Home » Gresik » Politik Gresik » Fraksi Demokrat Gresik Ngambek Tidak Kebagian Jabatan
samwil gresik

Fraksi Demokrat Gresik Ngambek Tidak Kebagian Jabatan

samwil gresikFraksi Demokrat Gresik Ngambek Tidak Kebagian Jabatan, tak ada satupun jabatan dalam alat kelengkapan dewan yang disisakan untuk anggota dewan dari F-PD.  Begitu juga F-Partai Amanat Nasional (F-PAN)  Sebab, F-PD dan F-PAN memilih boikot dalam rapat paripurna.  Beruntung, sikap F-PAN melunak dengan meminta jatah satu jabatan dalam alat kelengkapan. Akhirnya, F-PKB berbaik hati dengan menyerahkan jatah Ketua Badan Legislasi (Banleg) untuk Mubin dari F-PAN.

Mengetahui situasi yang tidak menguntungkan fraksinya, Fraksi Demokrat Gresik melakukan boikot sidang paripurna. Boikot Fraksi Demokrat Gresik  ini sebagai bentuk protes lantaran tak satupun kader demokrat yang mendapat jatah pimpinan di alat kelengkapan dewan. Satu-satunya kader, Edy Santoso yang sebelumnya menjadi ketua komisi C disingkirkan dan diganti oleh HM Syaikhu SE MSi dari FKNU.

Baca:  Pilkada Gresik, Mabes Polri Kirim 200 Personel Brimob

Sejumlah sumber dilingkungan DPRD Gresik mengatakan ada unsure kesengajaan dari sejumlah fraksi untuk tidak memberi jatah pada Fraksi Demokrat Gresik. Ini lantaran Samwil dinilai sering melakukan manuver yang cenderung membuat fraksi lain tak nyaman. Hanya saja kabar ini dibantah oleh Samwil yang menegasakan jika Fraksi Demokrat Gresik selama ini tidak neko-neko. “Tidak benar itu, buktinya kami menerima ketika hanya di mendapat jatah ketua komisi C, ya kalau seperti ini biarlah yang terjadi,” katanya, sebagaimana dilansir oleh Radar Gresik.

Sebelumnya selain fraksi Demokrat Gresik, Fraksi PAN juga sempat “ngambek” karena tidak mendapatkan jatah jabatan di DPRD Gresik. Ditengah jalan, ketika menjelang pemilihan ketua Banleg dan Ketua Badan Kehormatan (BK), tiba-tiba sikap F-PAN melembek dengan bersedia hadir asalkan diberi jatah jabatan. Alhasil, ada lobi ulang ditingkat pimpinan yang berjalan lumayan alot. Bahkan Ketua DPC PPP Gresik, Nur Qolib turun dalam lobi.  “PPP tidak minta jabatan,”tandasnya.

Baca:  DPRD Gresik Akan Pantau Ketat Penggunaan Anggaran 2019

Ditengah kebuntuan, akhirnya F-PKB bersedia memberikan jatah ketua Banleg ke F-PAN. Sebab, F-PPP juga bersedia mendapat jabatan Ketua BK. Begitu juga F-HGB dengan legowo tidak minta porsi jabatan ketua.  Dengan tercapainya kesepakatan tersebut, semua skenario berjalan lancar. Ketua Komisi A tetap diberikan Jumanto dari F-PDIP. Sedangkan F-PKNU mendapat jatah Ketua Komisi B yang dipercayakan pada HM Syaikhu SE MSi, untuk Ketua Komisi C diserahkan pada Ir. H.Abdul Hamid dari F-PG dan F-PKB meminta porsi Ketua Komisi D yang tetap dijabat Drs. Chumaidi Ma’un.

F-PKB masih diberi kompensasi untuk menjabat Ketua Panitia Khusus (Pansus) Kode Etik dan Tata Beracara DPRD Gresik yang dihandle langsung Ketua F-PKB, H.Moh Syafi’ AM SH.  Beberapa pergantian ketua fraksi diajukan oleh F-PD yang mengajukan mantan Ketua Komisi C, Eddy Santoso mengantikan Suberi. Sedangkan F-PAN mengusulkan pergantian ketua F-PAN dari Mustajab S.Sos pada Faqih Usman SE MM. Dan F-PPP mengusulkan pergantian ketua fraksi dari Hj. Titin Hamidah pada H. Asya’ari.(gresiksatu.com/radar gresik, edtr:anang)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *