Home » Resensi » Info Film Terbaru » Film Man Of Steel, Film Paling Cemerlang Sang Manusia Baja
man of steel

Film Man Of Steel, Film Paling Cemerlang Sang Manusia Baja

Film Man Of Steel, Film Paling Cemerlang Sang Manusia Baja. Panglima Perang Krypton Jenderal Zod (Michael Shannon) mencopot baju besi pelindungnya agar leluasa bergerak. Pertarungan dengan Kal-El (Henry Cavill) kini memasuki titik didih. Mereka adu jotos dengan kekuatan super di tengah padatnya rimba beton. Gedung-gedung pencakar langit di tengah kota jadi arena tanding keduanya.

Kepal Zod menghantam wajah Kal saat mereka dibagian depan sebuah gedung, tubuh Kal terdorong hingga tembus ke bagian rusuk gedung. Kal balas mendorong Zod di tanah, jauh beberapa puluh meter hingga membentuk ceruk dangkal di aspal, lantas dibenturkan lagi pada gedung di depannya.

Pertarungan masih terus berlanjut. Makin lama makin sengit. Inilah momen penentu masa depan Krypton, planet tempat keduanya berasal. Mari kembali ke Superman: The Movie (1978) yang dibintangi Christopher Reeve. Reporter Daily Planet Lois Lane (Margot Kidder) bertanya pada pria berkostum biru ketat di hadapannya, “Dari mana asalmu?” Yang ditanya menjawab sambil menerawang ke langit malam, “Mmm… tempatnya jauh. Saya datang dari planet bernama Krypton.”

Bisa jadi dari percakapan ini Zack Snyder dan Christopher Nolan mengembangkan cerita untuk Man of Steel. Krypton yang ditinggalkan Kal sejak bayi kini tinggal serpihan. Planet yang ribuan tahun lalu supercanggih itu meledak akibat inti planetnya rusak.

Sebelum meledak, Kal-El, satu-satunya bayi di Krypton yang diproduksi alami, diungsikan ayahnya, Jor-El (Russell Crowe), ke bumi, planet yang masih menyisakan harapan. Bersama Kal, Jor-El menyertakan pula codex, benda penentu keberlangsungan penduduk Krypton.

Baca:  Film Olympus Has Fallen, Ketika Gedung Putih Dilumpuhkan Teroris

Bayi Kal yang dilontarkan dalam sebuah roket itu ditemukan pasangan petani Kansas, Jonathan Kent (Kevin Costner) dan Martha Kent (Diane Lane), di ladang mereka. Mereka merawatnya, dan memberi nama Clark.

Clark tumbuh sebagai bocah culun yang dikucilkan kawan-kawannya. Berkali-kali di-bully tapi tak sekalipun membalas. Ayah angkatnya yang meminta demikian. Dia tak ingin orang lain tahu bahwa Clark punya kekuatan super, ayahnya ingin putra angkatnya ini jadi manusia biasa seperti kawan-kawannya yang lain.

Tapi dorongan untuk menolong orang lain tak dapat dihindarkan. Ibu salah seorang teman sekelas yang pernah ditolong Clark sampai ngotot bilang ke ibu Clark bahwa putranya itu utusan Yesus. Di masa dewasa Clark berpindah dari satu kota ke kota lain demi menyembunyikan identitasnya…dan kekuatan supernya.

Sementara itu Lois Lane (Amy Adams), dalam sebuah peliputan, tiba di lokasi pertambangan. Di sana ditemukan benda raksasa aneh yang diselimuti es. Usianya hampir 2.000 tahun. Pejabat Angkatan Udara Amerika Kolonel Nathan Hardy (Christopher Meloni) ada pula di lokasi walau sejauh ini Pentagon menyangkal adanya temuan tersebut.

Didorong keingintahuannya, diam-diam Lane mendatangi benda raksasa itu pada tengah malam. Dia masuk ke dalam benda berbentuk setengah bulatan berwarna gelap, dan punya banyak ruang itu. Tanpa diduga, di sana Lane bertemu Clark, pekerja tambang yang dari tadi siang beberapa kali berpapasan.

Baca:  Film Rush, Pertarungan Abadi 2 Legenda Balap F1

Clark baru saja mengaktifkan benda ini, yang tak lain pesawat luar angkasa, menggunakan kunci yang selama ini dia kira kalung biasa. Di dalam pesawat, Clark bertemu bayang-bayang ayah kandungnya, Jor-El, yang juga pembuat pesawat ini. Dari Jor-El-lah Clark tahu siapa dia sebenarnya, apa nama lahirnya, dan mengapa dia dikirim ayahnya ke bumi.

Penantian selama tujuh tahun sejak franchise terakhir Superman, Superman Returns, terbayar sudah. Bukan sekadar Man of Steel akhirnya
keluar, tapi sang sutradara Zack Snyder menyuguhkan paket komplet dalam satu film yang bakal memenuhi harapan penggemar Superman
di seluruh dunia.

Plotnya cerdas dengan alur cerita rapat. Twistnya pun diramu legit. Visualnya jangan ditanya, kita akan terlongo-longo dengan tampilan luar angkasa yang serbamegah dengan special effect luar biasa. Man of Steel membuat penekanan pada moralitas tanpa berkhotbah. Durasi yang lebih dari dua jam pun sama sekali tidak terasa lama.

Masuknya Christopher Nolan sebagai produser memberi sentuhan riang pada sosok putra Krypton ini selain cara penceritaan yang lugas. Sentuhan serupa bisa kita rasakan juga di trilogi Dark Knight garapannya.

Klimaks film ini, pertarungan dua bangsawan Krypton, Clark dan Zod, jadi tontonan mengesankan, menegangkan, sekaligus bikin tahan napas. Ambisi Zod menghidupkan kembali Krypton sepenuhnya tergantung pada codex. Inilah epos pertarungan paling ditunggu penggemar Superman.

Baca:  Film Operation Wedding, Misi Besar Putri Kolong

Michael Shannon bersinar sebagai Zod si villain. Sifat bengis dan ambisinya mendapat lawan setara sewaktu bertemu karakter Jor-El yang dimainkan Russell Crowe, walau Crowe seperti kembali lagi ke karakter cemerlang Jenderal Maximus Decimus Meridius di Gladiator (2000).

Kevin Costner punya sejumlah adegan mengagumkan sebagai Jonathan Kent. Kita bisa merasakan sentuhan kebapakan justru dari Costner ketimbang dari Crowe. Rasa kasih pada anak angkat yang diekspresikan tanpa suara boleh jadi akan sangat menempel di ngatan.

Pemeran utama kali ini, Henry Cavill, patut mendapat jempol. Jagoan kita tanpa cela menghidupkan Clark yang punya dua sisi, sebagai pria kampung dan sebagai alien yang penasaran dengan jalan hidupnya. Satu-satunya yang kurang adalah tidak adanya chemistry antara Clark dan Lois. Clark yang masih bingung dengan keberadaan dirinya, “dipepet” Lois yang penasaran dengan narasumbernya.

Amy Adams seakan hilang arah begitu film berlanjut. Lois yang tadinya reporter pemberani, berubah jadi perempuan sebelah rumah yang bergantung pada Clark. Dan seperti cerita-cerita klasik, mereka berciuman di antara puing-puing kota, setelah Clark berhasil menyelamatkan Lois. Tapi ya itu tadi, chemistry absen dalam adegan ini. (majalahdetik/silvia galikano)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *