Home » Gresik » Ekonomi Gresik » Semen Gresik Tingkatkan Pengelolaan Lingkungan
Master tukang, tutorial pertukangan

Semen Gresik Tingkatkan Pengelolaan Lingkungan

semen gresikSemen Gresik Tbk terus berupaya meningkatkan model pengelolaan lingkungan berkelanjutan untuk mewujudkan green industry.  Program-program green industry secara kontinyu diterapkan oleh perusahaan semen terbesar di tanah air tersebut. Direktur Utama Semen Gresik, Dwi  Soetjipto mengatakan, bisnis masa depan adalah bisnis yang memperhatikan aspek pengelolaan lingkungan. Karena itulah perseroan menempatkan pengelolaan lingkungan sebagai salah satu pilar untuk mewujudkan kesinambungan usaha. “Keberhasilan pengelolaan lingkungan akan menggaransi terciptanya pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” ujar Dwi kepada wartawan di  Surabaya, Minggu (12/8).

Keberhasilan pengelolaan lingkungan yang dilakukan perseroan ini sekaligus mematahkan stigma bahwa industri semen selalu berimbas buruk ke lingkungan. “Di Semen Gresik, setiap investasi yang dilakukan selalu memperhatikan prinsip lingkungan. Kami berpijak pada responsible  investment yang menjadikan visi lingkungan sebagai salah satu pilar utama. Kami ingin tak hanya sekadar peduli lingkungan, tapi juga mencapai enviromental excellence,” lanjutnya.

Visi lingkungan Semen Gresik diwujudkan dalam sejumlah hal, seperti program pencegahan pencemaran, efisien dan konservasi sumberdaya, serta
pengurangan gas rumah kaca. Dalam program pencegahan lingkungan, perseroan secara rutin melakukan pemantauan sejumlah indikator lingkungan sesuai baku mutu, mulai dari emisi udara cerobong pabrik, konsentrasi debu, hingga air bawah tanah.

Baca:  Fasilitas CNG Gresik Akan Kurangi Krisis Listrik Bawean dan Indonesia Timur

“Selain itu, pabrik kami juga sudah dilengkapi dengan peralatan moderen untuk mencegah pencemaran berupa mesin penghisap debu seperti  electrostatic precipitator, cyclone, conditioning tower, dan bag house filter,” imbuh Kepala Departemen Litbang dan Jaminan Mutu Semen Gresik,
Rudi Hermawan. Dalam hal efisiensi dan konservasi sumberdaya, perseroan telah memanfaatkan bahan bakar alternatif sebagai sumber energi.

Memang, porsinya belum besar, tapi ke depan akan terus ditingkatkan. “Selain untuk menjaga keberlanjutan lingkungan, program ini juga  berdampak signifikan pada efisiensi operasional perusahaan,” jelas Rudi. Limbah B3 dan non-B3 juga diolah dengan prinsip 3 R (reduce, reuse, recycle). “Misalnya, kami melakukan recycle tumpahan material reject untuk dikembalikan ke proses produksi. Bahkan, kami memanfaatkan kaus
tangan yang terkontaminasi oli atau minyak untuk bahan bakar alternatif,” jelas Rudi. (za/opi/jpnn)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *