Home » Gresik » Hukum Gresik » Buruh Gresik Mencuri Dua Besi Ditahan, Koruptor Banyak Yang Bebas
Master tukang, tutorial pertukangan

Buruh Gresik Mencuri Dua Besi Ditahan, Koruptor Banyak Yang Bebas

Gresik – Hukum memang selalu mencekik kaum miskin dan menjadi mainan kaum berduit, peristiwa anomali hukum juga terjadi di Gresik ketika buruh pabrik dituduh mencuri 2 batang besi dengan nilai kerugian dibawah Rp. 100.00,00.  Padahal mengacu Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) tentang pencurian menyebutkan bahwa kerugian di bawah Rp2,5 juta tersangka atau terdakwa tidak boleh ditahan

Ahmad Rifa’i mantan pengacara Ketua KPK Bibit Samad Rianto dan Candra Hamzah mempertanyakan kasus yang menimpa Agus Setyo Budi (20). Sebab,  warga Dusun Sumber Winong Desa Banjardowo Kecamatan Kota Kabupaten Jombang  itu terancam dihukum bahkan sudah menjalani  masa tahanan hampir setahun. Padahal, buruh kontrak PT Bangun Sarana Baja  itu diseret ke Pengadilan Negeri Gresik   hanya gara-gara mencuri besi senilai Rp100 ribu rupiah.

Ahmad Rifai pun merasa terusik dengan perlakukan yang dinilai tidak adil adil itu. Sebab, para koruptor miliaran rupiah banyak yang bebas berkeliaran,  Agus Setyo yang hanya mencuri benda senilai Rp 100 ribuan sudah harus menjalani tahanan. Sebab, sebelum diseret ke meja hijau oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Gresik, terdakwa sudah dijebloskan ke tahanan oleh penyidik kepolisian dan pihak kejaksaan pun juga mengurung dia hingga hampir satu bulan.

Baca:  Tiga Wartawan di Gresik Diringkus Karena Pemerasan

Menurut Rifa’i, dengan perlakuan tersebut terdakwa dalam perkara ini tidak mendapatkan rasa keadilan. Alasannya, karena  nilai dari besi tersebut hanya seratus ribu. Makanya, sebagai seorang pengacara dirinya terasa terusik nuraninya untuk menegakkan keadilan agar dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

“Keadilan milik seluruh warga negara, tidak boleh tebang pilih, jangan hanya mereka seorang buruh sehingga bisa diadili sesuai pesanan orang berduit. Bayangkan saja, hanya dengan kerugian 100 ribu terdakwa sudah ditahan hampir 70 hari,”  ujarnya

Lebih lanjut ia menjelasdkan jika mengacu pada Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) tentang pencurian kan menyebutkan bahwa kerugian di bawah Rp2,5 juta tersangka atau terdakwa tidak boleh ditahan.  “Tapi yang terjadi ini dengan kerugian hanya Rp100 ribu terdakwa ditahan, keadilan yang bagaimana ini. Padahal koruptor yang mencaplok uang negara miliaran rupiah dibiarkan berkeliaran. Langka keadilan terjadi didunia peradilan kita,” ucapnya

Sementara itu dalam persidangan dengan agenda pembacaan dakwaan, JPU Dino Kriesmiardi antara lain menyatakan bahwa tindak pidana pencurian yang dilakukan terdakwa dilakukan pada hari  Kamis tanggal 10 Mei 2012 sekitar pukul 17.00 WIB bertempat di PT.BSB II Jl. Mayjen Sungkono No.8  Kelurahan Gulomantung, Gresik.

Baca:  Bupati Gresik Akan Menutup Semua Tempat Karaoke di Gresik

Lebih rinci diuraikan,waktu itu sekitar pukul 16.30 WIB terdakwa dilokasi pabrik tepatnya di meja areal workshop telah mengambil 2 lempengan besi dengan berat masing-masing 12,5 Kg. Selanjutnya, satu besi di sembunyikan terdakwa dibalik bajunya sedangkan satu lempengan lagi disimpan di jok sepeda motornya.

Sewaktu, akan pulang dari lokasi pabrik, terdakwa diperiksa  Ssatpam.  Dia kedapatan  mencuri dua batang besi. Akhirnya terdakwa dilaporkan ke polisi hingga proses sidang.  Sidang dengan Majelis Hakim yang diketuai Harto Pancono SH, berjalan tertib meskipun terdakwa tidak  di dampingi  pengacaranya . Tapi, siding tetap dilanjutkan, karena sudah mendapatkan persetujuan dari terdakwa. Selain itu karena pengacara terdakwa datangnya memang telat.  ins, sbypst/editor:gresik

Baca:  Kejari Gresik Mempetieskan Kasus Korupsi UNMUH

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *