Home » Gresik » Hukum Gresik » Polres Gresik Mengadakan Tes Psikologi Senjata Api
Master tukang, tutorial pertukangan

Polres Gresik Mengadakan Tes Psikologi Senjata Api

BERITA GRESIK – Polres Gresik melakukan kegiatan rutin untuk mengontrol kesiapan anggotanya dalam memegang senjata api. Kegiatan tersebut berupa tes psikologi yang wajib dijalani oleh anggota polisi yang memegang senjata.

Ratusan anggota Polres Gresik dari berbagai kesatuan mengikuti tes psikologi di Gedung Diklat PT Petrokimia Gresik, kemarin (5/7). Tes yang  diselenggarakan Bagian Psikologi Polda Jawa Timur itu sebagai persyaratan anggota untuk membawa senjata api (senpi).

Tes psikologi kemarin diikuti 184 personel termasuk dari jajaran polsek-polsek. Karena banyaknya peserta, tes dibagi menjadi dua gelombang. Tahap pertama digelar pada pukul 08.00 hingga 11.30, sedang tes tahap kedua dimulai pukul 13.00 hingga pukul 15.00.

Baca:  Polres Gresik Melakukan Tes Urine Kepada Seluruh Jajarannya

Kasubag Psikologi Polda Jatim AKP Rumekso, mengatakan, tes psikologi diselenggarakan sebagai bahan pertimbangan penggunaan senjata api. “Tes ini adalah bagian dari beberapa persyaratan lainnya. Kami hanya bertugas melakukan tes, sementara putusan akhirnya tetap pada keputusan kapolres,” katanya

Selain kegiatan rutin, tes psikologi juga untuk mengontrol penyalahgunaan senjata api dan mengendalikan kemampuan anggota dalam penggunaan senjata. Tes psikologi tersebut dapat menghindari aksi ‘Koboi’ yang beberapa hari ini peristiwa tersebut ramai di masyarakat baik peristiwa ‘Koboi Palmerah’ yang dilakukan seorang anggota TNI sampai peristiwa penodongan senjata api di restoran “Cork&Screw” oleh seorang pengusaha.

Pentingnya tes psikologi ini juga sempat di bahas oleh Peneliti Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ikrar Nusa Bhakti mengatakan, institusi yang memberikan izin memiliki senjata api (senpi) harus rutin melakukan tes psikologi terhadap pemilik baik dari Militer, Polisi sampai kalangan sipil.¬† “Enam bulan sekali atau setahun sekali pemilik senjata api harus diperiksa kesehatan emosionalnya,” ujar Ikrar usai menghadiri peluncuran buku ‘Human Capital Management’ yang digelar di Kementrian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, seperti di kutip tribun news.

Review kesehatan jiwa harus rutin dilakukan, bukan hanya psikologi tapi tes psikiatri, untuk menghindari penyalahgunaan senjata. Selain itu juga memberikan rasa nyaman di masyarakat agar berita-berita miring tentang penyalahgunaan senjata bisa diminimalisir.

Baca:  Oknum Kejaksaan Negeri Gresik Diduga Jual Kayu Sitaan Ilegal Loging

 

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *