Jawa Timur

Festival Ekonomi Syariah Surabaya Resmi Dibuka

Festival Ekonomi Syariah Indonesia (FESyar) regional Jawa yang digelar di Surabaya, Jawa Timur resmi dibuka, Rabu (6/11) malam. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo membuka FESyar ketiga di tahun 2019 yang bertema “Sinergi Membangun Ekonomi Syariah Indonesia”.

“FESyar Indonesia pada tahun ini merupakan wajah baru dari pelaksanaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di daerah,” kata dia dalam pembukaan di Grand City Surabaya, Rabu (5/11) malam.

FESyar Indonesia digelar di tiga daerah dengan penyelenggaraan skala nasional. Puncaknya akan berakhir pada Indonesia Sharia Economy Festival (ISEF) yang akan digelar di Jakarta dengan skala internasional.

Bank Indonesia (BI) mengharapkan lewat festival ekonomi syariah,dapat meningkatkan produksi syariah yang mempunyai sertifikasi halal sehingga memenuhi permintaan pasar syariah dan kontrak jangka menengah panjang. Dengan begitu transaksi perdagangan ekonomi syariah meningkat.

Baca:  Pilgub Jatim 2013, Kapolda Jakarta Siap Hadapi Soekarwo

Deputi Gubernur BI, Dody Budi Waluyo menuturkan, festival ekonomi syariah kali ini merumuskan kesepakatan perdagangan, investasi, mempertemukan antara pembeli dan produsen serta antara perbankan dengan investor. Ini yang sifatnya UMKM syariah, pesantren dankorporasi besar.

Dengan begitu, lewat festival ini, transaksi perdagangan ekonomi syariah dapat meningkatkan produksi syariah yang mempunyai sertifikasi halal dan menjadi permintaan pasar syariah.

Ia menambahkan, pasar syariah di Indonesia memiliki pasar besar yang 80-85 persen penduduknya muslim. Hal ini menjadi potensi seiring masyarakat ingin produk halal.

“Tentunya pasar ini harus bisa dimanfaatkan oleh kita sendiri. Kita harus bisa menghidupkan ekonomi syariah untuk memenuhi kebutuhan pasar syariah yang besar di Indonesia. Di sini tentunya bagaimana keuangan syariah bisa memfasilitasi,” ujar dia.

Baca:  Asing Ingin Menguasai Industri Rokok Jatim

Dody mengharapkan transaksi keuangan dapat meningkat lewat fesyar di Surabaya. Hal ini seperti di kota lainnya Banjarmasin dan Palembang. Transaksi di Palembang mencapai Rp 2,1 triliun dan Banjarmasih Rp 2,6 triliun.”Mudah-mudahan nanti di sini bisa menjadi besar,” ujar dia.

Pada festival tahun lalu di Surabaya, transaksi mencapai Rp 7,1 triliun. Hal ini menjadi patokan Surabaya merupakan pasar besar dan pusat pengembangan ekonomi syariah.

“Mudah-mudahan kita semua bisa bersinergi dan koordinasi. Kalau kita ingin maju, maka kata kuncinya adalah harus bersatu,” ujar dia.

Sebelumnya festival ekonomi syariah ini bernama Indonesia Syariah Economic Festival (Isyef) yang sudah berjalan selama lima tahun. Pada tahun keenam, festival ini berganti menjadi Festival Ekonomi Syariah. Festival ini masih memiliki topik sama dengan melihat, mengembangkan keuangan ekonomi syariah,mendiskusikan serta berdialog dan bedah buku dari sisi keilmuan syariah.

Baca:  Mayat Dalam Tong Ditemukan di Semak Jalan Romokalisari

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman