Peristiwa

Effendy Choirie: Demo Sumurber Gresik Disusupi Jaringan Radikal Poso

Konflik Desa Sumurber yang tidak berkesudahan membuat mantan anggota DPR RI Effendy Choirie Angkat Bicara. Effendy Choirie mensinyalir gerakan puluhan warga Desa Sumurber, Panceng, Gresik yang menuntut pencopotan Kepala Desa setempat Achmad Syafe’ Las dengan tuduhan telah melakukan perzinaan diduga didanai oleh kelompok berideoligi radikal didikan Poso.

Sampai hari ini puluhan pengunjukrasa itu masih memblokir kantor desa setempat sehingga pemerintahan di desa itu lumpuh total. Menurut sejumlah pihak Polda dan Mabes telah menurunkan Densus 88 untuk memantau perkembangan kasus rusuhnya desa Sumurber yang dinilainya banyak kejanggalan.

“Kita sudah mencurigai, dan memang ada beberapa orang memobilisasi dan sekaligus penyandang dana. Mereka sekarang menurut keterangan sejumlah warga berada di Malaysia,” terang Harnoto Kabag Ops Polres Gresik.

Effendy Choirie menegaskan, demo Desa Sumurber tersebut ada penyandang dananya, sekarang mereka berada di Malaysia berinisial SJ asli warga setempat dan bekerja sebagai TKI di negeri Jiran. Dan SJ, kata pria asal Bulangan, Kecamatan Dukun Gresik ini ideology radikal ini sudah pernah disebarkan oleh SJ dan MS di desa Bulangan, namun gagal. Karena tidak dimendapat dukungan kepala desa setempat.

Baca:  Nurlaili, Koruptor P2SEM Gresik Masih Bebas Berkeliaran

“Mereka sudah mengganggu ketertiban umum, polisi sudah bisa menangkap mereka. Gerakan ini sebenarnya sudah lama dilakukan oleh salah satu orang sebagi motor penggerak demo itu. Dia didikan Poso, dari aliran kelompok ideologi radikal, keinginanya dia menjatuhkan Syafe’ (kades) dengan cara meng-adudomba warga kemudian jika demonya ini mulus dia hendak mencalonkan kades kembali, nah kalau dia kepilih kemudian menjalankan misinya itu,” ungkap pria asal Gresik, Rabu (21/03/2013) yang dikenal kritis diparlemen ini sebagaimana dikutip dari Li.com.

“Kades Bulangan tidak menggubris karena misinya terbaca, akhirnya gagal. Dan sekarang dia bermain didesanya sendiri melalui warga penggerak demo berinisial MS ini, karena mempunyai latar belakang yang sama,” ungkap loyalis almarhun KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini.

Effendy Choirie Mencurigai Kelompok ini hendak memasukkan doktrinya dengan cara konflik antar warga setempat. Karena sebenarnya di desa ini (Sumurber) tidak ada pertentangan maupun pelengseran terkait Acmad Syafe’ sebagai kades yang dituduh telah melakukan perzinaan dengan warga desa Banyu Tengah yang hingga dilaporkan oleh Polisi tidak bisa buktikan secara hukum.

Baca:  Perampok Indomaret Gresik Tewas Setelah Duel dengan Karyawan

“Yang pernah kalah tidak hanya MS, tetapi warga setempat yang berinisial MK ini juga pernah kalah dalam pilkades dengan Syafe’. Tetapi Malik ini sudah bersumpah kepada Kades Syafe’ bahwa dirinya tidak ikut-ikutan demo yang dimotori oleh MS ini. Artinya MK ini hanya dicatut oleh MS agar seolah-olah ini murni protes warga agar keliatan natural, dan tidak keliatan misi aslinya,” tuturnya.

Ia juga meminta agar langkah-langkah persuasif untuk mencegah misi radikalisme agama itu dilakukan. Tetapi semestinya Polres dan Polsek setempat tidak membiarkan mereka leluasa melakukan anarkis yang berpotensi membakar emosi warga yang saat ini netral dan tidak menggubris teror dengan memaksa kades dipecat dari jabatanya.

“Ini namanya pembiaran, polisi harus tegas sesuai dengan kewenangannya. Siapapun mempunyai hak mengutarakan protesnya asal tetap apad koridor karena juga dilindungi undang-undang. Tetapi jika sudah diluar batas polisi harus membubarkan mereka, untuk menjaga ketentraman warga lainya,” urainya.

Effendy Choirie lebih lanjut menyatakan, mereka yang berdemo banyak yang jadi TKI di Malaysia meski mereka asli warga Sumurber. Artinya masyarakat asli Sumurber tidak menggubrisnya karena mereka sudah tahu latar belakang MS itu siapa. “Hari ini kabarnya mau ada 60 TKI yang datang hendak kembali melakukan demo. Sekaligus penyandang dananya,”
pungkasnya.

Baca:  Resto Mamamia Ditutup Paksa Satpol PP Gresik

Dipihak Lain, Polres Gresik masih membiarkan para pendemo menguasai kantor desa. Sehingga mengakibatkan pemerintahan desa yang berada di Gresik wilayah utara itu lumpuh. “Kami terpaksa tidak melakukan aktifitas pemerintahan, karena segala alat perlengakapan untuk pelayanan masyarakat berada di kantor desa semuanya,” keluh Syafe’ saat dikonfirmasi melalui ponselnya.

Ia berharap polisi segera membubarkan mereka karena sudah mengganggu dan merugikan masyarakat yang mebutuhkan pelayanan pemerintah.”Saya juga gak tahu kenapa kok dibiarkan saja, padahal ini termasuk menghambat pemerintahan yang sah,” tandasnya.

Sementara itu pihak Polres Gresik memberi waktu hingga satu dua hari ini untuk segera mengosongkan kantor desa setempat. Jika mereka tetap memblokir kantor desa Polres Gresik akan mengambil tindakan tegas.

“Kami memberi waktu dalam satu dua hari ini, jika mereka tidak segera mengosongkan kantor desa, maka kami akan mengamankan mereka. Tentunya kami sudah menyiapkan pasukan untuk mengosongkan kantor desa karena ini termasuk obyek vital yang harus diamankan,” kata Kabag Ops Polres Gresik Kompol Harnoto. (Li.Com/ Editr: Abah Laduni)

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

4 Comments

  1. Sebelumnya kami mohon ma’af karena kami memberi sedikit kejelasan yang terkait kejadian diDesa Sumurber.Kejadian didesa tersebut tidak ada kaitanya sama sekali dengan jaringan radikal diposo dan kami mengenal itu.Kami warga sumurber menginginkan lurah turun atau lurah menghadap masyarakat dengan jantan jangan sembunyi selesaikan masalah ini,jangan sembunyi dibalik kain,kami rakyat kecil dapat menilai pak lurah dihadapan kami jangan sembunyi.Kami rakyat sumurber tidak ada dekengan lain hanya dari persatuan pemuda desa kami.paklurah mohon nampakkan wajahmu.kami bukan kumpulan radikal

  2. Assalamualaikum.war.wab. السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه sejahterah bagi pembaca sekalian.saya ingin menjelaskan keada’an diDesa sumurber intinya gini.Sebenarnya sebagian masyarakat Desa sumurber menuntut agar paklurah memberi penjelasan tentang kejadian dibanyutengah kenapa semua itu terjadi dan hasilnya 0 yang ke2 masyarakat menuntut agar paklurah turun jabatan dan hasilnya juga 0. Yang ketiga masyarakat mengadakan aksi demo dengan aman hasilnya 100% eh malah dikatakan kelompok radikal poso itu fitnah namanya dan yang ke4 kami mendapat dana dari masyarakat desa setempat 100% jadi mohon dengan mohon bagi pihak yang berwajib yang bertugas menyelesaikan tugas ini dengarkan suara hati rakyan Desa Sumurber ini jangan politikkan hak kami.

  3. Assalamualaikum warahmatullohi wabarakatuh. Kami ingin menjelaskan tentang kejadian yang selama ini terjadi dan berlarut-larut diDesa Sumurber. Sebenarnya masyarakat sumurber menuntut agar paklurah turun jabatan dan kami masayarakat menginginkan itu tentunya banyak sekali sebab musababnya kalau pengen tau bacalah isi sepanduk-sepanduk pendemo dan itu adalah SANGAT BENAR ,dan selama ini paklurah hanya bisa sembunyi malah yang didatangkan adalah preman preman bayaran untuk menakut nakuti warga.dana kami dari masyarakat kami. Dan tidak ada unsur-unsur lain.jadi jangan tuduh kami dengan tuduhan palsumu itu.

  4. Sy jd penasaran.. Apa ada statement gus coi tentang jutaan tindak kriminalitas & premanisme kades sumurber dan keluarganya trhadap masyarakat selama bertahun tahun tanpa tersentuh proses hukum. Jgn cuma berstatement tanpa pernah berkomunikasi dg masyarakat di lokasi kejadian.
    Anda cuma tong kosong yg nyaring bunyinya 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman