Home » Resensi » Info Film Terbaru » Film Cinta Brontosaurus, Cinta Basi Ala Raditya Dika
film cinta brontosaurus

Film Cinta Brontosaurus, Cinta Basi Ala Raditya Dika

Film Cinta Brontosaurus, Cinta Basi Ala Raditya Dika. Dalam Film Cinta Brontosaurus Dika selalu pesimistis akan cinta. Menurutnya semua cinta bakal kedaluwarsa. Justru cinta monyet adiknya yang membuat Dika tercerahkan.

“Kenapa kamu sayang Yasmin?” “Memang kalau sayang harus pakai alasan ya, Kak?” Pertanyaan polos Edgar (M. Griff), adik bungsunya yang masih SD, membuat Dika (Raditya Dika) terenyak. Bahkan anak SD ini tahu bahwa tak butuh alasan untuk sayang pada cinta monyetnya di sekolah.

Alasannya sayang ya karena sayang, bukan karena yang lain. Sementara Dika, perjalanan cintanya tak pernah mulus. Putus melulu. Dia sampai bisa memperkirakan bakal bagaimana jalan percintaan mereka sampai apa penyebab putusnya kelak, tiap kali disodori cewek. Misalnya kalau pacaran dengan perempuan kantoran, tiga bulan pertama hangat, lewat dari tiga bulan mulai menjauh, hingga akhirnya putus karena kurangnya komunikasi.

film cinta brontosaurusKalau pacaran dengan ABG, posesifnya setengah mati. Pokoknya, pendapat Dika, semua cinta bakal kedaluwarsa. Dan sekali lagi teorinya terbukti. Dengan pacar terakhirnya, Nina (Pamela Bowie), putus karena Nina kelewat posesif. Sekarang Dika sudah tiga tahun menjomblo dan semakin yakin tak ada cinta yang update terus. Dia juga ragu apakah dia bakal punya istri kelak.

“Lu mup on dong, Dik, mup ooon,” Kosasih (Soleh Solihun) dengan logat Sundanya yang kental menyemangati Dika. Kosasih, yang jadi agen Dika, itu tak sampai hati melihat kawannya makin hari makin terpuruk. Dia sendiri, dengan tampang ngepas banderol, bisa dapat pacar cantik, malah sekarang sudah ke tahap serius.

Di saat yang tak disangka-sangka, Dika berkenalan dengan Jessica (Eriska Rein) yang punya selera humor sama “gesrek”-nya. Mereka punya tempat favorit nongkrong malam hari di atas atap pom bensin. Kadang cuma ngobrol, kadang sambil makan cup mi instan karena makanan mahal di restoran Prancis barusan porsinya imut.

Jessica dan Dika makin dekat. Dika sudah berkenalan dengan mama Jessica (Meriam Bellina) yang selalu menggendong monyet. Jessica juga sudah diajak makan malam bersama keluarga Dika di rumahnya. Ketika Kosasih akhirnya menikah dengan pacarnya, Wanda (Tyas Mirasih), Dika dan Jessica juga datang berdua.

Tapi hanya berhenti di situ, tak pernah ada pembicaraan lebih lanjut tentang hubungan mereka. Jessica mulai mempertanyakan keseriusan Dika.
Apalagi mamanya tidak setuju hubungan Jessica dengan Dika, juga teman-temannya menyebut Jessica tidak pantas berpacaran dengan cowok culun itu. Jessica pun memutuskan hubungan mereka.

Dika kembali pesimistis. Walau judulnya sama dengan judul buku yang ditulis Raditya Dika, Cinta Brontosaurus (2006), film ini bukanlah memindahkan isi buku ke layar lebar, melainkan mengambil benang merahnya.

Inilah pencarian atas pertanyaannya selama ini, apa memang cinta bisa kedaluwarsa? Dengan gaya komedi lincah dan nyeleneh, film ini membandingkan cinta di tangan dua orang, kanak-kanak dan dewasa. Mengapa cinta monyet di tangan kanak-kanak demikian sederhana, lalu seiring bertambahnya usia, jadi makin rumit?

Ritme komediknya cepat dengan romance ringan serta dialog absurd yang jadi khas Raditya Dika. Ide cerita Film Cinta Brontosaurus sebenarnya serius, tapi justru semakin serius situasinya dan semakin dalam emosinya, semakin kuat pula nuansa komedinya.

Raditya Dika di luar perkiraan, tampil asyik dengan ekspresi nggak-ngotot-supaya-lucu di film Cinta Brontosaurus. Aktivitasnya belakangan sebagai stand-up comedian tentu ikut mengasah semakin tajamnya akting Raditya Dika. Yang membuat film ini segar adalah konyolnya Soleh Solihun, wartawan yang sekarang terjun juga jadi stand-up comedian. Celetukannya segar, dialek Sunda-nya apa lagi. Istilah move-on pun dia bantai jadi mup on. “Hayulah. Percaya sama Kosasih…” (Silvia Galikano/Detik)

Kata Pencarian:

kritikan dan apresiasi film cinta brontosaurus (2),cinta itu bisa basi - cinta bronto saurus (1),dialog cinta brontosaurus (1),peebedaan film cinta brotosaurus (1),perbandingan novel dan film cinta brontosaurus (1)

Suarakan Pendapatmu

comments

Baca:  Film 2 Guns, Komedi Menengangkan Mata-mata Amerika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *