Home » Uncategorized » Eks RSBI di Jatim Berpotensi Mangkrak Kebingungan Dana
rsbi di jatim
kompas.com

Eks RSBI di Jatim Berpotensi Mangkrak Kebingungan Dana

rsbi di jatim
kompas.com

Eks RSBI di Jatim Berpotensi Mangkrak Kebingungan Dana. Sekolah-sekolah berstatus eks Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional Atau RSBI di Jatim terancam mangkrak. Ini terjadi karena pemerintah provinsi (pemprov) tidak memiliki anggaran yang cukup untuk memenuhi kebutuhan kualitas sekolah yang sebelumnya digadang-gadang berkelas internasional tersebut.

Saat ini, pemprov Jatim hanya menganggarkan kebutuhan seluruh RSBI di Jatim sekitar Rp 32 miliar. Anggaran ini dipakai untuk menangani peningkatan sumber daya manusia (SDM) sebanyak 198 RSBI dengan rincian SD 24, SMP 68, SMA 68, dan SMK 38. “Provinsi hanya ada anggaran sebesar Rp 32 miliar, itu pun peruntukannya untuk peningkatan SDM,” kata Kadispendik Jatim Harun, kemarin.

Dengan besaran anggaran tersebut, tampaknya masih jauh dari harapan untuk bisa memenuhi anggaran eks RSBI di Jatim. Kondisi ini tentu saja membuatpemerintah daerah semakin kebingungan. Sebab, sesuai dengan keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI dalam pertemuan dengan Kadispendik se-Indonesia, pengelolaan RSBI di Jatim untuk jenjang SMA diserahkan ke provinsi, sedangkan pengelolaan SD dan SMP ditangani Dispendik kabupaten/kota.

Baca:  Partai Golkar Jatim Inginkan Soekarwo - Gus Ipul Maju Pilgub Jatim

Keputusan ini sangat membuat daerah terbebani. Sebab, penanganan RSBI di Jatim membutuhkan keseriusan dan kekhususan. Apalagi, selama ini pemerintah pusat mengucurkan anggaran kepada sekolah eks RSBI di Jatim sebesar Rp 300 hingga Rp 400 juta tiap sekolah. Selain itu, masih banyak bantuan lainnya. “Terus solusinya seperti apa, kita masih harus bicara panjang lebar  dengan dinas kabupate/kota. Persoalan dana memang menjadi hal penting dalam pendidikan,” ungkap Harun.

Tentu saja, untuk mencari solusi terbaik, kata Harun, pihaknya tak mau gegabah. Dia akan memanggil seluruh Kadispendik se-Jatim untuk memecahkan persoalan ini. Mereka akan diajak berembuk mengenai keputusan kementerian dalam penanganan RSBI di Jatim. Dari kesepakatan yang dicapai, Harun mengungkapkan, nantinya akan dikirimkan ke kementerian.

Baca:  Lembar Jawaban Ujian Nasional 2013 Akan Menggunakan Barkode

Pasalnya, untuk memajukan pendidikan, harus dipikul secara bersamasama. “Kemajuan pendidikan harus berjalan bersama-sama, jika sendirisendiri, pendidikan tak akan maju,” terangnya.

Sementara itu, Kadispendik Surabaya Ikhsan mengatakan, Kota Surabaya memang masih kebingungan untuk menyikapi persoalan RSBI di Jatim. Namun, kota-kota lain lebih bingung daripada Surabaya. Sebab, di daerah lain tak hanya memikirkan soal kurikulum saja, tetapi yang lebih urgent adalah soal pendanaan.

“Kita bingung, cuma tidak sebingung kota lain,” kata mantan Kepala Bapemas Kota Surabaya ini. Menurut Ikhsan, dalam penghapusan RSBI, Surabaya tidak begitu memperhitungkan persoalan pendanaan. Sebab, semua dana telah dipenuhi pemerintah kota (pemkot). Pendanaan
ini meliputi peningkatan kualitas SDM dan kebutuhan-kebutuhan lain.

Jadi, penghentian pendanaan yang dilakukan pusat tidak berpengaruh banyak terhadap peningkatan kualitas SDM guru. Mantan Kepala Bappemas Kota Surabaya itu menerangkan, dana yang dikucurkan pusat sekitar Rp 200 juta hingga Rp 300 juta hanya untuk kebutuhan peningkatan SDM. Jika jumlah dana tersebut dihilangkan, berarti pemkot akan mengalokasikan peningkatan dana untuk menyekolahkan guru lebih banyak lagi.

Baca:  Video Porno Siswi SMP 14 Tahun Beredar di Kediri

Sementara itu, Kabid Dikdas Dispendik Surabaya Eko Prasetyoningsih menambahkan, pemutusan dana dari pusat tak begitu berpengaruh terhadap
Surabaya. Sebab, dana itu hanya dihabiskan untuk workshop guru ke pusat. “Dana itu habis untuk workshop dan pelatihan,” katanya.

Sedangkan untuk perawatan peralatan-peralatan sekolah yang ada di Surabaya, Eko menegaskan, semua kebutuhan perawatan juga ditangani pemkot. Jadi, Surabaya tidak bergantung pada dana dari pusat yang diperuntukkan ke sekolah-sekolah. (nin/rie/het/Radar Surabaya/jpnn.com)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *