Home » Gresik » Ekonomi Gresik » Konsumen Merasa Tertipu Apartemen Grand Sahala Gresik
Master tukang, tutorial pertukangan

Konsumen Merasa Tertipu Apartemen Grand Sahala Gresik

Apartemen Grand Sahala Gresik
foto:sandhiarta – Radar Gresik

Konsumen Merasa Tertipu Apartemen Grand Sahala Gresik. Sejumlah calon penghuni apartemen yang dibangun PT Penta Pilar Makmur kini mulai mengkhawatirkan uang mereka yang terlanjur disetor. Keresahan yang dialami calon penghuni bukan tanpa sebab. Mereka umumnya rata-rata sudah menyetor uang muka untuk tanda jadi sebagai user apartemen grand sahala gresik sebesar Rp 30 juta.

Janjinya, setelah dipasarkan proyek Apartemen Grand Sahala Gresik akan segera dibangun. Proyek memang mulai dibangun dengan menguruk tanah di lokasi di Desa Sekarkurung Kecamatan Kebomas. Namun, pengurukan dihentikan karena pengusaha urukan merasa belum dibayar. “Kabarnya seperti itu, beberapa waktu lalu pengurukan dihentikan oleh pengusaha urukan. Penyebabnya karena mereka belum dibayar pengembang Apartemen Grand Sahala Gresik,” kata Adong, warga Jl Sunan Prapen Desa Klangonan Kecamatan Kebomas, yang rumahnya persis disamping proyek apartemen.

Sementara itu, salah seorang pembeli Apartemen Grand Sahala Gresik kepada Radar Gresik mengaku khawatir proyek tersebut mangkrak. Sebab, hingga kini di lokasi proyek belum ada tanda-tanda bakal ada pembangunan. “Saya membeli tiga blok apartemen lantai dasar untuk usaha. Uang muka sudah saya bayar untuk ketiga blok tersebut. Janjinya akan segera dibangun, kok sampai sekarang belum ada. Saat saya tanyakan ke marketing, katanya janji segera dibangun, tapi kok belum ada,” keluh pengusaha yang berdomisili di perumahan Gresik Kota Baru ini.

Baca:  Pembangunan Tol Krian-Legundi-Bunder (KLB) Segera Realisasi

Dikatakan, dirinya merasa dirugikan dengan janji pengembang Apartemen Grand Sahala Gresik tersebut. “Jelas saya merasa rugi, coba anda bayangkan bila uang itu masuk deposito atau bank pasti berbunga. Kami ini pengusaha jadi uang berputar lebih berarti dibandingkan uang diam,” jelasnya.

Camat Kebomas Abdul Hakam saat dikonfirmasi hal ini mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui proyek Apartemen Grand Sahala Gresik tersebut. “Pada waktu dimulainya proyek Apartemen Grand Sahala Gresik tersebut bukan waktu saya. Wakti itu Camatnya Pak Khusaini yang sekarang menjadi Kabag Kesra Pemkab Gresik,” katanya tegas.

Ditambahkan Hakam bahwa proyek Apartemen Grand Sahala Gresik tersebut memang berada di Desa Sekarkurung yang termasuk kekuasaan dirinya. Hakam juga menyatakan bahwa dirinya bersama perangkat desa lain akan coba menelusurinya. “Nanti kami cek dulu, pertama masyarakat yang merasa dirugikan. Biasanya Lurah Sekarkurung yang harusnya tahu itu karena mereka yang punya wilayah,” tambahnya.

Sementara itu manajemen PT Penta Pilar Makmur, penmgembang proyek Apartemen Grand Sahala Gresik belum bisa memberikan keterangan. Radar Gresik saat mendatangi kantor marketing The Grand Sahala Residence di Jl Sunan Prapen 67 Gresik hanya ditemui stafnya bernama Wiwin. “Maaf saya tidak berhak untuk memberikan keterangan apapun pada wartawan,” katanya.

Baca:  Smelter Freeport di Gresik Berdiri Diatas Lahan Reklamasi

Namun, wiwin berjanji akan memberitahukan bosnya yang berada di Surabaya untuk melakukan wawancara. “Hari ini pasti akan ditelpon untuk konfirmasi,” pungkasnya.(san/ris/RadarGresik/JPNN)

Suarakan Pendapatmu

comments

One comment

  1. Apartemen Grand sahala dipindah lokasikan, dan serah terima tidak jadi tahun 2013 ini, saya sebagai user minta uang kembali, yang user lainnya bagaimana???

    developer kacangan itu Pak irwan namanya, tidak becus menjadi developer, tidak tepat janji dalam mengembalikan uang saya, berbelit-belit kalau diminta uangnya, katanya uang saya dikembalikan dengan cara dicicil…. Apa itu pantas sebagai developer yang lebih kaya raya, dan saya user orang bawahan, dimana gaji saya sebagai karyawan pas-pasan untuk hidup, dan tujuan saya menginvest ke apartemen, untuk penghasilan tambahan….

    Tolong para user lain yang bernasib sama, kita bersatu untuk menuntut hak kita, kalau perlu kita demo, ke DPR Gresik minta bantuannya, dan Real Estate biar dicabut ijinnya…

    Para user lain bisa menulis No.Hp kalian, saya akan hubungi kalian…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *