Home » Gresik » Hukum Gresik » Jelang Ramadhan, Warga Gresik Operasi Warung Remang
Master tukang, tutorial pertukangan

Jelang Ramadhan, Warga Gresik Operasi Warung Remang

Berita Gresik

operasi satpol pp gresikGresik selain mempunyai sisi religi yang menjadi jujugan wisata hati, juga mempunyai sisi suram pada beberapa sudut kotanya. Menjamurnya warung kopi memang menjadi salah satu ciri khas Gresik, di mana terjadi berbagai interaksi sosial dan bisnis didalamnya. Akan tetapi, ini juga memicu meningkatnya  penyalahgunaan beberapa warung menjadi warung remang-remang.

Keberadaan kafe dan warung remang-remang yang makin marak di wilayah Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar membuat warga setempat marah. Apalagi jelang dimulainya awal puasa Ramadan pekan ini, kesabaran warga sudah tidak terbendung lagi untuk menutup tempat-tempat yang ditengarai ajang kemaksiatan tersebut.

Aksi turun ke jalan akhirnya dilakukan puluhan warga pada Sabtu (14/7) akhir pekan lalu. Mereka mengatasnamakan Gerakan Anti Maksiat Anak Sukomulyo (GAMAS). Aksi massa yang dipimpin Ainul Ma’arif, ketua BPD setempat itu berangkat dari belakang Masjid Dusun Tenger dengan tujuan menyusuri lokasi kafe dan warung remang-remang di sepanjang Jalan KH Syafi’i dan Raya Sukomulyo.

Baca:  Kronologi Penangkapan Pelaku Pembunuhan GKB Gresik

Lokasi pertama yang disasar warga adalah deretan warung remang-remang dekat lapangan bola di Jalan KH Syafi’i, namun aneh semua warung terlihat tutup. Kemungkinan rencana aksi warga sudah bocor sebelumnya.Sehingga penghuninya segera menghindar untuk menghindari aksi warga.

Meski begitu peserta aksi GAMAS tetap berlanjut ke kafe Citra yang berjarak sekitar 200 m dari lokasi¬† pertama. “Kafe ini sudah menyalahi kesepakatan berdasarkan Perdes Sukomulyo Nomor 2 Tahun 2012. Di antara bunyi kesepakatan itu adalah melarang setiap warung atau kafe dijaga oleh wanita. Boleh dijaga wanita asal dia penduduk asli Desa Sukomulyo,” ujar korlap aksi Ainul Ma’arif.

Dalam aksi bersih-bersih itu, aparat Polsek Manyar yang dipimpin Kapolsek AKP Darsuki terus menjaga situasi agar tetap kondusif. Peserta aksi baru meninggalkan lokasi setelah pemilik kafe, Sodik menyatakan kesanggupannya untuk menutup usahanya. “Mulai hari ini kafe milik saya ini akan saya tutup,” ucap Sodik melalui pengeras suara setelah berunding dengan perwakilan pengujuk rasa.

Menjamurnya warung remang-remang memang telah menjadi fenomena sosial di Gresik. Perkembangan industri dan melimpahnya jumlah karyawan telah menjadi pasar yang sangat potensial.

Baca:  Persegres Pertahankan Strategi Lawan Persiwa

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *