Uncategorized

Ekspor Udang Jatim Semakin Meningkat Pesat

Ekspor Udang Jatim Semakin Meningkat Pesat. Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) Jatim mengungkapkan, ekspor Udang Jatim pada Triwulan I/2013 tumbuh sekitar 5 persen. Sedangkan untuk produksi tumbuh 15 persen. Ketua AP5I Jatim Johan Suryadarma mengatakan, pertumbuhan ekspor memang tidak besar karena permintaan pasar masih lesu.

Eropa, Jepang dan Amerika Serikat (AS) yang merupakan pasar utama ekspor udang Jatim masih dilanda krisis. Dampaknya pertumbuhan permintaan tidak banyak. Udang yang diminta juga yang ukuran kecil.

“Dalam kondisi seperti ini, petambak Jatim harus jeli mengetahui keinginan konsumen. Misalnya, tentang ukuran udang yang dikehendaki dan jenis apa yang disukai. Apalagi, kondisi pesaing utama kita (Thailand) saat ini sedang kena masalah,” kata Johan kepada Radar Surabaya, kemarin (15/5).

Baca:  Dana Ganti Rugi Untuk Korban Lumpur Lapindo Menyusut

Menurut dia, virus EMS yang menyerang tambak udang di Thailand mengakibatkan turunnya produksi. Serangan virus itu mengakibatkan udang mati dini, yaitu sekitar umur 5-10 hari. “Saat ini, importir dari Eropa, Jepang, dan AS tidak lagi mendatangkan udang dari Thailand. Mereka kini mengalihkan ke Jatim namun sayangnya kita tidak bisa memenuhi permintaan 100 persen,” kata Johan.

Agar bisa memenuhi permintaan itu, lanjut dia, revitalisasi tambak harus lebih luas. Diperkirakan saat ini ada sekitar 1.770 hektar tambak udang yang tidak berfungsi. Dari jumlah itu baru sekitar 10 persen yang sudah direvitalisasi.

Pada 2012, pemerintah merevitalisasi tambak udang seluas 1.000 hektar yang tersebar di Jawa Barat dan Banten. Kemudian penambahan revitalisasi tambak seluas 20.000 hektar di beberapa provinsi seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Lampung.

Baca:  Kebun Binatang Surabaya Terus Merugi DPRD Surabaya Heran

Untuk tahun 2013, Kementerian Kelautan dan Perikanan KKP) menyediakan anggaran Rp 240 miliar untuk revitalisasi tambak. KKP tahun ini mendorong produksi udang sebagai andalan utama ekspor. Saat ini, komoditas andalan untuk ekspor perikanan adalah udang, tuna tongkol, cakalang (TTC), dan rumput laut.

Diperkirakan produksi udang di Indonesia 2013 diprediksi mencapai 600 ribu ton. Tumbuh sekitar 30 persen dari produksi tahun 2012 yang sebanyak 457 ribu ton. Peningkatan ini terjadi setelah dilakukan revitalisasi tambak yang selama ini tidur.

Data dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jatim luas tambak di Jatim mencapai 57.343 hektar. Sebagian besar tambak dalam kondisi memprihatinkan akibat rusaknya lingkungan pesisir dan buruknya infrastruktur (za/hen/radarsby.com/jpnn)

Baca:  Eks RSBI di Jatim Berpotensi Mangkrak Kebingungan Dana
Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman