Uncategorized

Eksekusi Rumah Sengketa di Sumurber dilanjutkan 2 Mei

Eksekusi Rumah Sengketa di Sumurber dilanjutkan 2 Mei. Setelah diwarnai kericuhan dan bentrokan setelah pemenang gugatan secara sepihak melakukan eksekusi rumah tanpa menunggu penetapan Pengadilan Negeri (PN) Gresik. Eksekusi dua bangunan rumah dan pekarangan di Desa Sumurber, Kecamatan Panceng bakal dilanjutkan juru sita Pengadilan Negeri (PN) Gresik.

Putusan Mahmakah Agung yang memenangkan gugatan Muntajia (60) atas keluarga ahli waris Samari (65) di Desa Sumurber Kecamatan Panceng, direaksi berlebihan oleh keluarga Muntajia. Tanpa menunggu penetapan eksekusi, mereka mengeksekusi sebidang tanah yang masih dihuni keluarga ahli waris Samari. Akibatnya terjadi bentrok berdarah antar dua kubu kemarin.

“Kami sudah menetapkan eksekusi lanjutan di Desa Sumurber pada 2 Mei nanti,” tegas Ketua PN Gresik Sudarwin SH MH melalui Kepala Panitera Syaiful Bachri SH, kemarin (25/4).

Baca:  Keliru Buat LPJ, Dana Desa di Gresik Akan Molor Pencairannya

Penetapan jadual eksekusi tersebut sepertinya sudah dikoordinasikan dan disetujui oleh dengan pihak keamanan setempat. Sebab, sebelum jadual itu diputuskan, Kapolres Gresik AKBP Achmad Ibrahim datang menemui Sudarwin di ruang kerjanya.

Selang kapolres masuk ke ruang Ketua PN, beberapa petugas intelkam polres diperintahkan memanggil pihak pemohon eksekusi (keluarga Muntajia (60) yang sudah menunggu di luar PN Gresik sejak pagi kemarin. Dari pertemuan tiga pihak itulah kemudian menghasilkan keputusan untuk melanjutkan eksekusi pada 2 Mei mendatang.

 

Usai pertemuan tersebut, Kapolres AKBP Achmad Ibrahim menegaskan pihaknya akan memback-up penuh putusan PN Gresik untuk melanjutkan eksekusi yang tertunda. “Kapanpun kami siap mengamankan,” ujarnya sambil berpamitan pulang kepada wartawan.

Baca:  Sari Roti Bangun Pabrik di Gresik untuk Ekspansi Bisnis

Sebagaimana diketahui, eksekusi putusan pengadilan terhadap enam lahan dan bangunan rumah di Desa Sumurber sempat ricuh karena pihak yang kalah dalam sengketa tersebut, yakni ahli waris Almarhum Samari (72) tidak menerima putusan pengadilan. Putusannya sendiri sudah inkracht (melalui putusan kasasi MA), yakni memenangkan pihak penggugat Muntajia (60).

“Sebenarnya sisa dua rumah dan pekarangannya yang belum kami eksekusi dari 6 obyek yang harus dieksekusi,” ungkap Pansek Syaiful Bachri SH.

Suasana Desa Sumurber sempat “memanas” beberapa hari ini setelah pihak pemohon eksekusi melakukan eksekusi sendiri dua rumah yang masih ditempati keluarga termohon. Bentrok pun tak bisa dihindarkan pada Rabu (24/4) lalu saat pemohon memaksa pihak termohon untuk mengosongkan obyek eksekusi. Peristiwa itu kemudian berbuntut ke kantor polisi karena masing-masing pihak saling melapor terjadinya tindak kekerasan. (sbypg)

Baca:  Berikut Sejumlah Pungli Yang Diduga Dilakukan SMP N Gresik

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman