Home » Gresik » BRI Siap Back UP Dana Perluasan Dermaga Petrokimia
Master tukang, tutorial pertukangan

BRI Siap Back UP Dana Perluasan Dermaga Petrokimia

Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, PT Petrokimia Gresik (PKG) tidak hanya maksimalisasi program pemenuhan kebutuhan pupuk. Untuk menunjang fasilitas ketahanan pangan, PT PKG dan BRI menjalin MoU terhadap kredit investasi proyek perluasan dermaga milik perusahaan.

Kapasitas Dermaga Untuk Kepentingan Sendiri (DUKS) PT Petrokimia Gresik dianggap masih sangat terbatas dan semakin tidak mencukupi. Untuk menunjang kegiatan bongkar muat di pelabuhan, maka dilakukan pengembangan sarana dan prasarana di pelabuhan PT Petrokimia Gresik, seperti penambahan Dermaga serta penambahan Gudang.

Sekretaris Perusahaan Ilham Setiabudi menyatakan, peningkatan kuantum ini secara langsung akan menyebabkan peningkatan aktivitas bongkar muat di DUKS milik PT PKG. Tahun 2012 ini, tugas penyediaan pupuk subsidi yang diberikan pemerintah kepada PT PKG mengalami peningkatan signifikan, yakni sebesar 1,6 juta ton dibanding tahun 2011.

Baca:  Ratusan Buruh Mengepung Petrokimia Gresik

Seiring dengan hal itu, tahun 2012 PT PKG ditugaskan pemerintah untuk dapat menyediakan pupuk bersubsidi sebanyak 5.468.920 ton. Rinciannya, jenis Urea 315.000 Ton, NPK Phonska 2.443.920, SP-36 1.000.000 ton, ZA 1.000.000 ton, Pupuk Organik 780.000 ton.

“Lokasi yang akan digunakan untuk proyek pengembangan pelabuhan adalah Dermaga Jetty II dengan panjang sekitar 194 meter dan lebar 36 meter ke arah utara atau ke arah Karang Jamuang. Dengan perluasan ini diharapkan dapat di sandari kapal 35.000 DWT di sisi darat dan 60.000 DWT di sisi laut,” ujarnya, Sabtu (28/4/2012).

Lebih lanjut dikatakan, perluasan dermaga tersebut dilengkapi dengan penambahan satu unit alat bongkar bahan baku curah (Continuous Ship Unloader) yang diharapkan dapat digunakan untuk kegiatan bongkar material bulk yang tidak korosif dari kapal. Dengan pengembangan ini diharapkan dapat memperbaiki Berth Occupancy Ratio (BOR) yang sudah mencapai 88,43% di tahun 2010.

Proyek tersebut juga dilengkapi dengan Gudang Curah dan conveyor system untuk mendukung operasional pengangkut bahan atau produk dari pelabuhan ke gudang (ship in) dan dari gudang ke pelabuhan (ship out) sebagai pengganti truk agar lebih efisien dan efektif. Diharapkan kapasitas bongkar muat akan naik sekitar 2 juta ton per tahun, sehingga total kapasitas bongkar muat di dermaga PT Petrokimia Gresik menjadi 7 juta ton per tahun.

Baca:  Pemkab Gresik Ngotot Bangun Alun-Alun Sidayu

“Total biaya investasi yang dibutuhkan untuk pengembangan dermaga ini sebesar Rp 463 Milyar yang berasal dari fasilitas kredit investasi BRI dan dana internal PT Petrokimia Gresik sendiri dengan rasio 70 : 30. Fasilitas yang diberikan terdiri dari kredit pokok sebesar Rp 296 Milyar dan kredit IDC sebesar Rp 28 Milyar,” paparnya. @panji. lensaindonesia.com

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *