Uncategorized

Fokus Serang Jokowi, Prabowo Hatta Malah Tampil Berantakan

Banyak kejadian lucu dalam debat Capres dan Cawapres 2014. Upaya menyerang dari kubu Prabowo Hatta sempat berakibat blunder beberapa kali. Diantaranya Soal kampanye anti koperasi Jokowi yang kemudian dibantah sendiri oleh Jokowi dan juga kesalahan Hatta rajasa yang tidak bisa membedakan Adipura dengan kalpataru.

Menurut Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik,Tony Prasetyantono mengatakan, soal visi-misi kedua piihak pada dasarnya mirip. Misalnya, di sektor pangan kata Tony, Prabowo Subianto, ingin mencetak 2 juta hektar lahan pertanian tanaman pangan baru. Sementara Joko Widodo, menginginkan 1 juta hektar lahan baru, tapi dipersiapkan dengan lebih matang.

“Misalnya irigasinya baik, tidak mengulang kesalahan lama. Dari sisi ini Jokowi tampak lebih realistis dan well-planned,” katanya kepada Kompas.com, Sabtu (5/7/2014).

Baca:  21 Siswa Gresik Terancam Tidak Lulus Unas 2013

Di sisi lain, Tony menambahkan, Jokowi juga diuntungkan dengan posisi Hatta Rajasa sebagai mantan Menko Bidang Perekonomian. Menurut Tony, dengan posisi ini, jadi mudah bagi kubu Jokowi mencari kelemahan Hatta, misalnya terkait sektor energi.

“Misalnya, Hatta bilang akan menaikkan lifting minyak menjadi 1 juta barel sehari. Ini lucu karena di era Hatta lifting minyak terjun ke 800.000 barel per hari. Padahal di zaman JK menjadi wapres, masih 1-1,1 juta barel per hari,” ujarnya.

Debat Terakhir, Hatta Rajasa Tampil Berantakan. Hatta Rajasa dinilai oleh banyak kalangan tampil jauh dari memuaskan dalam debat Capres cawapres 2014. Hal yang cukup mendasar seperti perbedaan Kalpataru dan Adipura Hatta tidak mengetahuinya. al hasil upaya menyerang Jokowi – JK malah berbuah blunder kepada Prabowo – Hatta.

Selain itu, Ada kejadian menarik dalam debat terakhir Pilpres 2014. Cawapres Hatta Rajasa ditegur moderator karena bertanya tidak pada waktunya.

Baca:  UBTV Televisi Universitas Brawijaya Launching 1 Juni 2013

Hatta menanggapi jawaban Jokowi soal cara mengatasi bencana ekologi. Mantan Menko Perekonomian ini menyinggung soal renegoisasi kontrak yang tidak berkeadilan.

“Saya ketua renegoisasi kontrak. Renegoisasi kontrak yang tidak berkeadilan itu kontrak sekali. Jadi yang ingin saya tanyak, apakah Bapak akan mencabut atau merenegosiasikan kembali….” tanya Hatta dalam debat di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Sabtu (5/7/2014).

Pertanyaan Hatta dipotong oleh moderator Sudharto P Hadi. Rektor Undip ini mengingatkan bahwa seharusnya Hatta hanya menanggapi, tak bertanya lagi. “Bapak seharusnya menanggapi,” kata Sudharto.

Hatta menjawab bahwa dia menanggapi jawaban Jokowi. Namun dia kembali mengulang pertanyaan yang sama.

“Tidak ada kesempatan lagi untuk menanggapi,” kata Sudharto setelah Hatta menyelesaikan gilirannya bicara.

Baca:  Jika tak hujan hingga Oktober, Petani Malang terancam gagal panen

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman