Info Film Terbaru

G.I. Joe: Retaliation, Aksi Keren Para Jagoan Komik

G.I. Joe: Retaliation, Aksi Keren Para Jagoan Komik. Ada yang menyusup ke Gedung Putih, memengaruhi Presiden membuat keputusan ganjil. Pasukan elite G.I. Joe bergabung, membentuk kekuatan prima melawan kelompok Cobra, si penjahat negara.

Di tengah padang pasir di Pakistan, pasukan elite AS diserang habis-habisan dari udara. Belum diketahui siapa penyerangnya. Peralatan berat hancur. Di sana-sini mobil meledak menciptakan bola api raksasa. Prajurit bergelimpangan. “Ke sumur!” Roadblock (Dwayne Johnson) berseru pada dua rekannya, Flint (D.J. Cotrona), dan Lady Jaye (Adrianne Palicki).

Mereka berlari ke sumur di tengah padang, lalu bersama-sama melompat masuk. Beberapa menit berlalu, serangan udara reda. Giliran berikutnya prajurit penyerang berjalan kaki menyusuri kekacauan yang baru saja mereka ciptakan dan memastikan bahwa para prajurit yang tergeletak itu benar-benar sudah mati.

Dua prajurit juga ke sumur, memuntahkan beberapa peluru membuat permukaan sumur beriak sesaat. Tewaskah Roadblock dan kawan-kawan? Ternyata tidak. Penyisiran itu sudah dia perkirakan, termasuk tembakan ke arah sumur. Ketiganya berhasil lolos dari tembakan. Selanjutnya dalam komando Roadblock, mereka muncul ke permukaan tanpa suara dan berhasil keluar sumur.

Baca:  Film Oz the Great and Powerful Fantasi Baru Persembahan Walt Disney

gi joe retaliation“Sekarang saatnya menghubungi markas, memberi tahu keberadaan kita,” kata Flint ke Roadblock. “Jangan. Kita tidak tahu siapa yang menyerang kita tadi.”

Di Washington DC, Presiden Amerika Serikat (Jonathan Price) mengumumkan bahwa kelompok elite G.I. Joe tidak lagi dapat dipercaya. Buktinya mereka luluh lantak di Pakistan. Negara kini hanya percaya pada kelompok Cobra, musuh bebuyutan para Joe sekaligus musuh negara. Tentu pengumuman ini mengherankan Roadblock.

Sementara itu, di sebuah perguruan yang berada di tebing terjal di pelosok Jepang, Snake Eyes (Ray Park), Storm Shadow (Byung-hun Lee), dan Jinx (Elodie Yung) menyempurnakan ilmu bela diri mereka. Snake Eyes dan Jinx adalah anggota G.I. Joe, tapi Storm Shadow, kita tidak tahu dia ada di pihak mana.

Jinx menangkap sinyal yang dikirim Jaye, sinyal yang hanya bisa ditangkap para anggota G.I. Joe. Mereka merespons sinyal ini, berkumpul kembali, dan memecahkan teka teki tentang apa yang sedang terjadi di Gedung Putih sekaligus menumpas Cobra. Bagian paling ditunggu-tunggu adalah munculnya Jenderal Joe Colton (Bruce Willis), sang dedengkot G.I. Joe.

Baca:  Film Porno Pertama Dibuat 1907 di Argentina dan Prancis

Dia membuka rumahnya lebar-lebar bagi seluruh jagoan, menunjukkan senjata-senjata yang disembunyikan di tiap sudut rumahnya dan mempersilakan mereka memilih senjata mana yang ingin dipakai. Pertarungan melawan Cobra kini benar-benar dimulai.

Seperti sudah diduga, G.I. Joe: Retaliation adalah film action yang tidak butuh banyak mikir. Dialog minim dan banyolan di mana-mana. Imbalannya, aksi laga keren para laki-laki berotot dan perempuan yang lincah bela diri.

Bagian paling menegangkan adalah ketika Jinx dan Snake Eyes dalam kostum ninja bertarung melawan Red Ninjas di dinding gunung cadas. Mereka
bergantungan di harness, melayang-layang di dinding gunung, adu cerdik dan saling serang. Scene ini terinspirasi bagian silent yang terkenal dalam komik G.I. Joe (1980) keluaran Marvel, yang dibuat Larry Hama. Sutradara Jon Chu membuatnya sama, tanpa dialog, sehingga memaksimalkan ketegangan.

Baca:  Film Cloud Atlas, Kejeniusan Tiga Sutradara dalam Harmoni Fiksi dan Sains

Tampak benar Chu adalah penggemar berat G.I. Joe. Dia anak era ‘80-an yang sudah membaca seluruh komiknya, tumbuh memainkan action figures-nya, serta menonton kartunnya. Didukung pengalaman Chu menyutradarai film yang membutuhkan koreografi dan keluwesan, seperti Step-Up, membuat adegan ninja yang bergelantungan itu jadi laga yang bukan hanya menegangkan, tapi juga indah.

Mungkin Chu sengaja hanya menekankan pada laga, bukan karakter, sehingga tak heran bagian ini terabaikan. Semua karakter sama saja, tak punya ciri khusus, dan tak ada latar belakang hidup para Joe hingga sampai di sini, kecuali Storm Shadow.

Lagi pula siapa peduli karakter di film macam ini, selama para aktor tampil solid dan menikmati peran mereka? Lihat saja Dwayne Johnson dan Bruce Willis, mereka seperti bocah-bocah yang kegirangan di tengah taman bermain. Chu tidak sedang membuat film kelas Oscar. Jika ada seulas senyum saja dari tiap penonton begitu keluar dari bioskop, berarti misinya terpenuhi. Dia hanya membuat film hiburan. Titik. (SIL /YO G)

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman