Home » Gresik » Hukum Gresik » Kasus Aborsi Pelajar Gresik Mulai Di Sidang
Master tukang, tutorial pertukangan

Kasus Aborsi Pelajar Gresik Mulai Di Sidang

KOTA – Dua orang pelajar yang menjadi tersangka kasus aborsi Ade(16) dan Faris Indarto (17), memberikan kesaksian di Pengadilan Negeri (PN) Gresik Selasa (19/6) kemarin. Keduanya menjadi saksi atas terdakwa Miningwati (70) yang didakwa melakukan praktek aborsi di rumahnya. Dalam
kesaksian, keduanya memberikan keterangan berbelit- belit di hadapan majelis hakim.

Pada sidang yang dipimpin ketua majelis hakim, M Fathan, saksi Ade mengatakan jika dirinya mendatangi rumah milik terdakwa Minningwati (70), karena ingin memeriksakan kandungannya. “Jadi saya datang ke sana tidak bermaksud untuk menggugurkan kandungan saya,” ungkapnya sambil sesenggukan karena menangis. Sedangkan Faris dalam memberikan keterangannya terkesan tidak jelas.

Faris mengatakan, jika dirinya melakukan tindakan tersebut atas dasar suka sama suka. Awalnya Faris enggan mengatakan sejak kapan dirinya melakukan tindakan tersebut. Tapi, akibat desakan dari majelis hakim, akhirnya mengakui jika dirinya melakukan persetubuhan tersebut sejak tahun 2011 silam. “Saya bingung, karena saya kan pernah tidak naik kelas,”ungkapnya. “Hubungan itu saya lakukan di rumah saya, ketika orang tua saya sedang tidak berada di rumah,” sambungnya.

Baca:  Kades Kesamben Wetan Kabupaten Gresik Dipolisikan Warga

Mengenai keinginan untuk menggugurkan kandungan hasil benihnya sendiri, awalnya Faris mengatakan jika hal tersebut atas dasar rayuan dari Mak Wati, panggilan Minningwati. “Karena Mak Wati mengatakan kepada saya,bahwa sebaiknya saya menggugurkan saja kandungan Ade,”  kilahnya. Namun, begitu mendengar pernyataan Faris tersebut, majelis hakim mengajukan pertanyaan, apakah rayuan tersebut disertai dengan ancaman. Faris pun berpikir sejenak, dan mengatakan jika rayuan tersebut tidak disertai dengan ancaman.

Tapi, dalam pernyataan Faris terdapat sesuatu yang janggal. Sebab, awalnya Faris mengatakan jika dirinya harus membayar Rp 6 juta, untuk biaya pemeriksaan kandungan Ade. Pernyataan Faris itupun langsung disanggah oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Erwin. “Masak, bayar uang Rp 6 juta, dengan pembayaran awal Rp 4,7 juta hanya untuk periksa kandungan? Kenapa mahal sekali?” tukas Erwin.

Baca:  Polres Gresik Terus Berinovasi Demi Kamtibmas

Mendapatkan pertanyaan seperti itu, Faris pun tampak kebingungan, dan kesulitan untuk menjawabnya. Meskipun begitu, Faris hanya terdiam saja. Selain itu, Faris juga mengakui jika saat melakukan aborsi itu, ia melihat bahwa yang keluar dari tubuh Ade bukanlah berbentuk bayi, melainkan segumpal darah. Sidang itu pun akhirnya ditunda hingga minggu depan.

Pengacara Minningwati Suyanto mengatakan, dalam kasus tersebut sebenarnya kliennya tidaklah bersalah. Sebab menurutnya saat itu yang keluar dari tubuh Ade, hanyalah segumpal darah. “Itu dari pengakuan Faris sendiri,”ucapnya. “Dan beda lagi kalau yang keluar itu bayi atau janin, maka klien saya itu bersalah,”pungkasnya. (jan/ris) Radar Gresik

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *