Home » Gresik » Ekonomi Gresik » BPBD Gresik Siapkan 500 Tangki Air untuk Warga
Master tukang, tutorial pertukangan

BPBD Gresik Siapkan 500 Tangki Air untuk Warga

kekeringan gresikBPBD Gresik Siapkan 500 Tangki Air untuk Warga. Musim kemarau panjang hingga kekeringan yang melanda Kabupaten Gresik membuat 14 kecamatan kelimpungan. Bencana ini seakan menjadi ritual tahunan tanpa ada solusi. Untuk jangka pendek, sejumlah upaya dilakukan pemerintah mengatasi krisis air bersih.

Saat ini, sejumlah daerah yang ada di Gresik telah dilanda musim kekeringan. Tentu saja, hal itu membuat sebagian masyarakat Gresik, khususnya mereka yang berada di daerah pelosok, merasa sangat khawatir dengan kondisi seperti itu.

Sejumlah waduk yang ada di Gresik juga sudah mulai mengering. Diantaranya adalah Waduk Sumengkon yang ada di Kecamatan Duduk Sampeyan, Waduk Paco di Kecamatan Balongpanggang.Tidak hanya itu, beberapa telaga penampung air seperti di Benjeng ataupun di Duduk Sampeyan juga sudah mulai terlihat semakin menipis persediaan airnya.

Baca:  Sambari Ogah Mencoret Samwil dari BUMD Gresik Samudra

Akibatnya, kondisi seperti itu mengancam proses bercocok tanam beberapa lahan pertanian yang ada di daerah itu. Para petani tersebut saat ini sudah sangat kesulitan mendapatkan air untuk mengairi sawah-sawah mereka. Oleh karena itulah, Kepala Dinas BPBD Gresik Hari Soetjipto mengatakan, jika dirinya tidak akan tinggal diam melihat kondisi seperti itu. “Kami akan berupaya supaya masyarakat tidak mengalami krisis air dikala musim kemarau seperti ini,”ujar Hari.

Hari mengaku, jika BPBD Gresik sebelumnya sudah memberikan bantuan air bersih sebanyak 500 tangki. Bantuan air bersih itu diberikan kepada desa-desa yang saat ini sedang dilanda krisis air atau kekeringan parah. Menurut Hari , daerah-daerah yang ada di Gresik saat ini dapat dikategorikan kedalam tiga jenis kekeringan.

Baca:  Harga Elpiji 3 Kg di Gresik Tembus 18 Ribu

Kriteria pertama menurut Hari, adalah daerah yang hanya mampu mencukupi kebutuhan air warganya sebanyak 60 liter per untuk tiap orangnya. Kedua, apabila di daerah tersebut kebutuhan air hanya tercukupi sebanyak 30 liter per hari, serta untuk mendapatkannya masyarakat harus menempuh perjalanan sejauh 500 meter hingga 1,5 Km. Kriteria ketiga, apabila daerah itu hanya tersedia air sebanyak 10 liter air per hari untuk tiap penduduknya.

Hari berpendapat, sat ini setidaknya terdapat 4 kecamatan yang ada di Gresik yang masuk ke dalam kriteria ketiga, atau bisa dikatakan kriteria yang paling parah. “Diantaranya ada di Kecamatan Benjeng, Cerme, Kedamean, dan Duduk Sampeyan,” urainya. “Kalau yang masuk di kriteria pertama dan kedua saya lupa,” sambungnya.

Baca:  Puluhan Desa di Gresik Mengalami Kekeringan

Sedangkan jumlah desa yang mengalami kekeringan yang ada di seluruh Gresik, Hari mengatakan jumlah itu mencapai angka 109 desa. Diantara semua desa itu, yang paling parah adalah desa-desa yang berada di Kecamatan Benjeng. “Untuk di Kecamatan Benjeng, jumlahnya bisa mencapai 46 desa, atau hampir 50% dari jumlah total,”papar Hari.

Sementara itu, salah seorang warga yang ada di Kecamatan Benjeng Supandi (45) mengatakan, akibat musim kemarau seperti ini, dirinya harus mencari air hingga sejauh 3 kilometer jauhnya. “Tapi itu juga kalau dapat airnya, kalau tidak dapat kami ya hanya berharap bantuan air bersih dari pemerintah saja,” ujarnya. (jan/ris/radargresik/jpnn)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *