Home » Resensi » Info Film Terbaru » Film Django Unchained, Cerita Sadis Koboy Hitam Ala Sutradara Tarantino
film django
foto:screencrush.com

Film Django Unchained, Cerita Sadis Koboy Hitam Ala Sutradara Tarantino

film django
foto:screencrush.com

Film Django Unchained, Cerita Sadis Koboy Hitam Ala Sutradara Tarantino. Perang Saudara di Amerika masih dua tahun lagi pecah. Perbudakan masih legal dan hidup, khususnya di bagian selatan. Dalam sebuah misi perburuan hadiah, Dr. King Schultz (Christoph Waltz) bertemu Django (Jamie Foxx), budak yang dirantai bersama beberapa budak lain. Mereka berjalan kaki digiring dua laki-laki penunggang kuda, hendak dibawa ke pasar budak.

di Film Django Pertemuan Dr. Schultz dan Django bukanlah kebetulan. Sudah lama dokter gigi asal Jerman ini mencari Django, orang yang tahu persis wajah tiga laki-laki bersaudara yang sedang dia cari. Ketiganya adalah buron. Ada hadiah uang bagi yang bisa menangkap mereka, hidup atau mati. Django sangat tahu wajah tiga orang ini karena pernah jadi mandornya yang kejam. Istrinya, Broomhilda (Kerry Washington), dulu ikut pula jadi korban siksaan.

Django kini terpisah dari sang istri, entah tuan tanah mana yang membelinya. Tak menunggu lagi, Dr. Schultz membeli Django dan menyatakannya sebagai orang bebas (freeman, Django Freeman). Mantan budak yang ternyata mahir memegang senjata dan berkuda ini dia ajak untuk jadi tim pemburu hadiah dengan pembagian duit sepertiga untuk Django–dua pertiga untuk Dr. Schultz.

Baca:  Film Horor Terbaru Oktober 2015 yang Wajib Ditonton

Django langsung mengiyakan tanpa banyak pertimbangan. “Kita membunuh orang kulit putih demi uang? Tentu saja saya suka.” Film Django Unchained alurnya lurus, sederhana, tanpa intrik yang bikin pusing. Dua plot susul-menyusul berikut kejutan di sana-sini. Dengan ciri khasnya, Quentin Tarantino menjlentrehkan sekian banyak karakter yang demikian hidup, dialog yang orisinal dan tajam, serta ketegangan yang dibangun pelanpelan.

Dan sekali lagi, Tarantino menengok ke film-film Italia sebagai inspirasinya serta tentu saja film western Django (1965) besutan Sergio Corbucci. Jika Film Django versi orisinal diperankan Franco Nero (di sini muncul sebagai kameo) yang kulit putih, di tangan Tarantino terjadi sebaliknya: koboinya adalah budak berkulit hitam yang punggungnya penuh codet bekas cambukan.

Seperti juga di Kill Bill, di Film Django Tarantino tak tanggungtanggung menampilkan kesadisan secara ekstrem, cenderung berlebih, hampir bikin mual. Dar-der-dor tidak langsung diikuti dengan jatuhnya lawan, tapi pasti ada darah muncratnya dulu. Luka menganga ada di mana-mana. Kekejaman tak terperi terhadap budak digambarkan nyata-nyata.

Bagaimana seorang budak pincang dilepaskan ke segerombolan anjing kelaparan; bagaimana budak perempuan dihukum masuk ke kotak besi kecil dalam keadaan telanjang, lalu dijemur di tanah lapang; belum lagi hukuman cambuk diberlakukan seolah sama ringannya dengan hukumanjewer kuping.

Baca:  Film Terbaru Wajib Ditonton Saat Liburan Tahun Baru 2015

Kisah seru yang skenarionya juga ditulis Tarantino itu seolah-olah mediumnya untuk habis-habisan menumpahkan fantasi mudanya. Dia bahkan tampil sebagai kameo. Semua dikerjakan ala Tarantino. Jika penjahat lain mati ditembak, sosoknya bukan mati, tapi hilang dari layar, buyar karena ledakan dinamit.

Para aktor juga bermain efektif. Akting Leonardo DiCaprio, Christoph Waltz, dan Samuel L. Jackson sangat menakjubkan menandingi “mendidihnya” Jamie Foxx. Foxx nyaris sempurna sebagai Django. Selain gesit, otot-ototnya liat menonjol menunjukkan figur laki-laki yang dieksploitasi fisiknya.

Leonardo DiCaprio di film Django ini memainkan karakter Calvin Candie, laki-laki muda sinis pemilik Candyland, perkebunan yang sangat terkenal di kalangan budak mana pun. Di Candyland inilah Broomhilda berada. Pertemuan Foxx dan DiCaprio yang jadi klimaks Django Unchained mereka bereskan bersih tanpa cela.

Baca:  Film Indonesia Terbaru November 2015

Aktor lainnya di Film Django, Samuel L. Jackson, berhasil membuat kita muak melihat tingkah lakunya sebagai budak-kepala rumah tangga Candyland, Stephen. Dia hadir sebagai sosok aneh, budak yang merasa “semi-tuan tanah.” Stephen-lah hambatan terbesar suksesnya usaha duo Django dan Schultz. Di antara para jagoan layar lebar itu Christoph Waltz memang tampak sedangsedang saja. Perannya sebagai Schultz juga demikian. Tapi sebenarnya Schultzlah otak semuanya.

Dia punya taktik dan perkiraan yang presisi. Belum lagi selera humornya. Uniknya lagi, karakter ini bukan hanya silau akan hadiah, Schultz berhati
mulia. Dia mau membantu Django menemukan Broomhilda. Padahal apa untungnya untuk dia? Pada akhirnya, Film Django Unchained bukan hanya bercerita tentang perbudakan, bab paling menjijikkan dalam sejarah Amerika, tapi ada masalah kelicikan, kesusilaan, dan kemanusiaan di sana. Masalah yang jadi garapan favorit Tarantino. (Silvia Galikano/YOG/detik.com)

Kata Pencarian:

film kobouy (1)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *