Home » Gresik » Pendidikan Gresik » Gagal di Kawasan Kota, Bus Sekolah Gresik Dialihkan ke Pinggiran
bis sekolah di gresik

Gagal di Kawasan Kota, Bus Sekolah Gresik Dialihkan ke Pinggiran

Gagal di Kawasan Kota, Bus Sekolah Gresik Dialihkan ke Pinggiran. Dinas Pendidikan (Dindik) Gresik mengambil inisiatif pengoperasian bus sekolah ke sekolah kawasan pinggiran. Hal ini karena berkali-kali gagal diuji coba untuk angkutan sekolah di kawasan kota.

Saat ini Pemkab Gresik memiliki lima unit bus sekolah bantuan dari beberapa instansi dan perusahaan. Bantuan sejak dua tahun lalu itu, beberapa kali gagal diuji coba di kawasan sekolah perkotaan.

Pasalnya, selain kurang diminati, juga bakal mematikan angkutan antarkota. “Sekarang bus sekolah kami alihkan ke sekolah pinggiran. Sebab, dari sisi kebutuhan, sekolah pinggiran lebih membutuhkan. Apalagi, dari evaluasi yang kami lakukan, semua berjalan lancar dan sangat efektif melayani para siswa,” kata Kepala Dinas Pendidikan Gresik, Mahin, kemarin.

Baca:  Berantas Pungli, Sekolah di Gresik Dilarang Wisata ke Luar Pulau

Kelima unit bus itu beroperasi di wilayah selatan dengan rute, di antaranya Legundi (SDN 3 Krikilan)-Krikilan (SDN 1 Krikilan)-Sembung (SDN 1 Driyorejo)-Sumput (SMK YPM 5)-Driyorejo (SDN 1 Driyorejo)- Cangkir (Puskesmas Driyorejo/ Polsek Driyorejo)-SMP 1 Driyorejo-Kantor Desa Temaru- SMKN 1 Driyorejo.

Kemudian juga melayani rute Gresik Utara. Di antaranya melayani rute Lowayu/Sumurber- Mentaras Petung/Ima’an- Sambogunung/Sukorejo- Pertigaan Lasem-Kertosono (Pilang)-Beruagung-Golokan- Alun-alun Sidayu-SMAN 1 Sidayu.

Mahin menjelaskan, kendati sudah dilayani lima unit bus, secara keseluruhan armada untuk wilayah pinggiran masih kurang. Sebab, jumlah lima unit bus masih kurang dan belum maksimal melayani kebutuhan yang cukup banyak. “Sekarang ini kebutuhan bus untuk wilayah pinggiran juga masih kurang. Setidaknya masih butuh enam unit bus lagi untuk melayani daerah-daerah di kawasan pinggiran Gresik,” ujarnya.

Demi memenuhi kekurangan itu, lanjut Mahin, sudah mengajukan ke bupati untuk pengadaan bus guna melayani antar jemput siswa di daerah Wringin Anom, Balongpanggang, dan Cerme yang merupakan kawasan selatan.

Baca:  Qosim Inspeksi UN SD Menegur Pengawas yang Mainan HP

Kemudian, Sedayu, Dukun, dan Panceng untuk wilayah utara. “Jadi kalau ada pengadaan bus lagi masih kita fokuskan melayani kawasan pinggiran. Belum mengarah ke pelayanan untuk siswa di kawasan kota.

Kan di kota banyak fasilitas angkutan umum sehingga bisa belakangan mendapat layanan bus sekolah,” katanya. Program itu mendapat dukungan kalangan DPRD Gresik.

Ketua Komisi D DRPD Gresik, Muntarifi mengatakan, pengadaan bus sekolah masih sulit direalisasikan. Alasannya, sekarang masih fokus menggarap pendidikan gratis di Kota Pudak. “Mungkin bisa mencari dari CSR perusahaan di Gresik,” tuturnya (Koran Sindo | ashadi ik)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *