Home » Gresik » Ekonomi Gresik » Eternit Gresik Bangun Pabrik baru Senilai 1,1 Triliun
harga kalsiboard 2016

Eternit Gresik Bangun Pabrik baru Senilai 1,1 Triliun

Eternit Gresik Bangun Pabrik baru Senilai 1,1 Triliun. PT Eternit Gresik, perusahaan multinasional yang bernaung di bawah Etex Group Belgia menginvestasikan sekitar Rp1,1 triliun untuk pembangunan pabrik memproduksi eter (atap bebas asbes) dan kalsi (papan bangunan bebas asbes) di Karawang berkapasitas 250 juta meter persegi per tahun.

“Kami investasi untuk mendukung target BEP 2015 sebesar Rp750 miliar atau setara volume penjualan 150 juta meter persegi, mengingat selain semen dan pasir, kami masih harus impor cellulosa fyber sebagai bahan baku dari Eropa dan Selandia Baru,” kata Chief Commercial Manager PT Eternit Gresik Irwandi Wibisono di JCC, Jakarta, Jumat (5/6/2015).

Pabrik ke dua yang berlokasi di Karawang tersebut yang pengerjaannya mulai 2013, sudah bisa running pada November 2015 dan memiliki kapasitas produksi dua kali lipat dari pabrik pertama di Gresik. “Nantinya pabrik terbaru ini memiliki teknologi pengolahan fibersemen terkini dan salah satu tercanggih di dunia,” ujarnya.

Baca:  Pencari Besi Tua Temukan Innova di Dasar Laut Gresik

Di dukung tiga pusat lembaga riset dan pengembangan produk di eropa, PT Eternit menghasilkan produk andal terbaru untuk diperkenalkan pada masyarakat.

Produk tersebut, pertama serial kayu dari Kalsi, sebuah grup produk inovatif terbaru dari kalsi untuk aplikasi siding plank dan dek lantai dekoratif.

Kedua, Equitone yaitu papan fibersemen premium untuk fasad bangunan denga performa dan kualitas premium. Ketiga, Brand Kalsi meraih Top Brand 2015 sebagai bukti bahwa produk kalsi telah diterima dan dipercaya pasar bahan bangunan.

Menurutnya, perusahaan mengaku siap jika pemerintah menggandeng dalam proyek satua juta rumah. Sebelumnya, perusahaan juga mendonasikan Rp200 juta per tahun untuk mendanai proyek renovasi perumahan nelayan.

Baca:  Aktivis Mahasiswa Gresik Aksi Perjuangkan Reforma Agraria

“Kami memang tidak secara spesifik ikut proyek Kementerian PUPera, kami masih melalui komunitas lokal saja,” tandasnya. (Source:Sindo)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *