Home » Tips Kesehatan » Ejakulasi Dini dan Terapi Klinis Mengatasi Ejakulasi Dini
terapi ejakulasi dini

Ejakulasi Dini dan Terapi Klinis Mengatasi Ejakulasi Dini

Ejakulasi Dini dan Terapi Klinis Mengatasi Ejakulasi Dini. Semua orang tahu bahwa olahraga sangat baik untuk tubuh. Namun tahukah Anda bahwa olahraga juga dapat mempengaruhi mood sampai memperbaiki kehidupan seks Anda? Olahraga dapat meningkatkan stamina dan orgasme yang lebih baik. Jika Anda malas berolahraga, mungkin hal ini bisa dijadikan alasan Anda untuk berolahraga lebih rutin.

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Harvard pada 31.000 pria, mereka yang aktif berolahraga memiliki risiko disfungsi ereksi  30% lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang atau tidak pernah berolahraga. Studi lainnya, yang dilakukan oleh University of British Columbia menunjukkan bahwa olahraga rutin yang dilakukan selama minimal 20 menit dapat meningkatkan rangsangan seksual pada wanita.

Selain itu, olahraga secara umum dapat meningkatkan rasa percaya diri dan membuat seseorang merasa lebih menarik secara fisik (memiliki daya tarik seksual). Disamping itu, keuntungan olahraga yang secara umum membuat daya tahan stamina menjadi lebih baik, demikiannya dapat membantu ejakulasi dini.

Olahraga Apa yang Paling Baik Atasi Ejakulasi Dini?

  • Jenis olahraga yang disarankan adalah aerobic atau olahraga yang memacu kerja jantung seperti berlari, berenang, sepak bola, basket. Olahraga ini bertujuan untuk meningkatkan aliran darah ke otak, jantung, dan seluruh organ tubuh.
  • Olahraga angkat beban dan jenis olahraga yang bertujuan memperkuat otot dikatakan dapat meningkatkan rangsang seksual dan performa saat berhubungan seksual. Anda dapat melakukan pushup, deadlift, dan latihan untuk memperkuat otot perut. Otot perut merupakan otot yang paling banyak digunakan saat melakukan hubungan seksual.
  • Yoga dapat melatih konsentrasi, merelaksasi tubuh, dan meningkatkan fleksibilitas tubuh dalam mencoba posisi baru dengan pasangan Anda.
Baca:  Tips Istri Membantu Suami Mengatasi Ejakulasi Dini

Olahraga membantu Anda menekan stres dan depresi. Dimana stres dan depresi sendiri diyakini sebagai salah satu pemicu ejakulasi dini. Intinya, olahraga dapat meningkatkan rasa percaya diri, daya tahan tubuh, menjaga penampilan, memperbaikimood, meningkatkan stamina dan energi – semua ini merupakan resep untuk mendapatkan kehidupan seks yang berkualitas.

Pengertian Ejakulasi Dini

Ejakulasi Dini (ED) merupakan salah satu kasus gunung es dimana hanya sedikit pria yang berkonsultasi ke dokter untuk mengatasi masalahnya karena malu atau tidak percaya diri. ED terjadi pada 30% pria atau dalam kata lain 1 dari 3 pria mengalami ejakulasi dini. Jumlah yang tersebut pun belum termasuk mereka yang tidak melaporkan gangguan ini ke dokter karena alasan diatas, yang berarti sebenarnya masih lebih banyak lagi pria yang mengalami ejakulasi dini dan tidak terdeteksi.

Definisi ejakulasi Dini berdasarkan American Psychiatric Association’s Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders IV (DSM-IV) berarti ejakulasi berulang atau menetap dengan stimulasi seksual yang minimal, sebelum atau sesaat setelah penetrasi, dan sebelum saat yang diinginkan. Kondisi ini tidak dipengaruhi oleh obat-obatan dan akan mengakibatkan gangguan emosi dan psikis bagi kedua belah pihak.

Baca:  Kenali Alergi dan Mencegah Resiko Alergi

Sebagian besar kasus ejakulasi dini tidak diketahui secara pasti penyebabnya. Penelitian menyebutkan bahwa faktor psikologis seperti kecemasan berlebih, depresi, stres, dan rasa bersalah dapat menyebabkan ejakulasi dini. Pada beberapa kasus, gangguan kesehatan seperti gangguan keseimbangan hormonal, penyakit diabetes melitus, gangguan saraf dan pembuluh darah merupakan penyebab dasar dari ejakulasi dini.

Penelitian terbaru menyebutkan bahwa ejakulasi dini diturunkan secara genetik karena ditemukannya gen dengan nama 5-HTTLPR yang bertanggung jawab untuk jumlah dan aktivitas dari serotonin. Serotonin sendiri mengontrol terjadinya ejakulasi pada pria. Pada pria dengan ejakulasi dini, serotonin mereka kurang aktif merangsang otak untuk mengontrol kemampuan ejakulasi.

Pada beberapa kasus, ED akan membaik seiring dengan waktu dan bersamaan dengan terselesaikannya masalah emosi pria tersebut. Terapi pengobatan hanya diberikan bila memang gangguan organik atau keseimbangan hormon adalah penyebabnya.

Tips  yang dapat dilakukan untuk mengatasi ejakulasi dini adalah:

    1. Cobalah untuk lebih santai ketika melakukan hubungan intim. Hindari kondisi dikejar deadline atau perasaan ‘harus segera selesai’ ketika melakukannya. Tariklah napas dalam-dalam atau lakukan teknik relaksasi terlebih dahulu
    2. Carilah posisi yang nyaman. Posisi ‘woman on top’ akan lebih nyaman untuk pria
    3. Jangan menggunakan alkohol atau obat-obatan terlarang ketika akan berhubungan seksual
    4. Berlatihlah senam kegel untuk membantu mengencangkan otot panggul dan mengontrol ejakulasi dini
    5. Beberapa jenis terapi dapat diberikan bagi mereka dengan ejakulasi dini:

 

    • Terapi seksual
      Terapi seksual dalam hal ini adalah berlatih mengendalikan ejakulasi dini dengan melakukan masturbasi. Dengan teknik masturbasi yang sesuai, tidak terlalu terburu-buru, sensitivitas dan respon terhadap suatu rangsangan seksual dapat dikendalikan. Melakukan masturbasi 1-2 jam sebelum hubungan seksual juga dapat menunda ejakulasi.
    • Terapi obat
      Obat-obatan antidepresi dan obat bius topikal (oles) juga dapat digunakan pada keadaan ini. Namun terapi dengan obat-obatan sebaiknya didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter
    • Psikoterapi
      Seperti psikoterapi untuk masalah lainnya, psikoterapi dalam hal ini bertujuan untuk mengurangi kecemasan dan stress yang dapat mempengaruhi hubungan seksual
Baca:  Lowongan Bidan PTT 2013 Kemenkes dan Persyaratannya

Perlu dipahami bahwa selain beberapa tips diatas, kesehatan otak merupakan hal yang sangat penting di dalam kasus ejakulasi dini. Otak yang tidak sehat dapat mengganggu sel hormon sehingga mengurangi libido dan nafsu seksual seseorang. Kesehatan otak adalah yang paling utama, selain dari kesehatan jiwa dan fisik yang juga harus terjaga. Selain menjaga kesehatan otak, jiwa, dan fisik, jangan lupakan kebutuhan komunikasi bagi pasangan suami-istri.

Komunikasi dalam hal ini antara lain mencakup mengenai puas-tidaknya hubungan seksual antara pasutri tersebut, apa yang diinginkan atau tidak, atau bahkan hal-hal di luar hubungan seksual. Komunikasi adalah jembatan penghubung antara pasutri dan merupakan obat yang cukup mujarab bagi pria dengan ejakulasi dini. Semoga bermanfaat. (Klik Dokter)

Kata Pencarian:

penambah stamina gresik facebook (2),klinik kesehatan pria daerah Menganti gresik (1),terapi ejakulasi dini di gresik (1)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *