades) Wotan Ngare Kecamatan Kalitidu Bojonegoro.

Tersangka ditangkap pada hari Rabu (8/7) di tanah Bengkok Desa Ngampel Kecamatan Kapas Bojonegoro.

Pujianto ditangkap karena telah melakukan pembelian minyak solar bersubsidi di salah satu SPBU. Padahal, solar tersebut digunakan untuk BBM alat berat yang mengerjakan pengurukan proyek rencana Pasar Desa setempat.

Namun, pelaku sampai saat ini belum ditahan. Pasalnya, menurut Kapolres Bojonegoro AKBP Hendri Fiuser, keduanya selalu bersikap kooperatif saat dimintai keterangan oleh petugas. Meski demikian, barang bukti telah diamankan.

Baca:  Apindo Jatim: Akan Terjadi PHK Jika UMP Jatim Dipaksakan

“Jadi kita sudah mengamankan barang bukti dari pelaku Kades Pujianto, 2 unit Buldoser dan 2 jerigen berisi solar bersubsidi,” ujar, AKBP Hendri Fiuser. 27/7/15

Tersangka Pujianto yang selama ini yang lebih dikenal dengan sebutan raja minyak dari Ngampel itu masih harus berurusan dengan hukum.

Sementara itu, tersangka yang lain, Mukti Ali Kepala Desa (Kades) Wotan Ngare Kecamatan Kalitidu Bojonegoro sebelumnya juga pernah berurusan dengan hukum terkait kasus pemalsuan kredit. Dirinya ditangkap oleh Sat Reskrim Polres Bojonegoro pada Kamis (9/7) di tanah pengairan Solo valley Desa setempat.

Dirinya diamankan petugas karena memakai solar bersubsidi yang rencananya akan digunakan untuk pembuatan waduk. BBM tersebut digunakan untuk menjalankan alat berat untuk pengerjaan proyek.

Baca:  Hanya Ada 2 Calon Pilkada Jember, diduga ada Pragmatisme Parpol

Sejumlah barang bukti berhasil diamankan petugas kepolisian dari tersangka Kades Wotan Ngare. Petugas berhasil mengamankan Barang Bukti (BB) berupa 1 unit eskavator berisi solar subsidi dan 1 unit Dump Truck, sebagaimana diterangkan Kapolres saat release press.

Kapolres juga menambahkan, kedua pelaku terancam dijerat dengan pasal 55 UU no 22 tahun 2001 dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 60 miliar.

 

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman